Gempur Tiga Markas KKB di Papua, 115 Prajurit “Pasukan Siluman” Denjaka hingga Kopassus Raih Kenaikan Pangkat Luar Biasa

115 Pasukan Siluman Denjaka hingga Kopassus Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa
D'On, Timika, Papua Tengah — Operasi militer berskala senyap namun mematikan yang digelar Tentara Nasional Indonesia (TNI) di jantung Papua Tengah berbuah apresiasi tertinggi dari negara. Sebanyak 155 prajurit TNI menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) setelah sukses menggempur dan menguasai tiga markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam operasi terpadu di wilayah rawan konflik.
Upacara penganugerahan KPLB dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan digelar secara khidmat di Timika, Minggu (4/1/2026).
Dari jumlah tersebut, 115 personel berasal dari Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi Habema, dua satuan tempur strategis yang selama ini berada di garis depan operasi pengamanan Papua.
Operasi Senyap, Target Vital KKB Lumpuh
Operasi yang mengantarkan para prajurit pada kenaikan pangkat ini bukan operasi biasa. Dalam misi yang dirancang dengan tingkat kerahasiaan tinggi, pasukan gabungan TNI berhasil menembus dan menguasai tiga markas utama KKB di lokasi berbeda.
Aksi ini dinilai strategis karena markas-markas tersebut diduga menjadi:
- pusat konsolidasi logistik,
- lokasi perencanaan serangan,
- serta tempat persembunyian pimpinan dan anggota KKB.
Keberhasilan operasi tersebut sekaligus memutus rantai pergerakan kelompok bersenjata yang selama ini mengganggu stabilitas keamanan di Papua Tengah.
Negara Hadir, Prestasi Dibalas Kehormatan
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa KPLB bukan sekadar kenaikan pangkat administratif, melainkan penghargaan negara atas keberanian dan pengorbanan prajurit di medan tugas.
“Pemberian Kenaikan Pangkat Luar Biasa merupakan bentuk perhatian pimpinan TNI terhadap prajurit yang telah menunjukkan kinerja optimal serta pengabdian yang tinggi dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan negara,” ujar Sjafrie.
Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pemantik semangat bagi seluruh prajurit TNI untuk terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi.
Panglima TNI: Tak Ada Batas Selama Berprestasi
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menekankan bahwa KPLB diberikan secara objektif dan tidak dibatasi kuota, selama prajurit menunjukkan prestasi luar biasa.
“Penghargaan dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa ini diberikan kepada prajurit TNI yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa. Ini adalah bentuk apresiasi negara atas pengabdian dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sistem penghargaan ini akan terus berjalan sebagai bentuk keadilan dan motivasi di tubuh TNI.
Pasukan Elite Lintas Matra Turun Gunung
Ratusan prajurit penerima KPLB berasal dari pasukan elite lintas matra, yang dikenal sebagai ujung tombak pertahanan negara, antara lain:
- Kopassus (TNI AD)
- Kostrad (TNI AD)
- Korps Marinir (TNI AL)
- Detasemen Jala Mangkara (Denjaka)
Dalam upacara tersebut, para prajurit tampil gagah dengan baret kebanggaan masing-masing satuan, menjadi simbol kehormatan, keberanian, dan pengabdian tanpa pamrih.
Simbol Ketegasan Negara di Papua
Pemberian KPLB ini bukan hanya penghargaan personal, tetapi juga pesan tegas negara bahwa:
- TNI hadir menjaga rakyat,
- kejahatan bersenjata tidak dibiarkan,
- dan setiap pengabdian akan dihargai setinggi-tingginya.
Keberhasilan operasi ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan Papua sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Okz)
#TNI #Militer #Nasional #KKB