Rem Blong, Truk Pengangkut Alat Berat Picu Tabrakan Beruntun di Sitinjau Lauik: Lima Kendaraan Terlibat, Satu Minibus Terjun ke Jurang
|
“Kondisi truk pengangkut alat berat yang terlibat kecelakaan dan menabrak lima kendaraan di kawasan Kelok Banto, Sitinjau Lauik, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan.” |
D'On, Padang — Kecelakaan beruntun terjadi di jalur rawan Sitinjau Lauik, tepatnya di kawasan Kelok Banto, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (7/1) sekitar pukul 05.10 WIB. Sebuah truk pengangkut alat berat mengalami kegagalan sistem pengereman (rem blong) saat melaju di jalan menurun, sehingga kehilangan kendali dan memicu tabrakan beruntun yang melibatkan lima kendaraan.
Truk yang datang dari arah Solok menuju Kota Padang itu melaju dengan kecepatan tinggi dan tak mampu dikendalikan sopir. Truk kemudian menghantam sejumlah kendaraan lain yang melintas dari arah berlawanan. Benturan keras tidak terelakkan, bahkan satu unit minibus terpental dan terperosok ke jurang di sisi tebing Sitinjau Lauik.
Meski kecelakaan tampak dramatis, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun sejumlah kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, sementara arus lalu lintas di jalur utama Padang–Solok sempat lumpuh dan menimbulkan kemacetan panjang.
Kronologi Kejadian
Kepala Unit Turjawali Satlantas Polresta Padang, Iptu Aria Azhari, membenarkan insiden tersebut.
Menurutnya, kecelakaan bermula saat truk pengangkut alat berat yang melaju dari arah Solok mengalami rem blong ketika memasuki jalur menurun Sitinjau Lauik — kawasan yang dikenal dengan tikungan tajam dan kemiringan ekstrem.
“Truk kemudian kehilangan kendali dan menghantam kendaraan yang melaju dari arah berlawanan atau menuju Solok,” jelas Iptu Aria.
Total terdapat lima kendaraan yang terlibat, terdiri atas empat kendaraan besar dan satu unit minibus. Minibus tersebut terpental hingga masuk ke jurang setelah menerima benturan keras dari truk yang tak terkendali.
Proses Evakuasi dan Kondisi Lalu Lintas
Setelah kecelakaan terjadi, petugas kepolisian langsung bergerak ke lokasi. Proses evakuasi berjalan cukup rumit karena kendaraan yang terlibat berukuran besar dan posisi minibus berada di jurang.
Untuk memperlancar proses evakuasi, sistem buka–tutup jalur diterapkan di titik kejadian.
“Saat ini sistem buka tutup masih diberlakukan. Kami mengimbau pengendara untuk bersabar dan tetap mematuhi arahan petugas di lapangan,” kata Iptu Aria.
Kemacetan panjang sempat mengular di kedua arah. Sitinjau Lauik merupakan jalur vital penghubung Padang–Solok sehingga setiap gangguan lalu lintas langsung berdampak luas pada mobilitas kendaraan barang maupun penumpang.
Peringatan bagi Pengemudi, Terutama Kendaraan Berat
Dalam keterangannya, Iptu Aria juga mengingatkan seluruh pengguna jalan, khususnya sopir kendaraan bermuatan berat, untuk memeriksa kelaikan rem dan sistem keamanan kendaraan sebelum melintas di jalur Sitinjau Lauik.
“Kami mengingatkan agar lebih waspada saat melintasi jalur Sitinjau Lauik. Kendaraan bermuatan berat wajib memastikan fungsi rem dan sistem keselamatan dalam kondisi baik sebelum melakukan perjalanan,” tegasnya.
Petugas memastikan proses evakuasi terus dilakukan agar kemacetan tidak berlanjut berkepanjangan.
“Kami berupaya menyingkirkan kendaraan yang terlibat kecelakaan secepat mungkin agar jalur Sitinjau Lauik kembali normal. Dalam insiden ini tidak ada korban jiwa,” tutupnya.
Sitinjau Lauik, Jalur Menantang yang Menyimpan Risiko
Sitinjau Lauik dikenal sebagai salah satu jalur dengan tingkat kerawanan kecelakaan tinggi di Sumatera Barat. Kondisi jalan menurun curam, tikungan tajam, serta dikelilingi tebing dan jurang membuat jalur ini menuntut kewaspadaan ekstra. Tak jarang, kecelakaan dipicu oleh rem blong, kelelahan pengemudi, hingga kelalaian dalam memperkirakan medan.
Insiden kali ini kembali menjadi pengingat bahwa pemeriksaan kendaraan sebelum melakukan perjalanan, khususnya kendaraan besar dan pengangkut muatan berat, merupakan keharusan mutlak.
(PM)
#Peristiwa #Kecelakaan #Padang #SitinjauLauik
