Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PJN II: Arsitek Kebangkitan Infrastruktur Pesisir Selatan, Merajut Asa dari Aspal hingga Jembatan


D'On, Painan
 — Di tengah tantangan geografis pesisir dan ancaman bencana alam yang kerap menguji ketahanan wilayah, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) II di bawah naungan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat tampil sebagai motor penggerak kebangkitan infrastruktur Kabupaten Pesisir Selatan. Dengan pendekatan teknis yang presisi serta manajemen proyek yang disiplin, PJN II tidak hanya memulihkan akses transportasi, tetapi juga menanamkan fondasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah strategis yang diambil PJN II mencerminkan visi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan menghubungkan pusat-pusat ekonomi, memperkuat konektivitas wilayah, dan memastikan keselamatan pengguna jalan di kawasan rawan bencana.

Restorasi Jalur Lintas Barat: Perkerasan Sempurna untuk Logistik Nasional

Salah satu capaian monumental PJN II adalah rampungnya proyek preservasi ruas jalan nasional Kambang – Batas Muko-Muko, bagian vital dari Jalur Lintas Barat Sumatera yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu. Proyek ini kini telah mencapai 100 persen progres, menandai babak baru bagi kelancaran arus logistik dan mobilitas antarprovinsi.

Ruas jalan ini selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung distribusi hasil pertanian, perikanan, dan perdagangan masyarakat pesisir. Kini, wajahnya berubah signifikan—lebih mulus, lebih kokoh, dan lebih aman.

Pekerjaan preservasi dilakukan melalui serangkaian intervensi teknis strategis, antara lain:

  • Overlay (lapis tambah) aspal berkualitas tinggi, yang meningkatkan daya dukung jalan terhadap beban kendaraan berat serta memperpanjang umur layanan perkerasan.
  • Optimalisasi sistem drainase, memastikan aliran air permukaan terkendali secara presisi guna mencegah genangan dan kerusakan struktural akibat cuaca ekstrem.
  • Mitigasi geoteknik di titik rawan longsor, berupa penguatan lereng dan tebing untuk menjamin keselamatan pengguna jalan di kawasan dengan kontur ekstrem.

Satker PJN II Masudi, melalui PPK 2.4 Gina Lamria Indriati Tampubolon, menegaskan bahwa proyek ini diselesaikan tepat waktu dengan standar mutu tinggi.

“Pekerjaan preservasi ini bukan sekadar perbaikan fisik jalan. Dampaknya langsung terasa—waktu tempuh lebih singkat, biaya logistik menurun, dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih dinamis,” ujarnya.

Menjembatani Harapan: Tiga Jembatan Gantung Dibangun untuk Konektivitas Mikro

Setelah memastikan jalur utama nasional berfungsi optimal, PJN II melangkah lebih jauh dengan memulihkan konektivitas mikro yang sempat terputus akibat bencana dan keterbatasan infrastruktur. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan tiga jembatan gantung strategis di Kabupaten Pesisir Selatan.

Ketiga proyek jembatan ini telah resmi terkontrak dan menggunakan skema kontrak tahun jamak (multi-years) dengan masa pelaksanaan selama 8 bulan, menyesuaikan kompleksitas teknis dan kondisi lapangan.

Adapun jembatan gantung yang akan segera memasuki tahap konstruksi meliputi:

  1. Jembatan Gantung Duku Subarang Solok – Kecamatan Koto XI Tarusan
  2. Jembatan Gantung Koto Rawang
  3. Jembatan Gantung Limau Gadang

Keberadaan jembatan-jembatan ini sangat krusial bagi warga, terutama dalam menunjang aktivitas harian seperti akses ke sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, dan lahan pertanian.

Apresiasi Masyarakat: Infrastruktur yang Mengubah Kehidupan

Antusiasme masyarakat pun mengalir seiring dimulainya proyek tersebut. Walinagari Duku, Eriidal, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas respons cepat PJN II dan pemerintah pusat.

“Jalan lintas sudah mulus, sekarang jembatan gantung mulai dibangun. Ini bukan sekadar proyek, tetapi jawaban atas harapan warga kami selama bertahun-tahun,” tuturnya.

Bagi masyarakat setempat, jembatan gantung bukan hanya sarana penyeberangan, melainkan simbol keterhubungan sosial dan ekonomi yang sempat terputus.

Profesionalisme PJN II: Sinergi Teknik dan Kepedulian Sosial

Keberhasilan PJN II menyeimbangkan antara preservasi jalan nasional berskala besar dan pembangunan infrastruktur tanggap kebutuhan masyarakat menunjukkan tingkat profesionalisme tinggi dalam pengelolaan aset negara. Setiap proyek dirancang tidak hanya berbasis spesifikasi teknis, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan keberlanjutan wilayah.

Kolaborasi antara tenaga ahli sipil, manajemen proyek yang akuntabel, serta dukungan aktif masyarakat menjadi kunci sukses realisasi pembangunan ini.

Fondasi Baru Pesisir Selatan

Kini, Pesisir Selatan tidak hanya memiliki jalan nasional yang andal, tetapi juga jaringan konektivitas lokal yang semakin kuat. Infrastruktur yang terbangun menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta ketahanan wilayah menghadapi tantangan masa depan.

Melalui kerja nyata dan komitmen berkelanjutan, PJN II membuktikan diri sebagai arsitek kebangkitan infrastruktur Pesisir Selatan merajut asa dari aspal hingga jembatan.

(Mond)

#PJN #Infrastruktur