D'On, Dharmasraya — Komitmen memberantas penyakit masyarakat tak lagi sekadar wacana. Annisa Suci Ramadhani turun langsung menghadiri rilis hasil Operasi Pekat di Mapolres Dharmasraya, Senin (2/3/2026), menegaskan dukungan penuh terhadap langkah tegas aparat dalam menyapu bersih praktik-praktik yang merusak ketertiban umum menjelang dan selama Ramadan 1447 H.
Operasi yang digelar sejak 12 hingga 28 Februari itu dipimpin langsung Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro. Sebanyak 138 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, hingga instansi terkait diterjunkan untuk memburu berbagai bentuk penyakit masyarakat mulai dari judi online, miras, prostitusi, balap liar, curat, curanmor, hingga peredaran narkotika.
Hasilnya tak main-main.
Petugas mengamankan 27 botol minuman keras berbagai merek dan 210 liter tuak yang beredar bebas. Sembilan unit sepeda motor hasil curanmor serta satu unit mobil turut disita. Dari praktik perjudian, uang tunai Rp233.000 diamankan sebagai barang bukti.
Yang paling mencengangkan, aparat menyita narkotika jenis sabu seberat ±21,29 gram dan ganja ±519,4 gram, berikut sejumlah tersangka yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Lima warung remang-remang pun tak luput dari pembinaan dan penertiban.
Kapolres menegaskan, operasi ini bukan sekadar rutinitas menjelang Ramadan.
“Ini bentuk komitmen nyata kami. Tidak ada ruang bagi pelaku penyakit masyarakat di Dharmasraya. Penindakan akan terus berlanjut, bahkan setelah Ramadan,” tegasnya.
Patroli dan razia digelar tanpa kompromi dari sore hingga dini hari menyasar titik-titik rawan seperti penginapan, hotel, kawasan balap liar, hingga lokasi yang dicurigai menjadi sarang praktik ilegal.
Di hadapan jajaran aparat dan tamu undangan, Bupati Annisa menegaskan bahwa Pemkab Dharmasraya tidak akan memberi toleransi terhadap aktivitas yang merusak moral dan keamanan masyarakat.
“Sebelumnya kita sudah menerbitkan surat edaran bersama terkait larangan narkoba, miras, dan perjudian. Hari ini kita buktikan, aturan itu tidak berhenti di atas kertas. Implementasinya nyata,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa sinergi antara Pemkab, Polres, Satpol PP, Badan Kesbangpol, dan Dishub harus semakin diperkuat. Menurutnya, menjaga Dharmasraya tetap aman dan kondusif bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama.
Dengan hasil Operasi Pekat ini, pesan yang disampaikan jelas: Dharmasraya tidak akan menjadi tempat nyaman bagi pelaku penyakit masyarakat. Penertiban akan terus digencarkan demi memastikan warga menjalankan ibadah Ramadan dalam suasana yang aman, tertib, dan bermartabat.
(Papa Juan)
#Daerah #KabupatenDharmasraya
