-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kembali Colek Purbaya, Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hati-Hati Pak, Bisa Angkat Koper ke KPK

10 February 2026 | February 10, 2026 WIB Last Updated 2026-02-10T03:51:49Z

Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel suai persidangan. Noel sempat menyinggung Menkeu Purbaya 



D'On, Jakarta — Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel kembali melontarkan pernyataan keras yang menyita perhatian publik. Usai mengikuti sidang kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan, Noel tak hanya membela dirinya, tetapi juga melempar sinyal peringatan serius kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.


Di hadapan awak media di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/2/2026), Noel menegaskan bahwa hingga sidang berjalan sejauh ini, tidak satu pun saksi yang mengaitkan dirinya dengan perkara yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

“Sampai detik ini, tidak ada satu pun saksi mengaitkan perkara yang selama ini diorkestrasi oleh KPK terkait saya. Enggak ada,” tegas Noel.


Klaim Tak Ada Bukti, Noel Tantang Konstruksi Perkara


Noel menyebut seluruh saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum tidak memiliki relevansi langsung dengan posisinya saat menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Menurutnya, dari awal hingga persidangan terakhir, narasi yang dibangun jaksa tidak pernah menyentuh peran dirinya secara konkret.

 

“Tidak ada hubungan antara perkara saya dengan saksi. Dari saksi pertama sampai sekarang!” ujarnya dengan nada tinggi.


Pernyataan ini memperkuat sikap Noel yang sejak awal mengklaim bahwa kasus tersebut lebih sarat kepentingan politik ketimbang penegakan hukum murni.


Singgung Purbaya: “Informasi A1 Tinggal Sejengkal Lagi”


Namun sorotan publik justru memuncak ketika Noel kembali menyebut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengaku khawatir, perkara yang menjerat dirinya dapat menjadi preseden bagi tokoh-tokoh lain di Kabinet Merah Putih yang memiliki kebijakan progresif dan pro-rakyat.


Noel bahkan menyebut Purbaya berpotensi mengalami nasib serupa, atau dalam istilah yang ia ciptakan sendiri, “di-Noel-kan”.

 

“Enggak kalah penting adalah pernyataan saya pertama tentang Pak Purbaya. Artinya semakin terbukti bahwa informasi A1 tinggal sejengkal lagi,” kata Noel.


Ia mengaitkan pernyataannya dengan sikap KPK yang sebelumnya memuji Purbaya.

 

“Kemarin KPK bilang ‘saya angkat topi ke Pak Purbaya’. Lama-lama Pak Purbaya akan angkat koper dari rumahnya untuk ke KPK,” ucap Noel, menyiratkan potensi kriminalisasi terhadap pejabat tertentu.


Peringatan Keras: Banyak Elite Terganggu Kebijakan Menkeu


Noel secara terbuka mengingatkan Purbaya agar lebih waspada dalam menjalankan kebijakan fiskal dan keuangan negara. Menurutnya, sejumlah kebijakan strategis Menteri Keuangan telah mengusik kepentingan elite dan pemain besar yang selama ini nyaman dengan status quo.

 

“Hati-hati Pak Purbaya. Beliau punya kebijakan begitu bagus, tapi banyak elite akan terganggu. Karena banyak pemain-pemain liar di republik ini,” ujarnya.


Noel menilai kebijakan Purbaya yang dinilai tegas dan berorientasi pada kepentingan publik membuat kelompok tertentu merasa terancam, sehingga berpotensi memicu serangan balik melalui instrumen hukum.


Kritik Telak Penegakan Hukum: “Hukum Bisa Dibeli”


Menutup pernyataannya, Noel melontarkan kritik paling tajam terhadap sistem hukum di Indonesia. Ia menyebut praktik penegakan hukum masih rentan dipengaruhi kekuatan modal dan kepentingan.

 

“Ingat, hukum di republik ini bisa dibeli,” kata Noel.


Ia bahkan menyindir KPK dengan istilah kontroversial:

 

“Apalagi yang namanya saya mau bikin yang namanya Komisi Penitipan Kasus (KPK),” ujarnya, menyiratkan dugaan adanya pesanan dalam proses hukum.


Pernyataan Kontroversial yang Berpotensi Memicu Polemik


Pernyataan Noel ini dipastikan akan memicu polemik luas, baik di kalangan penegak hukum maupun elite politik nasional. Di satu sisi, Noel menampilkan diri sebagai korban kriminalisasi. Di sisi lain, tudingannya terhadap sistem hukum dan peringatan kepada Menteri Keuangan membuka ruang spekulasi soal konflik kepentingan, perang elite, dan arah penegakan hukum ke depan.


Publik kini menanti, apakah pernyataan keras Noel hanya sebatas retorika, atau justru menjadi sinyal awal gelombang besar konflik politik dan hukum di lingkar kekuasaan.


(L6)


#KPK #Hukum #Nasional

×
Berita Terbaru Update