-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jejak Pesawat ATR Hilang Muncul di Gunung Bulusaraung, Pendaki Temukan Serpihan Misterius

17 January 2026 | January 17, 2026 WIB Last Updated 2026-01-17T14:48:48Z

Puing-puing yang diduga Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport ditemukan di puncak Bulusaraung, Sabtu (17/1/2026). Foto: Dok. Istimewa


D'On, Maros — Harapan menemukan titik terang atas hilangnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport kembali menguat setelah sejumlah pendaki Gunung Bulusaraung menemukan serpihan yang diduga berasal dari pesawat tersebut. Temuan itu terjadi di kawasan pegunungan yang berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, wilayah yang sejak beberapa hari terakhir menjadi fokus pencarian Tim SAR gabungan.

Serpihan yang ditemukan berupa potongan kecil material serta beberapa lembar kertas. Meski belum dapat dipastikan berasal dari pesawat yang hilang, temuan ini langsung dilaporkan oleh para pendaki dan diserahkan kepada aparat dusun setempat sebagai langkah awal pengamanan barang bukti.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala dusun terkait penyerahan serpihan yang dibawa oleh para pendaki.

“Serpihan yang ditemukan itu sudah diserahkan ke Pak Dusun. Kami juga sudah menghubungi Pak Dusun bahwa ada pendaki yang membawa serpihan itu. Namun bentuknya masih sangat kecil dan juga terdapat beberapa kertas,” ujar Andi Sultan kepada wartawan.

Meski demikian, Basarnas belum bisa memastikan apakah serpihan tersebut benar-benar merupakan bagian dari pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak. Menurut Andi, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut serta pencocokan dengan data teknis pesawat.

“Belum bisa kami pastikan itu bagian dari pesawat. Karena itu pencarian akan dilakukan di beberapa titik dan kemungkinan akan diperluas untuk memastikan asal serpihan tersebut,” jelasnya.

Hingga kini, upaya pencarian terus diperketat. Sebanyak 200 personel gabungan telah dikerahkan, terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat yang mengenal medan pegunungan. Wilayah Gunung Bulusaraung dikenal memiliki kontur ekstrem, hutan lebat, dan cuaca yang kerap berubah cepat, sehingga menyulitkan proses pencarian.

Selain menyisir jalur pendakian dan lembah-lembah terjal, petugas juga telah memintai keterangan para pendaki yang menemukan serpihan tersebut untuk memperjelas lokasi dan kronologi penemuan.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Pesawat itu membawa total 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang.

Kontak terakhir pesawat tercatat berada di koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur, yang berada di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan. Sejak saat itu, komunikasi dengan pesawat terputus dan memicu operasi pencarian besar-besaran.

Temuan serpihan di Gunung Bulusaraung kini menjadi salah satu petunjuk penting yang terus didalami Tim SAR. Masyarakat dan keluarga korban pun berharap temuan ini dapat membuka jalan bagi pengungkapan nasib pesawat dan seluruh penumpangnya.

Operasi pencarian dipastikan akan terus berlanjut dengan mengedepankan keselamatan personel di lapangan serta koordinasi lintas instansi, sembari menunggu kepastian hasil identifikasi serpihan yang ditemukan.

(K)

#Peristiwa #PesawatHilangKontak

×
Berita Terbaru Update