-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menteri KP Berduka, Tiga Pegawainya Jadi Penumpang Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Sulsel

17 January 2026 | January 17, 2026 WIB Last Updated 2026-01-17T14:59:32Z

Konferensi Pers terkait kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sabtu (17/1/2025).


D'On, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Wahyu Sakti Trenggono menyampaikan duka mendalam atas hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang terjadi di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) siang. Pesawat tersebut diketahui membawa tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang tengah menjalankan tugas negara.

Ketiga pegawai tersebut merupakan Tim Air Surveillance dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), yang bertugas melakukan pengawasan udara terhadap aktivitas kelautan dan perikanan di wilayah perairan Indonesia.

“Benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut yang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia,” ujar Wahyu Sakti Trenggono dalam konferensi pers di kantor KKP, Sabtu malam.

Ia menegaskan bahwa ketiga pegawai tersebut merupakan personel aktif yang selama ini berperan penting dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan yang rawan pelanggaran seperti penangkapan ikan ilegal.

“Tim air surveillance dari PSDKP atau dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan sejumlah tiga orang,” tambahnya.

Misi Pengawasan dari Udara, Jaga Laut Nusantara

Wahyu menjelaskan, air surveillance merupakan salah satu instrumen strategis KKP dalam memantau perairan Indonesia dari udara. Operasi ini rutin dilakukan bekerja sama dengan Indonesia Air Transport (IAT) dan mencakup wilayah luas dari Sabang hingga Merauke.

“Kita memang punya air surveillance dan air surveillance itu kita kerja sama dengan IAT. Jadi selalu kita gunakan untuk beroperasi di seluruh wilayah Indonesia, khususnya untuk pengawasan di daerah-daerah perbatasan,” jelas Wahyu.

Menurutnya, pengawasan udara sangat krusial untuk mendeteksi aktivitas ilegal seperti illegal fishing, penyelundupan, serta pelanggaran wilayah kedaulatan laut.

Serahkan Proses Pencarian ke Otoritas Berwenang

Terkait proses pencarian dan penyelidikan, Wahyu menyatakan pihaknya sepenuhnya menyerahkan kepada instansi terkait, termasuk Basarnas, TNI, Polri, dan otoritas penerbangan, guna menemukan pesawat beserta seluruh penumpang dan kru serta mengungkap penyebab hilangnya kontak.

“Kami menyerahkan seluruh proses pencarian kepada instansi yang berwenang, dan berharap korban bisa segera ditemukan,” katanya.

Menteri KP Sampaikan Belasungkawa dan Doa

Dengan suara berat dan penuh empati, Wahyu menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para pegawai KKP serta seluruh penumpang dan kru pesawat.

“Kami terus terang sangat sedih dan prihatin. Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Kementerian Kelautan dan Perikanan, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kami berdoa yang terbaik untuk seluruh penumpang dan kru pesawat tersebut,” ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut mendoakan agar proses pencarian berjalan lancar dan memberikan kejelasan bagi keluarga korban.

“Saya mohon doa dari teman-teman semua, semoga segera ditemukan dan kita bisa mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi,” pungkas Wahyu.

Hingga saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Peristiwa ini menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi bangsa Indonesia, mengingat para pegawai tersebut tengah menjalankan tugas mulia menjaga kedaulatan laut nasional.

(K)

#Nasional #Peristiwa #PesawatHilangKontak

×
Berita Terbaru Update