-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Badan Geologi Dalami Dugaan Sungai Bawah Tanah di Balik Fenomena Sinkhole Situjuah

11 February 2026 | February 11, 2026 WIB Last Updated 2026-02-11T04:51:54Z

Sinkhole Situjuah 



D'On, Limapuluh Kota Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengintensifkan penelitian terhadap fenomena sinkhole atau amblesan tanah yang muncul di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Salah satu fokus utama kajian saat ini adalah memastikan keberadaan sungai bawah tanah yang diduga kuat menjadi pemicu utama terbentuknya lubang raksasa tersebut.


Ahli Geologi Teknik Badan Geologi Kementerian ESDM, Taufiq Wira Buana, menjelaskan bahwa tim peneliti kini sedang memusatkan perhatian pada penelusuran sistem aliran air di bawah permukaan tanah, termasuk berbagai permasalahan geologi yang menyertainya.

 

“Saat ini kami fokus memastikan apakah benar terdapat sungai bawah tanah di area sinkhole, sekaligus mengidentifikasi karakter dan permasalahan yang ada di sistem bawah permukaan tersebut,” ujar Taufiq saat dihubungi di Limapuluh Kota, Selasa.


Fenomena sinkhole di Situjuah pertama kali teridentifikasi pada 4 Januari 2026. Sejak saat itu, Badan Geologi telah melakukan dua tahapan penelitian untuk mengungkap penyebab dan potensi risiko lanjutan dari kejadian tersebut.


Dua Tahap Penelitian Geologi


Taufiq mengungkapkan, tahap pertama penelitian dilakukan dalam bentuk kajian cepat (rapid assessment) yang bertujuan mengidentifikasi secara awal karakter sinkhole serta faktor-faktor yang memicunya. Hasil kajian awal tersebut kemudian menjadi dasar pelaksanaan penelitian tahap kedua.


Tahap lanjutan ini telah berlangsung sejak 2 hingga 11 Februari 2026, dengan cakupan kajian yang lebih mendalam. Selain menelusuri kemungkinan keberadaan sungai bawah tanah, tim juga melakukan pemetaan radius aman dan menghitung potensi pelebaran atau perluasan sinkhole di masa mendatang.


“Berdasarkan analisis sementara, sinkhole di Situjuah masih memiliki potensi untuk melebar. Karena itu, penentuan zona aman menjadi sangat penting untuk mitigasi risiko,” jelasnya.


Ukuran Sinkhole dan Kondisi Geologi


Data sementara menunjukkan sinkhole yang terbentuk pada material vulkanik atau endapan gunung api tersebut memiliki diameter sekitar 7,4 meter dengan kedalaman mencapai delapan meter. Karakter tanah vulkanik yang relatif berongga dinilai rentan terhadap pelarutan dan pengikisan oleh aliran air bawah tanah.


Untuk mendukung penelitian tahap kedua, tim Badan Geologi membawa sejumlah peralatan utama, di antaranya alat pengukur kekuatan dan kestabilan tanah, perangkat pendeteksi rongga bawah tanah, serta instrumen untuk mengetahui apakah rongga tersebut terisi air atau dalam kondisi kosong. Selain itu, dilakukan pula pengujian kualitas air guna menelusuri sumber dan pola aliran air yang berperan dalam pembentukan sinkhole.

 

“Kami ingin memperoleh data yang lebih presisi, terutama terkait dari mana asal air yang berperan dalam proses terbentuknya sinkhole ini,” kata Taufiq.


Dugaan Sungai Bawah Tanah Kian Menguat


Berdasarkan hasil kajian awal, Badan Geologi menduga kuat adanya sungai bawah tanah yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Dugaan tersebut nantinya akan diperkuat melalui analisis laboratorium terhadap sampel tanah dan air yang saat ini sedang dikumpulkan di lapangan.


Seluruh sampel tersebut akan diuji lebih lanjut di laboratorium Badan Geologi di Bandung, Jawa Barat, guna memastikan karakteristik geologi dan hidrologi kawasan secara menyeluruh.


Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menentukan langkah penanganan dan mitigasi risiko jangka panjang, sekaligus melindungi keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi sinkhole.


(Mond)


#Peristiwa #Sinkhole #Daerah #KabupatenLimapuluhKota

×
Berita Terbaru Update