-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jet Tempur F-16 dan Super Tucano Mendarat di Jalan Tol Lampung

11 February 2026 | February 11, 2026 WIB Last Updated 2026-02-11T10:00:23Z

Jet Tempur F-16 dan Super Tucano Mendarat di Jalan Tol Lampung



D'On, LAMPUNG — Sejarah baru dunia pertahanan Indonesia tercipta di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), Lampung, Rabu (11/2/2026). Untuk pertama kalinya, pesawat tempur TNI Angkatan Udara (AU) berhasil mendarat dan lepas landas di jalan tol yang difungsikan sebagai landasan pacu alternatif (runway) dalam skema pertahanan negara.


Dua alutsista andalan TNI AU, F-16 Fighting Falcon dan EMB-314 Super Tucano, mendarat dengan mulus di hamparan aspal tol yang biasanya dipadati kendaraan logistik dan mobil pribadi. Momen langka ini langsung menyedot perhatian masyarakat serta menandai babak baru dalam penerapan sistem pertahanan semesta Indonesia.


Uji Coba Perdana, Berjalan Aman dan Lancar


Uji coba ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan, bersama jajaran TNI AU, Kementerian Pekerjaan Umum, operator tol Hutama Karya, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat.


“Ini adalah uji coba pertama pendaratan pesawat tempur di jalan tol di Indonesia. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Dua pesawat tempur, Super Tucano dan F-16, berhasil mendarat dan dilaporkan dalam kondisi aman,” ujar Donny di lokasi.


Menurutnya, keberhasilan ini bukan sekadar demonstrasi kemampuan teknis, melainkan simbol kesiapan pertahanan nasional menghadapi berbagai kemungkinan ancaman di masa depan.


Tol sebagai Runway: Strategi Pertahanan Semesta


Donny menegaskan, pendaratan jet tempur di jalan tol merupakan bagian penting dari konsep pertahanan semesta, di mana seluruh elemen bangsa terlibat dalam menjaga kedaulatan negara.


“Pertahanan bukan hanya urusan TNI. Ini adalah kerja bersama seluruh elemen bangsa pemerintah pusat, daerah, BUMN, hingga masyarakat,” jelasnya.


Uji coba ini menjadi wujud nyata amanat Undang-Undang Dasar 1945, bahwa bela negara bukan hanya dilakukan saat perang, melainkan juga melalui kesiapsiagaan infrastruktur sipil yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pertahanan.


Tantangan Teknis: Runway Sempit, Risiko Tinggi


Salah satu aspek paling krusial dalam uji coba ini adalah lebar jalan tol yang hanya sekitar 24 meter, jauh lebih sempit dibandingkan landasan pacu bandara konvensional yang umumnya memiliki lebar 45 hingga 60 meter.


“Dengan lebar seperti ini, tingkat risikonya sangat tinggi. Tapi penerbang TNI AU memang sudah dilatih untuk mendarat di runway sempit. Profesionalisme dan jam terbang mereka terbukti,” ungkap Donny.


Pendaratan jet tempur berkecepatan tinggi di ruang terbatas menuntut presisi ekstrem, mulai dari pengaturan kecepatan, sudut pendaratan, hingga pengereman dalam jarak yang terbatas. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan kualitas sumber daya manusia TNI AU yang setara dengan standar internasional.


Roadmap Nasional: Jalan Tol Siap Jadi Landasan Darurat


Ke depan, pemerintah berencana mengembangkan konsep serupa di berbagai wilayah Indonesia, terutama di pulau-pulau besar dan wilayah strategis. Jalan tol dan jalan nasional akan dirancang dengan spesifikasi tertentu agar dapat difungsikan sebagai pangkalan udara alternatif saat pangkalan utama mengalami gangguan.


“Kita sudah memiliki roadmap. Ke depan, pembangunan jalan tol akan disesuaikan dengan spesifikasi yang memenuhi syarat sebagai runway,” kata Donny.


Konsep ini sejalan dengan strategi pertahanan berbasis kepulauan, di mana Indonesia tidak bergantung pada satu atau dua pangkalan udara utama, melainkan memiliki banyak titik alternatif yang siap digunakan kapan pun dibutuhkan.


Tonggak Penting Pertahanan Modern Indonesia


Keberhasilan pendaratan F-16 dan Super Tucano di Jalan Tol Terpeka bukan hanya prestasi teknis, tetapi juga tonggak penting transformasi pertahanan Indonesia. Infrastruktur sipil kini tidak lagi berdiri terpisah dari sistem pertahanan, melainkan menjadi bagian integral dari strategi menjaga kedaulatan negara.


Dari aspal jalan tol di Lampung, Indonesia mengirim pesan kuat: negara siap, TNI sigap, dan seluruh elemen bangsa bersatu dalam menjaga pertahanan nasional.


(L6)


#TNIAU #Militer #Nasional 

×
Berita Terbaru Update