-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mahasiswa Geruduk Kantor Bank Nagari, Pertanyakan Penghapusan Buku Kredit 2018–2019 yang Dihentikan Kejati Sumbar

27 January 2026 | January 27, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T05:07:14Z


RAMS Lakukan Aksi Demo di Depan Kantor Utama Bank Nagari, Tuntut Transparansi Terkait Penghapusan Buku Kredit Periode 2018-2019


D'On, Padang – Kantor utama Bank Nagari (Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat) di Jalan Pemuda No.21, Kota Padang, mendadak menjadi pusat perhatian publik. Senin sore (26/1/2026), belasan mahasiswa yang mengatasnamakan Raja Aksi Mahasiswa Sumatera Barat (RAMS) menggelar aksi damai penyampaian aspirasi, mempertanyakan kebijakan manajemen Bank Nagari terkait penghapusan buku kredit periode 2018–2019.


Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat personel Polresta Padang, guna memastikan situasi tetap kondusif. Meski berjalan tertib, kehadiran massa aksi ini sontak mengejutkan masyarakat. Pasalnya, ini menjadi aksi demonstrasi pertama yang secara langsung menyasar bank plat merah milik Pemerintah Daerah Sumatera Barat sejak Bank Nagari berdiri.


Dalam orasinya, massa RAMS menyoroti kebijakan penghapusan buku kredit yang dinilai menyimpan banyak tanda tanya, terutama karena kasus tersebut sempat masuk ke ranah hukum sebelum akhirnya dihentikan penyidikannya oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kejati Sumbar).

 

“Bank Nagari adalah bank kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, modalnya berasal dari uang rakyat. Maka setiap kebijakan yang berpotensi merugikan keuangan daerah wajib dijelaskan secara terbuka dan akuntabel,” teriak salah seorang orator dari atas mobil komando.


Soroti Penghentian Penyidikan


Sebagaimana diketahui, penyidikan kasus penghapusan buku kredit Bank Nagari periode 2018–2019 resmi dihentikan oleh Kejati Sumbar. Keputusan tersebut diambil setelah dilaksanakannya ekspose perkara oleh Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumbar pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Kantor Kejati Sumbar.


Ekspose itu dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya:

  • Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar, Fajar Mufti
  • Kasi Penyidikan Pidsus, Lexy Fatharany
  • Tim penyelidik Pidsus Kejati Sumbar
  • Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Sumbar, Hari Wibowo
  • serta pihak pelapor


Namun, keputusan penghentian penyidikan justru memicu reaksi kritis dari kalangan mahasiswa. Mereka menilai proses hukum tersebut belum sepenuhnya menjawab substansi persoalan, terutama terkait potensi kerugian dan mekanisme penghapusan buku kredit yang dilakukan.

 

“Penghentian penyidikan tidak serta-merta menghapus pertanyaan publik. Kami menduga ada persoalan serius yang belum dibuka ke ruang terang,” tegas perwakilan RAMS dalam pernyataan sikapnya.


Tuntut Transparansi dan Akuntabilitas


Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak manajemen Bank Nagari untuk:

  1. Membuka secara transparan dasar dan mekanisme penghapusan buku kredit 2018–2019
  2. Menjelaskan potensi dampak kebijakan tersebut terhadap keuangan daerah
  3. Menjamin tata kelola perusahaan (good corporate governance) dijalankan secara konsisten
  4. Tidak berlindung di balik penghentian proses hukum tanpa penjelasan kepada publik


Mahasiswa menegaskan, aksi ini bukan bentuk kebencian terhadap Bank Nagari, melainkan kontrol sosial agar bank milik daerah tetap berada di jalur profesional, bersih, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Sumatera Barat.


Manajemen Bank Nagari Masih Bungkam


Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak Bank Nagari belum membuahkan hasil yang jelas. Humas Bank Nagari, Febridoni, yang dihubungi pada Senin malam (26/1/2026), belum memberikan keterangan spesifik terkait tuntutan mahasiswa maupun sikap resmi manajemen atas aksi demonstrasi tersebut.


Sikap bungkam ini justru dinilai mahasiswa sebagai sinyal kurangnya keterbukaan, yang berpotensi memperbesar kecurigaan publik.

 

“Jika memang tidak ada masalah, seharusnya manajemen Bank Nagari berani bicara ke publik,” ujar salah satu peserta aksi.


Isu Dipastikan Berlanjut


RAMS menyatakan aksi ini bukan yang terakhir. Mereka berkomitmen akan terus mengawal isu penghapusan buku kredit Bank Nagari hingga mendapatkan kejelasan yang dinilai memuaskan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.


Aksi mahasiswa ini menandai babak baru pengawasan publik terhadap Bank Nagari, sekaligus menjadi ujian serius bagi komitmen transparansi dan akuntabilitas lembaga keuangan daerah di Sumatera Barat.


(Mond)


#Perbankan #BankNagari #SumateraBarat #Demonstrasi

×
Berita Terbaru Update