Saat Air Surut, Kepedulian Mengalir Dinas Perpusip Padang Goro di Tabing Banda Gadang

Wujud Empati Disperpusip Goro di Tabing Banda Gadang
D'On, Padang - Bencana datang tiba-tiba. Merobohkan dinding rumah, menyapu kenangan, dan menyisakan lumpur di sudut-sudut kehidupan. Namun ada satu hal yang tetap bertahan di tengah puing dan air mata: kepedulian.
Di Tabing Banda Gadang, Kota Padang, langkah-langkah kecil itu nyata wujudnya. Pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang bergandengan tangan dengan warga, bahu-membahu membersihkan sisa lumpur, menyingkirkan kayu dan puing, serta menata kembali harapan yang sempat tergelincir bersama banjir bandang.
Tak ada sorak, tak ada panggung. Hanya sapu, sekop, dan tangan yang saling menguatkan. Di antara wajah lelah para warga, ada senyum kecil yang kembali tumbuh saat rumah dan lingkungan mereka perlahan pulih. Di sanalah makna gotong royong terasa paling dalam bukan sekadar kerja bersama, tetapi merawat rasa kemanusiaan.
Anak-anak yang sempat kehilangan tempat bermain kembali melihat halaman yang mulai bersih. Para orang tua yang sempat bingung harus memulai dari mana, kini tidak lagi merasa sendirian. Setiap tenaga yang dikerahkan, betapa pun kecil, menjadi cahaya di tengah masa sulit.
Bencana memang menguji. Namun kebersamaan membuktikan bahwa Padang tidak berdiri sendiri. Pemulihan pascabencana bukan sekadar soal fisik yang dibenahi, tetapi juga jiwa yang dipulihkan. Melalui gotong royong ini, Dispusip Kota Padang menunjukkan bahwa ASN bukan hanya bekerja di balik meja, tetapi hadir bersama masyarakat saat duka datang.
Semoga langkah kecil ini menjadi arti besar bagi sesama sebab dari kepedulian, selalu lahir kekuatan untuk bangkit.
Padang bangkit, karena warganya saling menguatkan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, mengatakan bahwa kegiatan gotong royong ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah warganya.
“Kami tidak hanya datang membawa peralatan, tetapi juga membawa kepedulian. Warga yang terdampak tidak boleh merasa sendirian. Kami ingin memastikan bahwa setiap tangan yang terulur hari ini menjadi kekuatan bagi mereka untuk bangkit kembali,” ujar Heriza Syafani, kepada dirgantaraonline, Minggu (11/1/2025).
Ia menambahkan, bencana banjir bandang ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial adalah kunci pemulihan.
“Saat bencana datang, banyak yang hilang: harta benda, tempat tinggal, bahkan rasa aman. Namun ada satu hal yang tidak boleh hilang, yaitu rasa saling peduli. ASN harus hadir tidak hanya sebagai abdi negara, tetapi juga sebagai sesama manusia yang merasakan duka korban,” lanjutnya.
Heriza juga menyampaikan harapannya bagi warga yang terdampak.
“Semoga kegiatan ini meringankan beban saudara-saudara kita. Langkah kecil yang kita lakukan bersama hari ini akan menjadi pijakan besar untuk Padang bangkit kembali,” tutupnya.
(Mond)
#DispusipPadang #GotongRoyong #PadangBangkit #Pascabencana #ASNBergerak