
Ribuan warga memadati acara open house Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Sabtu, 21 Maret 2026. Antusiasme tinggi masyarakat membuat antrean mengular hingga sekitar 20 meter.
D'On, JAKARTA — Antusiasme masyarakat untuk menghadiri open house Presiden Prabowo Subianto pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah memuncak hingga tak terbendung. Ribuan warga dari berbagai daerah tumpah ruah memadati kawasan Istana Negara, Sabtu (21/3/2026), bahkan sejak dini hari.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang mengular hingga sekitar 20 meter di depan Pintu Gerbang Majapahit, kompleks Kementerian Sekretariat Negara. Warga dari berbagai kalangan mulai dari lansia, anak-anak, orang dewasa, hingga penyandang disabilitas rela berdesakan demi satu tujuan: bertemu langsung dengan orang nomor satu di Indonesia.
Meski gerbang utama baru dijadwalkan dibuka pukul 13.00 WIB, sebagian warga sudah hadir sejak subuh. Bahkan, beberapa di antaranya mengaku datang sejak pukul 05.00 WIB demi mengamankan posisi antrean.
Antrean Padat, Warga Bertumbangan
Tingginya jumlah pengunjung membuat situasi di lokasi menjadi sangat padat dan penuh tekanan. Kondisi berdesakan tak terhindarkan. Di tengah cuaca panas dan kepadatan massa, sejumlah warga dilaporkan pingsan.
Petugas gabungan yang berjaga di lokasi terlihat sigap menangani situasi. Warga yang pingsan langsung dievakuasi menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis. Beberapa di antaranya harus dibawa keluar dari kerumunan dengan tandu darurat.
Situasi ini menjadi gambaran nyata tingginya animo masyarakat, sekaligus tantangan dalam pengelolaan massa di acara berskala besar.
Harapan Warga: Ingin Didengar Presiden
Di balik kepadatan dan risiko yang dihadapi, harapan besar tetap menyelimuti warga. Rindiantika (32), warga asal Tangerang, menjadi salah satu yang rela berjuang dalam antrean panjang bersama suami dan dua anak balitanya.
“Saya datang dari pagi sekali. Selama ini cuma lihat di TV, belum pernah ketemu langsung. Ini kesempatan langka,” ujarnya dengan wajah penuh harap.
Ia mengaku tak sekadar ingin bertemu, tetapi juga ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden.
“Semoga beliau bisa lebih memperhatikan masyarakat kecil. Masih banyak yang butuh bantuan dan perhatian pemerintah,” tambahnya.
Open House: Simbol Kedekatan Presiden dan Rakyat
Kegiatan open house ini merupakan bagian dari tradisi silaturahmi Idulfitri yang dikemas dalam bentuk halalbihalal di Istana Kepresidenan. Pemerintah membuka akses bagi masyarakat umum sebagai bentuk pendekatan langsung antara pemimpin dan rakyat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa agenda ini digelar setelah Presiden menyelesaikan rangkaian kegiatan Idulfitri di Aceh.
“Setelah kembali ke Jakarta, Bapak Presiden membuka kesempatan bagi masyarakat untuk hadir dalam acara halalbihalal di Istana,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem kunjungan dilakukan secara bergiliran guna menghindari penumpukan berlebih dan menjaga kenyamanan pengunjung. Acara berlangsung sejak setelah salat Zuhur hingga sore hari.
Disiapkan untuk 5.000 Orang, Membludak di Lapangan
Pemerintah sebelumnya memperkirakan sekitar 5.000 warga akan hadir dalam kegiatan tersebut. Namun, fakta di lapangan menunjukkan jumlah pengunjung jauh melampaui ekspektasi.
Selain kesempatan bertemu Presiden, panitia juga menyiapkan berbagai hidangan khas Idulfitri serta hiburan ramah keluarga, terutama bagi anak-anak.
Namun, lonjakan jumlah pengunjung menjadi catatan penting, terutama terkait pengaturan massa dan keselamatan pengunjung di masa mendatang.
Antara Euforia dan Risiko
Fenomena ini memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap sosok Presiden Prabowo. Namun di sisi lain, kejadian warga pingsan menjadi peringatan serius bahwa euforia tanpa pengelolaan yang matang dapat menimbulkan risiko.
Open house yang sejatinya menjadi momen kebersamaan dan kehangatan, berubah menjadi ujian logistik dan manajemen kerumunan.
Meski demikian, bagi ribuan warga yang hadir, kesempatan menginjakkan kaki di Istana Negara dan berharap berjabat tangan langsung dengan Presiden tetap menjadi pengalaman yang tak ternilai.
(B1)
#Peristiwa #OpenHouse #Nasional #IdulFitri