Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perusahaan Hashim Djojohadikusumo Caplok 75% PI Blok Natuna

Ilustrasi blok Migas Natuna. Sumber: Kementerian ESDM

D'On, Jakarta —
Arsari Group, perusahaan yang berada di bawah kendali pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo, resmi mengakuisisi mayoritas kepemilikan di salah satu blok migas strategis di Laut Natuna. Lewat anak usahanya, PT Nations Natuna Barat (NNB), Arsari mengambil alih 75 persen participating interest (PI) non-operator pada Production Sharing Contract (PSC) Duyung dari Conrad Asia Energy Ltd.

Langkah ini menandai salah satu aksi korporasi penting di sektor migas Indonesia, mengingat Blok Natuna Barat selama ini dikenal sebagai kawasan dengan potensi cadangan gas raksasa serta menempati posisi vital dalam peta ketahanan energi nasional.

Nilai Transaksi Rp269,9 Miliar, Dibayar Bertahap

Berdasarkan keterbukaan informasi Conrad Asia Energy Ltd., dokumen transaksi diteken pada November 2025. Arsari Group sepakat mengucurkan dana sekitar US$ 16 juta atau setara Rp269,9 miliar (asumsi kurs Rp16.871 per dolar AS).

Pembayaran dilakukan secara bertahap:

  • US$ 5 juta pada tahap pertama
  • US$ 4 juta pada tahap kedua
  • US$ 7 juta pada tahap ketiga

Skema bertahap tersebut lazim diterapkan dalam akuisisi aset migas bernilai besar karena menyangkut serangkaian tahapan persetujuan teknis serta regulasi pemerintah.

Setelah transaksi rampung, West Natuna Exploration Limited (WNEL), anak usaha Conrad, masih akan memegang 25 persen participating interest, tetap dengan catatan tunduk pada persetujuan Pemerintah Indonesia.

Apa itu Participating Interest?

Participating interest (PI) adalah porsi kepemilikan, hak, sekaligus kewajiban dalam suatu wilayah kerja migas. Pemegang PI:

  • berhak atas hasil produksi sesuai persentase kepemilikan
  • berkewajiban menanggung biaya eksplorasi, pengembangan, hingga produksi

Dalam struktur PSC Duyung:

  • NNB/Arsari berstatus non-operator PI holder
  • posisi operator tetap dijalankan oleh entitas yang ditunjuk dalam kontrak PSC

Status non-operator berarti Arsari tidak menangani langsung operasi lapangan, namun tetap memperoleh hak ekonomi dan eksposur bisnis strategis dari blok tersebut.

PSC Duyung: Blok Gas Bernilai Strategis

PSC Duyung terletak di Laut Natuna Barat, wilayah yang selama puluhan tahun dikenal kaya cadangan gas dan menjadi salah satu fokus pengembangan migas nasional. Blok ini disebut memiliki:

  • peluang monetisasi gas jangka panjang
  • akses pasar potensial domestik dan regional
  • peran penting dalam diversifikasi sumber energi

Pengembangan blok gas di Natuna juga bersinggungan dengan isu:

  • ketahanan energi nasional
  • pemenuhan kebutuhan gas untuk industri dan pembangkit listrik
  • penguatan posisi Indonesia dalam peta energi Asia Tenggara

Sinyal Ekspansi Bisnis Hashim Djojohadikusumo

Akuisisi ini memperlihatkan langkah serius Arsari Group memperluas portofolio bisnis energi, setelah sebelumnya perusahaan tersebut lebih dikenal di sektor pertambangan, agribisnis, dan logistik.

Masuknya Arsari ke blok strategis Natuna:

  • menunjukkan kepercayaan diri investor domestik terhadap prospek gas
  • memperkuat peran konglomerasi nasional di sektor energi hulu
  • berpotensi mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri

Menanti Persetujuan Pemerintah

Meski dokumen transaksi telah diteken, langkah ini masih menunggu persetujuan penuh dari pemerintah melalui otoritas terkait sektor migas. Proses tersebut meliputi:

  • evaluasi kelayakan finansial dan teknis
  • kepatuhan terhadap regulasi migas dan PSC
  • penyesuaian struktur kepemilikan dalam kontrak

Jika seluruh proses berjalan mulus, Arsari Group akan resmi menjadi pemegang mayoritas salah satu aset gas paling strategis di Indonesia.

Akuisisi 75 persen participating interest PSC Duyung oleh Arsari Group tidak hanya sekadar transaksi bisnis. Langkah ini membawa implikasi yang lebih luas:

  • peta penguasaan aset energi nasional berubah
  • potensi peningkatan investasi di Laut Natuna terbuka
  • penguatan pasokan gas untuk kebutuhan jangka panjang Indonesia

Publik kini menanti dua hal: bagaimana arah pengembangan Blok Duyung ke depan, serta sejauh mana langkah ini akan berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

(T)

#HashimDjojohadikusumo #Nasional #Ekonomi #GasNasional