Waspadai Virus HMPV, Berisiko Tinggi bagi Penderita Diabetes hingga Penyakit Jantung

Waspadai Virus HMPV, Berisiko untuk Pasien Diabetes hingga Jantung. (Foto: Freepik)
Dirgantaraonline - Wabah Human Metapneumovirus (HMPV) yang tengah meningkat di China kini menjadi perhatian dunia internasional. Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akibat virus ini dilaporkan terjadi secara signifikan, terutama di wilayah China bagian utara, memicu kewaspadaan berbagai negara, termasuk Indonesia.
HMPV merupakan virus pernapasan yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001 dan diketahui menyebar dengan cepat melalui droplet, kontak dekat, serta permukaan yang terkontaminasi. Virus ini memiliki kemiripan dengan Respiratory Syncytial Virus (RSV) dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan mulai dari ringan hingga berat.
Berisiko Tinggi bagi Kelompok Rentan
Meski umumnya tidak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat, HMPV dapat menimbulkan komplikasi serius pada kelompok rentan. Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, drg. Widyawati, menegaskan bahwa anak-anak, lansia, serta individu dengan daya tahan tubuh lemah perlu memberikan perhatian khusus terhadap virus ini.
“Virus ini memang sering menimbulkan gejala ringan, namun berisiko lebih tinggi bagi anak-anak, lansia, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk penderita penyakit kronis seperti diabetes, gangguan pernapasan, dan penyakit jantung,” ujar drg. Widyawati, dikutip dari laman resmi Kemenkes, Minggu (4/1/2026).
Pada kelompok tersebut, infeksi HMPV dapat berkembang menjadi bronkiolitis, pneumonia, hingga gagal napas, terutama bila disertai penyakit penyerta (komorbid).
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala infeksi HMPV umumnya menyerupai flu dan infeksi saluran pernapasan lainnya, antara lain:
- Demam
- Batuk
- Pilek atau hidung tersumbat
- Sakit tenggorokan
- Sesak napas
- Lemas dan nyeri tubuh
Pada kasus berat, terutama pada pasien dengan penyakit kronis, gejala dapat berkembang menjadi penurunan saturasi oksigen dan membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Belum Ada Vaksin dan Obat Spesifik
Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun obat antivirus khusus untuk HMPV. Penanganan yang dilakukan masih bersifat suportif, seperti:
- Pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi
- Pengendalian demam
- Istirahat cukup
- Terapi oksigen pada kasus berat
Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi.
Kondisi di Indonesia Masih Aman, Namun Tetap Waspada
Kementerian Kesehatan RI menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan laporan kasus HMPV di Indonesia. Meski demikian, pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan,” tambah drg. Widyawati.
Langkah Pencegahan yang Dianjurkan
Untuk menekan risiko penularan, Kemenkes menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain:
- Rajin mencuci tangan dengan sabun
- Menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan
- Menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi
- Istirahat cukup dan olahraga teratur
- Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
Pesan Kemenkes: Tetap Tenang, Jangan Panik
Pemerintah menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dan disiplin menjaga kesehatan.
“Jangan panik, tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan guna mencegah risiko penularan virus ini,” tutup drg. Widyawati.
Dengan kewaspadaan bersama dan informasi yang tepat, risiko penyebaran HMPV dapat ditekan, sekaligus melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap dampak virus ini.
(*)
#VirusHMPV #Kesehatan #Gayahidup