-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

400 Paket Takjil Dibagikan, AKBP Agung Tribawanto Hadirkan Wajah Humanis Polres Pasaman Barat di Ramadan 1447 H

27 February 2026 | February 27, 2026 WIB Last Updated 2026-02-27T11:13:53Z

400 Paket Takjil Dibagikan, AKBP Agung Tribawanto Hadirkan Wajah Humanis Polres Pasaman Barat di Ramadan 1447 H



D'On, Pasaman Barat - Langit sore di Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (26/2/2026), tampak sedikit temaram ketika jarum jam mendekati pukul 16.30 WIB. Arus kendaraan yang melintas di jalan utama depan Markas Kepolisian Resor setempat perlahan melambat. Bukan karena kemacetan, melainkan karena pemandangan berbeda yang hadir di bulan suci Ramadan 1447 H.


Di depan gerbang Polres Pasaman Barat, sosok Kapolres Agung Tribawanto berdiri menyapa pengendara satu per satu. Seragam cokelatnya tampak kontras dengan senyum hangat yang tak lepas dari wajahnya. Di sampingnya, Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat, Panca Agung, bersama para pengurus Bhayangkari, sigap menyerahkan paket-paket takjil kepada masyarakat yang melintas.


Sebanyak 400 paket takjil sore itu dibagikan. Isinya sederhana makanan ringan dan minuman untuk berbuka namun maknanya jauh lebih besar dari sekadar pelepas dahaga.


Ramadan dan Wajah Humanis Polri


Bulan Ramadan selalu menghadirkan ruang refleksi, bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi institusi. Di tengah rutinitas tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran kepolisian memilih turun langsung menyapa warga dalam suasana yang lebih cair dan penuh kehangatan.


“Ini adalah bentuk kepedulian dan kebersamaan kami dengan masyarakat di bulan yang penuh berkah ini,” ujar AKBP Agung Tribawanto di sela kegiatan.


Baginya, berbagi takjil bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum ini menjadi jembatan emosional antara aparat dan masyarakat menghapus sekat formalitas yang kerap terasa dalam interaksi sehari-hari.


Satu per satu pengendara roda dua, mobil pribadi, hingga pejalan kaki menerima bingkisan takjil. Sebagian tampak terkejut, lalu tersenyum. Ada yang menundukkan kepala tanda terima kasih, ada pula yang menyempatkan diri berbincang singkat sebelum melanjutkan perjalanan.


Bhayangkari dan Semangat Berbagi


Kehadiran Bhayangkari menambah nuansa kekeluargaan dalam kegiatan tersebut. Ny. Panca Agung terlihat aktif berinteraksi, memastikan pembagian berjalan tertib dan merata.


Menurutnya, berbagi di bulan Ramadan memiliki nilai spiritual sekaligus sosial. “Berbagi takjil bukan hanya memberikan makanan untuk berbuka, tetapi juga menebar kebaikan dan mempererat tali persaudaraan,” tuturnya.


Bagi Bhayangkari Cabang Pasaman Barat, kegiatan sosial seperti ini menjadi wujud dukungan nyata terhadap tugas Polri, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam membangun kedekatan sosial dengan masyarakat.


Jalan Raya, Menjelang Magrib


Menjelang azan Magrib, suasana semakin syahdu. Cahaya matahari yang mulai condong ke barat memantulkan warna keemasan di aspal jalan. Para pengendara yang menerima takjil tampak memperlambat laju kendaraan, beberapa memilih berhenti sejenak untuk mengucapkan terima kasih.


Seorang pengemudi ojek online mengaku bersyukur karena masih berada di jalan saat waktu berbuka tiba. “Lumayan sekali, Pak. Tadi belum sempat beli apa-apa,” ucapnya singkat dengan wajah sumringah.


Bagi masyarakat yang tengah berpacu dengan waktu untuk sampai ke rumah, paket takjil tersebut menjadi penolong sederhana namun berarti. Terlebih bagi mereka yang harus tetap bekerja hingga sore hari.


Menjaga Kamtibmas dengan Sentuhan Empati


Lebih dari sekadar berbagi makanan, kegiatan ini juga membawa pesan penting: keamanan dan ketertiban bukan hanya soal patroli dan penegakan hukum, tetapi juga soal kehadiran yang dirasakan.


Kapolres menegaskan, Ramadan adalah momentum tepat untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih humanis, diharapkan tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.


Kegiatan berlangsung tertib hingga menjelang waktu berbuka. Tidak ada kerumunan berlebihan, tidak ada gangguan arus lalu lintas. Semua berjalan dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.


Ramadan yang Menguatkan Ikatan


Di tengah dinamika tugas kepolisian yang kerap diwarnai tantangan, sore itu menjadi pengingat bahwa kehadiran aparat juga bisa dirasakan melalui sentuhan kecil yang bermakna.


Empat ratus paket takjil mungkin habis dalam hitungan menit. Namun nilai kepedulian yang ditebarkan, sapaan hangat yang terucap, dan senyum yang saling bertukar akan tinggal lebih lama dalam ingatan masyarakat.


Ramadan di Pasaman Barat tahun ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia juga tentang memperkuat ikatan, menumbuhkan empati, dan menghadirkan wajah humanis Polri di tengah masyarakat.


(Mond)


#Polri #Ramadan #PolresPasamanBarat 

×
Berita Terbaru Update