-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Surat Edaran untuk Pejabat Negara: Open House Lebaran Diminta Tak Berlebihan di Tengah Duka Bencana

21 March 2026 | March 21, 2026 WIB Last Updated 2026-03-21T08:13:40Z

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)



D'On, Jakarta - Pemerintah melalui Prasetyo Hadi resmi mengeluarkan surat edaran (SE) yang ditujukan kepada seluruh menteri dan pejabat negara, berisi imbauan agar pelaksanaan open house atau halal bihalal pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tidak dilakukan secara berlebihan.


Kebijakan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sinyal kuat dari pemerintah agar para pejabat menunjukkan empati sosial di tengah kondisi sebagian masyarakat yang masih dilanda kesulitan, khususnya akibat bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatra.


Imbauan Resmi: Kesederhanaan Jadi Kunci


Dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Prasetyo menegaskan bahwa surat edaran tersebut telah disampaikan kepada seluruh kementerian dan lembaga negara. Ia menekankan pentingnya mengedepankan kesederhanaan dalam tradisi tahunan tersebut.


“Open house dan halal bihalal tetap boleh dilaksanakan, namun kami imbau agar tidak berlebihan,” ujar Prasetyo.


Menurutnya, momentum Idulfitri seharusnya menjadi ajang mempererat silaturahmi, bukan ajang menunjukkan kemewahan. Ia mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang berada dalam kondisi sulit pascabencana, sehingga para pejabat diharapkan memiliki sensitivitas sosial yang tinggi.


“Masih banyak saudara-saudara kita yang belum dalam kondisi baik. Maka penting bagi kita semua untuk tidak bermewah-mewahan,” tambahnya.


Latar Belakang: Empati di Tengah Bencana


Imbauan ini muncul di tengah situasi nasional yang belum sepenuhnya pulih dari berbagai bencana alam. Sejumlah daerah di Sumatra dilaporkan masih menghadapi dampak kerusakan, kehilangan tempat tinggal, hingga gangguan ekonomi.


Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan open house yang berlebihan dinilai berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial yang semakin terasa, terutama ketika masyarakat yang terdampak masih berjuang untuk bangkit.


Pemerintah ingin memastikan bahwa pejabat negara tidak hanya hadir sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga sebagai teladan dalam menunjukkan empati dan solidaritas.


Arahan Presiden: Jangan Beri Contoh yang Salah


Sebelumnya, Prabowo Subianto juga telah mengingatkan hal serupa dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 13 Maret 2026. Ia secara tegas meminta para pejabat untuk menghindari penyelenggaraan open house yang terkesan mewah.


“Kita harus memberikan contoh. Jangan terlalu mewah-mewahan, apalagi kita masih dalam suasana bencana,” tegas Presiden.


Menurut Prabowo, sikap pejabat akan menjadi cerminan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, kesederhanaan dinilai sebagai bentuk kepemimpinan moral yang penting di tengah kondisi sulit.


Tidak Dilarang, Ekonomi Tetap Jalan


Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa imbauan tersebut bukan berarti melarang kegiatan open house secara total. Ia justru menekankan pentingnya menjaga perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).


Open house selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi musiman, melibatkan berbagai sektor seperti jasa katering, pedagang makanan, hingga pelaku usaha dekorasi.


“Kita tidak boleh menutup semua kegiatan, karena ekonomi harus tetap berjalan. Warung, catering, itu semua bagian dari perputaran ekonomi rakyat,” jelasnya.


Menjaga Keseimbangan: Empati dan Ekonomi


Surat edaran ini pada dasarnya mengajak para pejabat untuk menemukan titik keseimbangan antara menjaga tradisi, menggerakkan ekonomi, dan menunjukkan empati sosial.


Di satu sisi, open house tetap menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antara pejabat dan masyarakat. Namun di sisi lain, pelaksanaannya diharapkan tidak menimbulkan kesan berlebihan di tengah kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.


Dengan imbauan ini, pemerintah berharap Idulfitri 1447 Hijriah dapat dirayakan dengan lebih bermakna tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat solidaritas, kepedulian, dan rasa kebersamaan di tengah bangsa.


(*)


#Nasional #IdulFitri #OpenHouse

×
Berita Terbaru Update