Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Trump Klaim sebagai Presiden Sementara Venezuela

Donald Trump 

D'On, Amerika Serikat -
 Krisis politik Venezuela memasuki babak baru setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kehebohan global dengan mengklaim dirinya sebagai “presiden sementara Venezuela.” Klaim tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada 11 Januari 2026, berupa tangkapan layar halaman Wikipedia yang menampilkan tambahan gelar di bawah potret resminya.

Tampilan itu memuat keterangan: “Presiden sementara Venezuela, menjabat Januari 2026.” Meski tulisan tersebut kemudian menghilang dari laman Wikipedia pada 12 Januari, unggahan Trump terlanjur menyebar luas dan menambah ketegangan diplomatik antara Washington dan Caracas.

Bermula dari Operasi Militer dan Penangkapan Maduro

Kontroversi ini tak lepas dari operasi militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2026 yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya. Operasi mendadak itu dilakukan menyusul memanasnya ketegangan mengenai legitimasi pemerintahan Maduro serta kepentingan strategis AS atas minyak Venezuela.

Dalam konferensi pers setelah operasi tersebut, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “menjalankan Venezuela hingga tercapai transisi yang aman, tepat, dan bijaksana.” Pernyataan itu menimbulkan tafsir bahwa Washington tengah memosisikan diri tidak hanya sebagai pengaruh eksternal, tetapi juga sebagai pihak yang mengendalikan pemerintahan di Caracas.

Pernyataan Pejabat AS Saling Bertentangan

Namun sikap Trump tersebut tidak sepenuhnya selaras dengan pejabat tinggi pemerintahannya.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio serta Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa Washington hanya:

  • menggunakan pengaruh diplomatik
  • mendorong pembentukan kepemimpinan sementara
  • tidak bermaksud mengambil alih pemerintahan Venezuela secara langsung

Meski demikian, Trump tetap bersikukuh menyatakan bahwa “kami yang berkuasa”, memperkuat kesan bahwa AS akan memainkan peran dominan dalam masa transisi Venezuela.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump bahkan menyebut kemungkinan Amerika Serikat mengendalikan Venezuela serta mengekstraksi minyaknya selama bertahun-tahun ke depan.

Venezuela Sudah Melantik Presiden Sementara Sendiri

Di sisi lain, pemerintahan Venezuela secara resmi melantik mantan wakil presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara menggantikan Maduro. Rodríguez awalnya menepis anggapan akan bekerja sama dengan Trump, namun kemudian memberi sinyal keterbukaan.

Dalam unggahan pada 4 Januari, Rodríguez menyatakan:

“Kami mengundang pemerintah Amerika Serikat untuk berkolaborasi dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama, dalam kerangka hukum internasional.”

Langkah ini menunjukkan upaya Caracas menjaga ruang diplomasi di tengah tekanan politik dan militer yang meningkat.

Klaim Trump Dinilai Simbolik, Tanpa Dasar Formal

Peninjauan laman Wikipedia Donald Trump pada 12 Januari memperlihatkan bahwa gelar “Presiden Sementara Venezuela” tidak lagi tercantum. Hal ini menandakan bahwa klaim tersebut lebih bersifat simbolik ketimbang legal.

Sejumlah analis menyebut:

  • tidak ada dasar konstitusional Venezuela
  • tidak ada pengakuan internasional
  • tidak ada mandat hukum internasional

yang memungkinkan Trump menyandang jabatan presiden sementara Venezuela.

Tekanan AS ke Venezuela Terus Meningkat

Beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat telah meningkatkan tekanan terhadap Venezuela, meliputi:

  • operasi terhadap kapal yang diduga menyelundupkan narkoba
  • penguatan kehadiran militer di kawasan Karibia
  • peringatan penerbangan untuk menghindari wilayah udara Venezuela

Trump secara terbuka menyebut Maduro sebagai “diktator ilegal” dan menyalahkan pemerintahannya atas keruntuhan ekonomi Venezuela sejak 2013. Pemilu 2024 yang dipenuhi sengketa semakin memperkeruh legitimasi politik di negara tersebut.

Klaim yang Memperkeruh Geopolitik

Klaim Trump sebagai presiden sementara tidak hanya menjadi persoalan komunikasi politik, melainkan juga:

  • menimbulkan ketidakjelasan arah kebijakan luar negeri AS
  • memicu kecaman negara-negara Amerika Latin
  • meningkatkan ketegangan kawasan kaya minyak dan gas

Banyak pengamat menilai tindakan tersebut berpotensi menyeret kawasan menuju konflik berkepanjangan dan memperburuk krisis kemanusiaan di Venezuela.

Klaim Donald Trump sebagai “presiden sementara Venezuela” menjadi simbol dari kerasnya intervensi politik Amerika Serikat, namun belum memiliki landasan formal maupun pengakuan internasional. Di sisi lain, Venezuela kini dipimpin oleh Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara, sementara masa depan negara itu masih bergantung pada tarik-menarik pengaruh antara:

  • pemerintahan internal
  • oposisi politik
  • kepentingan strategis Amerika Serikat

Krisis ini menempatkan Venezuela pada persimpangan sejarah  antara kedaulatan negara, intervensi asing, dan perebutan kepemimpinan di tengah gejolak geopolitik global.

(*)

#Internasional #DonaldTrump #AmerikaSerikat