
Lebaran di Hunian Sementara: Ketika Harapan Datang di Tengah Luka Bencana
D'On, PADANG — Deretan hunian sementara di kawasan Rumah Nelayan, Lubuk Buaya, terlihat sederhana. Dinding-dindingnya menyimpan kisah panjang tentang kehilangan, kesabaran, dan harapan. Di tempat inilah puluhan keluarga korban banjir besar yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025 menjalani hari-hari mereka selama hampir empat bulan terakhir.
Bagi para penghuni Huntara, Ramadan tahun ini terasa berbeda. Bukan lagi di rumah sendiri, bukan pula di lingkungan lama yang penuh kenangan. Mereka menjalani puasa di tempat baru, dengan kehidupan yang harus dimulai kembali dari nol.
Namun di balik keterbatasan itu, semangat untuk bertahan tetap menyala.
Menjelang sore Kamis (5/3/2026), suasana di Huntara mendadak lebih hidup. Sejumlah tamu datang membawa kabar yang menenangkan hati. Kwartir Daerah (Kwarda) 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat hadir mengunjungi para korban banjir yang kini tinggal di hunian sementara tersebut.
Kedatangan rombongan Pramuka itu bukan sekadar kunjungan biasa. Bagi para penghuni Huntara, kehadiran mereka membawa kepastian di tengah kegelisahan yang selama ini terpendam.
Lebaran semakin dekat. Banyak warga sempat khawatir tidak dapat merayakan hari raya dengan layak tahun ini.
Ketua Kwarda 03 Sumbar, Audy Joinaldy, memahami perasaan itu.
“Biasanya saat awal bencana bantuan berbondong-bondong datang, lalu perlahan terlupakan. Kami kembali hadir di bulan Ramadan ini untuk memastikan warga tidak merasa sendirian,” ujar Audy.
Hari itu, Kwarda Sumbar menyalurkan bantuan kepada 109 kepala keluarga yang tinggal di Huntara. Setiap keluarga menerima uang tunai sebesar Rp500 ribu sebagai Tunjangan Hari Raya (THR), satu krat minuman kaleng, serta satu kotak kurma.
Bantuan tersebut mungkin tidak besar nilainya. Namun bagi para penyintas bencana, perhatian seperti ini memiliki arti yang jauh lebih dalam.
“Jangan dilihat nilainya, tapi ini adalah bentuk kasih sayang untuk sedikit mengobati hati warga di bulan suci,” kata Audy.
Suasana haru pun terasa di antara para penghuni Huntara. Wajah-wajah yang biasanya lelah karena rutinitas bertahan hidup, hari itu tampak lebih cerah.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kepedulian Kwarda Sumbar kepada para korban bencana.
Menurutnya, Ramadan memang selalu menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan semangat berbagi.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Padang mengucapkan terima kasih kepada Kakak Audy dan seluruh pengurus Kwarda Sumbar. Kehadiran ini adalah bentuk kepedulian bagi warga di Pauh, Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo yang sedang diuji bencana,” ujarnya.
Maigus menilai bantuan THR bagi warga Huntara menjadi sesuatu yang sangat berarti. Tidak hanya untuk kebutuhan lebaran, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan harian yang sering kali tidak tercakup dalam bantuan sembako.
“Tentu ini sangat menggembirakan bagi warga kita. Mudah-mudahan masyarakat yang berada di hunian sementara tetap bahagia dan dapat menjalani Ramadan dengan penuh keceriaan dan keberkahan,” katanya.
Di sudut Huntara, Misla salah seorang penghuni tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Sejak rumahnya rusak diterjang banjir, ia bersama keluarganya harus memulai kehidupan baru di tempat yang serba terbatas.
Meski demikian, ia mengaku pemerintah dan berbagai pihak terus memberi perhatian kepada mereka.
“Kami merasa sangat terbantu tinggal di Huntara ini. Untuk sembako, Alhamdulillah selalu ada kiriman,” katanya.
Namun menurutnya, bantuan uang tunai seperti THR kali ini memiliki manfaat yang sangat terasa.
“Bantuan uang seperti ini sangat kami butuhkan untuk membeli kebutuhan dapur harian seperti cabai dan keperluan lain yang tidak ada di paket sembako,” ungkapnya.
Bagi para penghuni Huntara, Ramadan tahun ini mungkin tidak seindah tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada rumah sendiri, tidak ada dapur yang dulu menjadi tempat memasak hidangan lebaran bersama keluarga besar.
Namun di tengah segala keterbatasan itu, harapan tetap tumbuh.
Di hunian sederhana itu, mereka belajar bahwa kebersamaan, kepedulian, dan sedikit perhatian dapat menjadi cahaya di tengah masa sulit.
Dan tahun ini, akhirnya mereka bisa menyambut Lebaran dengan senyum yang kembali merekah.
(Mond)
#Daerah #Padang