-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tragis! Curi Dua Labu Siam untuk Masak Ibunya yang 99 Tahun, Minta Tewas Dianiaya Warga

06 March 2026 | March 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T08:04:13Z




D'On, CIANJUR – Kisah pilu menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Seorang pria bernama Minta (56) harus meregang nyawa setelah diduga dianiaya saat kepergok mengambil dua buah labu siam di kebun milik warga.


Ironisnya, dua buah labu siam yang diambil itu bukan untuk dijual atau keuntungan pribadi. Diduga kuat, sayuran tersebut hendak dimasak untuk ibunya, Ining (99), yang selama ini hanya bisa terbaring lemah di rumah dan sepenuhnya bergantung pada sang anak.


Peristiwa tragis ini menyisakan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat yang mendengar kisah perjuangan seorang anak merawat ibunya yang hampir berusia satu abad.


Ibu Terbaring Lemah Menunggu Makanan


Di rumah sederhana itu, Ining hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Perempuan renta tersebut hanya bisa terbaring di lantai dengan alas kasur kecil. Tubuhnya yang sudah sangat lemah membuatnya tak lagi mampu beraktivitas seperti orang lain.


Selama ini, Minta menjadi satu-satunya orang yang merawat dan memenuhi kebutuhan ibunya setiap hari.


Ia memasak, memberi makan, membersihkan, hingga memastikan ibunya tetap terawat di tengah keterbatasan ekonomi yang mereka alami.


Adik korban, Tita, mengungkapkan bahwa kakaknya memang menjadi tulang punggung keluarga sekaligus sosok yang paling setia merawat sang ibu.


“Iya, dia itu tulang punggung keluarga. Walaupun saya anak perempuan, tetapi saya tidak mengurus ibu setiap hari. Saya hanya sesekali datang menjenguk,” kata Tita, Jumat (6/3/2026).


Hidup dari Pekerjaan Serabutan


Menurut Tita, kehidupan Minta jauh dari kata berkecukupan. Sehari-hari ia bekerja serabutan untuk menyambung hidup sekaligus membiayai kebutuhan ibunya yang sudah sangat renta.


Pekerjaan apa pun yang tersedia akan ia kerjakan, mulai dari membantu orang di kebun, buruh harian, hingga pekerjaan kecil lainnya.


Meski hidup dalam keterbatasan, Minta dikenal sebagai sosok yang tidak pernah meninggalkan tanggung jawabnya terhadap ibunya.


“Setiap hari kerjanya serabutan. Dia juga yang ngurus ibu, mulai dari ngasih makan sampai merawat semuanya,” ujar Tita.


Permintaan Sederhana Sang Ibu


Sehari sebelum tragedi itu terjadi, Ining sempat meminta anaknya memasakkan sayur untuk makan. Permintaan sederhana itu menjadi salah satu momen terakhir yang diingat keluarga.


Namun takdir berkata lain. Sayur yang diminta sang ibu tidak pernah sempat dimasak.


“Emak pengen dibikinin sayur buat makan, tetapi belum sempat dimasak. Baru mau dikupas, tiba-tiba ada yang ketok pintu dan bilang kalau kakak saya habis digebukin,” ucap Tita dengan suara lirih.


Kabar itu seketika membuat keluarga syok. Minta yang selama ini berjuang merawat ibunya justru pulang dalam kondisi tak bernyawa.


Dugaan Mengambil Labu Siam untuk Makan


Berdasarkan informasi yang dihimpun, Minta diduga mengambil dua buah labu siam dari kebun warga. Aksi tersebut kemudian diketahui oleh pemilik kebun atau warga sekitar hingga berujung pada penganiayaan.


Kapolres Cianjur AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi mengungkapkan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian.


Menurutnya, kondisi ekonomi korban memang sangat memprihatinkan dan diduga menjadi alasan Minta mengambil dua buah labu siam tersebut.


“Cukup miris karena korban mengambil dua buah labu siam ini untuk kepentingan berbuka puasa bersama ibunya. Ini tentu menjadi keprihatinan bagi kita semua,” ujarnya.


Polisi Berikan Bantuan untuk Keluarga Korban


Selain melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian tersebut, kepolisian juga memberikan bantuan kepada keluarga korban.


Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi keluarga yang ditinggalkan.


“Atas hal tersebut kami hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Kami memberikan tali asih dan bantuan kepada keluarga korban,” kata Alexander.


Kisah yang Menggugah Hati


Peristiwa ini memantik simpati luas dari masyarakat. Banyak yang merasa tersentuh oleh kisah seorang anak yang berjuang merawat ibunya yang hampir berusia satu abad di tengah himpitan ekonomi.


Hanya dua buah labu siam, namun berujung pada hilangnya satu nyawa.


Kini, Ining yang sudah sangat renta harus menghadapi hari-harinya tanpa sosok anak yang selama ini menjadi sandaran hidupnya.


Tragedi ini bukan sekadar kisah tentang dugaan pencurian sayur, tetapi potret getir tentang kemiskinan, perjuangan seorang anak, dan sebuah peristiwa yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.


(B1)


#Peristiwa #Viral

×
Berita Terbaru Update