Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Trump Tegaskan AS Akan Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap, Picu Kontroversi Global

Presiden Donald Trump diapit Direktur CIA John Ratcliffe dan Menlu Marco Rubio, saat meninjau operasi militer AS di Venezuela, dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Sabtu (3/1). Foto: @realDonaldTrump via reuters

D'On, Amerika Serikat
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras yang mengguncang panggung politik internasional. Dalam konferensi pers yang digelar Minggu (4/1), Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih pengelolaan Venezuela untuk sementara waktu setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Trump menyatakan langkah tersebut diperlukan guna memastikan proses transisi kekuasaan di Venezuela berlangsung aman, tertib, dan tidak mengulang kegagalan yang menurutnya telah terjadi selama puluhan tahun terakhir.

“Kita akan menjalankan negara ini sampai kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. Kita tidak ingin orang lain masuk dan menciptakan situasi yang sama seperti yang kita alami selama bertahun-tahun terakhir,” ujar Trump.

Menurut Trump, kehadiran Amerika Serikat di Venezuela bukanlah bentuk pendudukan permanen, melainkan langkah sementara untuk mengamankan stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan nasional negara Amerika Latin tersebut.

Alasan AS: Transisi, Stabilitas, dan Kepentingan Rakyat

Trump menekankan bahwa kebijakan ini diklaim demi kepentingan rakyat Venezuela, termasuk jutaan warga Venezuela yang saat ini hidup sebagai pengungsi dan migran di berbagai negara, terutama di Amerika Serikat.

“Kami menginginkan perdamaian, kebebasan, dan keadilan bagi rakyat Venezuela yang hebat. Banyak dari mereka sekarang tinggal di Amerika Serikat dan ingin kembali ke tanah air mereka,” kata Trump.

Venezuela selama bertahun-tahun mengalami krisis multidimensi—mulai dari hiperinflasi, kelangkaan pangan dan obat-obatan, hingga eksodus besar-besaran penduduk. Washington kerap menuding pemerintahan Maduro sebagai penyebab utama krisis tersebut akibat korupsi, salah kelola ekonomi, dan pelanggaran hak asasi manusia.

Kekhawatiran AS dan Narasi “Jangan Salah Kelola Lagi”

Trump juga menyatakan kekhawatiran bahwa jika Amerika Serikat tidak turun tangan, Venezuela berpotensi kembali jatuh ke tangan pihak-pihak yang dianggap tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat.

“Kita tidak bisa mengambil risiko bahwa orang lain mengambil alih Venezuela tanpa memikirkan kesejahteraan rakyatnya. Kita telah mengalami hal itu selama beberapa dekade. Kita tidak akan membiarkan itu terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran AS akan berlangsung hingga terbentuk pemerintahan transisi yang dinilai sah, stabil, dan mampu menjalankan negara secara mandiri.

Reaksi Internasional dan Potensi Polemik Hukum

Pernyataan Trump tersebut berpotensi memicu gelombang kritik internasional. Pengambilalihan pengelolaan sebuah negara berdaulat oleh kekuatan asing berisiko melanggar prinsip kedaulatan nasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut dapat memperburuk ketegangan geopolitik, khususnya dengan negara-negara yang selama ini mendukung Maduro, seperti Rusia, China, dan Iran. Di kawasan Amerika Latin sendiri, intervensi langsung AS berpotensi membangkitkan trauma sejarah panjang campur tangan Washington di wilayah tersebut.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Venezuela maupun konfirmasi independen terkait penangkapan Nicolas Maduro sebagaimana disebutkan Trump.

Masa Depan Venezuela di Persimpangan

Pernyataan ini menempatkan Venezuela di titik persimpangan baru. Di satu sisi, sebagian pihak melihatnya sebagai peluang perubahan setelah krisis berkepanjangan. Di sisi lain, banyak yang khawatir langkah ini justru membuka babak baru konflik dan ketidakstabilan.

Trump menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan pergi sebelum transisi yang “tepat dan bijaksana” benar-benar terwujud.

“Kita sudah sampai di sana sekarang, dan kita akan tetap di sana sampai transisi yang tepat dapat terjadi,” tandasnya.

Perkembangan selanjutnya akan menjadi sorotan dunia, mengingat dampaknya tidak hanya bagi Venezuela, tetapi juga bagi tatanan politik dan hukum internasional.

(Reuters)

#Internasional #AmerikaSerikat #DonaldTrump