Ibu di Pariaman Tewas Usai Kejar Jambret, Anak Alami Patah Tulang: Polisi Buru Pelaku

Kejar Jambret Seorang Ibu Tewas Usai Kendaraannya Menabrak Tiang Listrik
D'On, Pariaman — Peristiwa penjambretan berujung maut terjadi di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Seorang ibu rumah tangga, Isma Yuliani Nulis (42), warga Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat mengejar pelaku penjambretan yang merampas gelang emas miliknya. Anak korban, Iqbal Kurnia Riswandi (14), yang dibonceng saat kejadian, mengalami patah tulang pada kaki kanan dan kini dirawat intensif di rumah sakit.
Kronologi Kejadian: Jambret Beraksi, Korban Kejar Pelaku
Kapolsek Pariaman, AKP Hijrul Aswad, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu (11/1) sekitar pukul 12.53 WIB. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX hitam BA 5647 SAE dari arah Pasar Pariaman menuju Desa Apar sambil membonceng anaknya.
Di kawasan Jalan Raya Kampung Pondok, seorang pria tak dikenal yang juga menaiki sepeda motor tiba-tiba menarik gelang emas yang dipakai korban. Tas korban juga terjatuh saat berusaha mengelak, lalu dibawa kabur oleh pelaku bersama gelang emas tersebut.
Tidak terima barang berharganya dirampas, korban spontan mengejar pelaku dengan sepeda motornya. Namun nahas, setibanya di jembatan Desa Pauh Timur, Kecamatan Pariaman Tengah, motor yang dikendarai korban hilang kendali saat melaju dalam kecepatan tinggi dan menabrak pembatas jembatan.
“Korban Isma dan anaknya terjatuh dan terkapar di aspal. Warga segera memberikan pertolongan dan membawa keduanya ke RSUD dr. M. Yamin,” ujar AKP Hijrul.
Korban Meninggal Dunia, Anak Dirujuk untuk Penanganan Lanjutan
Isma sempat mendapat penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat, namun nyawanya tidak tertolong akibat cedera kepala berat. Sementara sang anak menderita luka serius, termasuk patah tulang pada kaki kanan.
“Anak korban mengalami luka yang sangat parah. Rencananya akan dirujuk ke rumah sakit di Padang untuk penanganan lanjutan,” tambah AKP Hijrul.
Polisi: Dua Peristiwa Berbeda, tapi Saling Berkaitan
Pihak kepolisian menegaskan peristiwa ini melibatkan dua kejadian berbeda namun saling berkaitan, yaitu tindak pidana penjambretan dan kecelakaan lalu lintas.
KBO Satlantas Polres Pariaman, Ipda Edi, mengatakan olah TKP telah dilakukan. Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan terjadi karena korban berusaha mengejar pelaku dalam kondisi jalan menikung dan kecepatan cukup tinggi.
“Sepeda motor korban melebar ke kanan dan menabrak pembatas jembatan. Kondisi jalan dua arah tanpa median, dilengkapi marka utuh dan pembatas jembatan,” jelasnya.
Akibat kecelakaan itu, sepeda motor korban mengalami kerusakan dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp5 juta.
Polisi Buru Jambret, Kumpulkan Rekaman CCTV
Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Rio Ramadhan, menyampaikan pihaknya sudah membentuk tim untuk memburu pelaku penjambretan. Polisi mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Pelaku menggunakan helm dan sepeda motor. Identitasnya masih kita dalami. Kami berkomitmen mengungkap dan menangkap pelaku secepatnya,” tegasnya.
Imbauan: Jangan Membahayakan Diri Saat Mengejar Pelaku Kejahatan
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat. Polisi mengimbau warga untuk tidak melakukan pengejaran sendiri terhadap pelaku kejahatan yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.
“Segera laporkan ke pihak kepolisian. Keselamatan jiwa adalah yang utama,” kata Ipda Edi.
(Mond)
#Jambret #Krininal #Daerah #Pariaman