D'On, TEHERAN — Ketegangan geopolitik dunia mencapai titik baru setelah Iran secara resmi menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal dari negara sekutu Amerika Serikat. Dalam keputusan yang mengejutkan dunia energi, Teheran hanya memberikan izin melintas kepada kapal dari China dan Rusia di jalur perairan strategis tersebut.
Langkah drastis ini diumumkan pemerintah Iran di tengah memanasnya konflik antara Teheran dengan Israel dan Amerika Serikat yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan tersebut langsung memicu kekhawatiran global karena Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dan gas dunia.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip media internasional Republic World, Sabtu (7/3/2026), pemerintah Iran menyebut keputusan itu sebagai bentuk penghargaan politik terhadap sikap China dan Rusia yang dinilai konsisten mendukung Iran di panggung internasional.
“Langkah ini merupakan gestur strategis atas dukungan diplomatik dan ekonomi berkelanjutan dari Beijing dan Moskow sepanjang konflik yang sedang berlangsung dengan Israel dan Amerika Serikat,” demikian pernyataan resmi pemerintah Iran.
Teheran juga menegaskan bahwa kedua negara tersebut selama ini menunjukkan sikap “teguh” dengan menolak tekanan dan sanksi yang dipimpin negara-negara Barat terhadap Iran.
Dengan kebijakan ini, Iran secara efektif mengendalikan salah satu jalur energi paling krusial di dunia. Selat Hormuz selama ini menjadi rute utama bagi sekitar seperlima perdagangan minyak global, sehingga penutupan akses bagi kapal-kapal Barat berpotensi mengguncang pasar energi internasional.
Pengumuman yang disiarkan melalui media nasional Iran tersebut menandai babak baru dalam eskalasi geopolitik global, sekaligus memperlihatkan bagaimana konflik Timur Tengah kini mulai berdampak langsung pada stabilitas energi dunia.
(*)
#Internasional #SelatHormuz #Iran
