-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

ESDM Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik di Tengah Gejolak Harga Minyak Dunia Akibat Konflik Timur Tengah

06 March 2026 | March 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T08:15:20Z

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia.



D'On, JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan, meskipun harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan tajam akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.


Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, yang menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak dari dinamika global terhadap sektor energi nasional.


Menurut Anggia, masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap ketersediaan pasokan energi, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada periode Ramadan hingga Idulfitri.


“Perlu kami sampaikan agar masyarakat tetap tenang, karena pemerintah memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama menjelang Idulfitri,” ujar Anggia, Jumat (6/3/2026).


Ia menegaskan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk memastikan stok BBM dan energi lainnya berada dalam kondisi aman.


Harga BBM Bersubsidi Tetap Stabil


Anggia juga menyampaikan bahwa Bahlil Lahadalia, selaku Menteri ESDM, telah menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami penyesuaian meskipun terjadi lonjakan harga minyak dunia.


BBM bersubsidi yang dimaksud antara lain adalah Pertalite, yang saat ini menjadi salah satu jenis bahan bakar dengan konsumsi tertinggi di Indonesia.


Menurutnya, kebijakan mempertahankan harga BBM bersubsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.


“Kementerian ESDM memastikan bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga minyak dunia meningkat,” jelasnya.


Lonjakan Harga Minyak Dunia


Kenaikan harga minyak global sendiri dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu ketidakpastian di pasar energi internasional.


Akibatnya, harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan dalam waktu singkat.


Data perdagangan menunjukkan harga minyak jenis Brent Crude Oil melonjak hingga 4,93 persen dan mencapai level US$ 85,41 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bahkan mencatat kenaikan lebih tinggi, yakni 8,51 persen menjadi US$ 81,01 per barel.


Kenaikan tersebut terbilang cukup tajam jika dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026 lalu. Saat itu, harga Brent masih berada di kisaran US$ 64 per barel, sementara WTI berkisar di angka US$ 57,87 per barel.


Para analis energi global menilai, lonjakan harga tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pusat produksi energi dunia.


Pemerintah Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying


Meski situasi global tengah mengalami tekanan, pemerintah menegaskan bahwa kondisi energi nasional masih dalam kategori aman. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.


Menurut Anggia, panic buying maupun penimbunan bahan bakar justru dapat menimbulkan masalah baru berupa kelangkaan di tingkat distribusi.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, serta tidak melakukan penimbunan yang justru bisa menyebabkan kelangkaan,” tegasnya.


Antisipasi Kebutuhan Energi Jelang Lebaran


Menjelang periode mudik dan perayaan Idulfitri, pemerintah biasanya menghadapi lonjakan konsumsi energi, baik untuk transportasi darat, laut, maupun udara. Oleh karena itu, Kementerian ESDM bersama pemangku kepentingan sektor energi telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan.


Selain memastikan stok BBM mencukupi, pemerintah juga melakukan pemantauan distribusi secara intensif di berbagai wilayah guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan.


Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas energi nasional tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas Ramadan hingga perayaan Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun harga bahan bakar.


(B1)


#Nasional #KementerianESDM

×
Berita Terbaru Update