Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

DENDAM BERDARAH! Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara Ditikam di Bandara, Motif Terungkap

20 April 2026 | April 20, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T07:47:07Z

DENDAM BERDARAH! Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara Ditikam di Bandara, Motif Terungkap



D'On, Maluku Tenggara — Aksi penikaman brutal yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, akhirnya menemukan titik terang. Polisi memastikan, pembunuhan sadis ini dipicu dendam lama yang membara selama bertahun-tahun.


Peristiwa berdarah itu terjadi di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Airport, Kecamatan Kei Kecil, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT. Korban yang baru mendarat dari Jakarta langsung disergap dan ditusuk tanpa ampun oleh pelaku.


Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, mengungkap motif utama di balik aksi keji tersebut adalah balas dendam.


“Motif pelaku adalah dendam lama,” tegasnya, Senin (20/4/2026).


Dendam itu bukan tanpa sebab. Dua pelaku, masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36), meyakini korban sebagai otak di balik kematian saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Holat, yang tewas pada 2020 di kawasan Kalimalang, Bekasi.


Keyakinan itulah yang berubah menjadi amarah, lalu menjelma aksi penikaman mematikan di ruang publik.


Korban sempat dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 12.00 WIT. Namun luka parah yang dideritanya terlalu berat nyawanya tak terselamatkan.


Aparat bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari dua jam, tim Satreskrim Polres Maluku Tenggara berhasil meringkus kedua pelaku. Kini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap lebih dalam kemungkinan keterlibatan pihak lain.


Sementara itu, jajaran Partai Golkar di Maluku bereaksi keras. Ketua DPD I Golkar Maluku, Umar A. Lessy, mengecam keras aksi penikaman tersebut dan mendesak aparat mengusut tuntas kasus ini tanpa kompromi.


Ia menegaskan, peristiwa ini bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan ancaman serius terhadap stabilitas sosial di Maluku Tenggara.


“Kami mengutuk keras tindakan barbar ini. Ini perbuatan melawan hukum yang tidak bisa ditoleransi dalam negara demokrasi,” tegasnya.


Golkar juga menyerukan kepada seluruh kader dan masyarakat agar tidak terpancing emosi dan tetap menjaga situasi tetap kondusif. Di tengah duka, partai berlambang pohon beringin itu meminta semua pihak menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat.


Kasus ini kini menjadi sorotan luas bukan hanya karena korbannya tokoh politik, tetapi juga karena motif dendam lama yang berujung pada aksi kekerasan terbuka di ruang publik.


Dendam yang dipelihara bertahun-tahun, akhirnya meledak menjadi tragedi berdarah.


(L6)


#NusKei #Peristiwa #Penikaman

×
Berita Terbaru Update