-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dialog Fly Over Sitinjau Lauik Kondusif, Perusahaan Diminta Tuntaskan Dampak Lingkungan

10 March 2026 | March 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-10T07:41:51Z




D'On Padang — Dialog terbuka terkait dampak pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik antara pihak perusahaan pelaksana proyek dan unsur masyarakat Kecamatan Lubuk Kilangan berlangsung kondusif pada Senin (9/3/2026). Pertemuan yang digelar di Pondok Putih Padayo, Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang itu berlangsung hampir tiga jam, mulai pukul 17.00 hingga 19.45 WIB.


Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari mediasi sebelumnya antara PT HK–HKI KSO dan HPSL bersama sejumlah organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan se-Kecamatan Lubuk Kilangan yang sebelumnya dilaksanakan di Kantor Camat Lubuk Kilangan pada 27 Februari 2026.


Camat Lubuk Kilangan, Nurul Widya Siska, menyampaikan bahwa dialog tersebut digelar untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan konstruktif antara perusahaan pelaksana proyek, pemerintah daerah, serta masyarakat yang terdampak aktivitas pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik.


“Pertemuan ini menjadi ruang bersama untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul selama proses pembangunan,” ujarnya.


Dialog tersebut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Camat Lubuk Kilangan bersama unsur Forkopimcam, perwakilan PT HK–HKI KSO, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan, para lurah se-Kecamatan Lubuk Kilangan, Ketua LPM, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, serta sejumlah tokoh masyarakat.


Pertemuan ini digelar menyusul munculnya berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui sejumlah organisasi terkait dampak lingkungan yang dirasakan akibat aktivitas pembangunan proyek fly over tersebut. Isu ini sempat menjadi perhatian publik di Lubuk Kilangan sehingga diperlukan dialog langsung agar situasi tetap kondusif.


Dalam forum tersebut, pihak PT HK–HKI KSO menyatakan komitmennya untuk menuntaskan berbagai dampak lingkungan yang dikeluhkan masyarakat akibat aktivitas pembangunan proyek.


Perusahaan juga meminta dukungan masyarakat terkait rencana perbaikan Kapalo Banda Rasak Bungo. Pihak perusahaan berharap masyarakat dapat memberikan akses bagi alat berat melalui lahan warga agar pekerjaan perbaikan dapat segera dilakukan.


PT HKI menargetkan perbaikan tersebut dapat diselesaikan sebelum memasuki libur Hari Raya Idul Fitri.


Selain itu, perusahaan juga menyampaikan komitmen untuk memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat atau anak nagari Lubuk Kilangan dalam pelaksanaan proyek. Mekanisme perekrutan akan dikoordinasikan bersama Kerapatan Adat Nagari Lubuk Kilangan agar berjalan tertib dan transparan.


Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang mendukung penuh pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik karena merupakan proyek strategis yang bertujuan meningkatkan keselamatan serta kelancaran arus transportasi di jalur ekstrem Sitinjau Lauik.


Namun demikian, ia menekankan bahwa setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.


“Pemerintah Kota Padang siap memfasilitasi penyelesaian setiap persoalan yang muncul selama proses pembangunan, sehingga proyek ini tetap berjalan dan masyarakat juga tidak dirugikan,” tegasnya.


Secara keseluruhan, pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis. Seluruh pihak yang hadir sepakat menjaga komunikasi serta memperkuat koordinasi agar pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik dapat terus berjalan tanpa memicu konflik sosial di tengah masyarakat.


(HR)


#Padang #SitinjauLuik #Daerah

×
Berita Terbaru Update