-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

25 January 2026 | January 25, 2026 WIB Last Updated 2026-01-25T08:20:57Z

Gunung Marapi Kembali Erupsi pada Minggu (25/1/2026)



D'On, Sumatra Barat — Aktivitas vulkanik Gunung Marapi kembali menunjukkan peningkatan. Gunung api aktif yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat, mengalami erupsi pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung, atau kurang lebih 3.891 meter di atas permukaan laut.


Berdasarkan laporan pengamatan visual petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga kelabu pekat, dengan intensitas sedang hingga tebal. Arah sebaran abu condong mengikuti arah angin dominan, sehingga berpotensi memengaruhi wilayah di sekitar lereng gunung.


Erupsi ini kembali menegaskan bahwa Gunung Marapi masih berada dalam fase aktif. Hingga saat ini, status Gunung Marapi tetap berada pada Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menilai aktivitas kegempaan dan hembusan gas vulkanik masih fluktuatif dan berpotensi memicu erupsi susulan.


Dentuman dan Abu Vulkanik


Sejumlah warga di kawasan kaki gunung melaporkan suara dentuman lemah hingga sedang yang terdengar sesaat setelah erupsi terjadi. Abu vulkanik juga dilaporkan mulai turun tipis di beberapa nagari, meskipun belum mengganggu aktivitas warga secara signifikan.


Petugas terus melakukan pemantauan intensif, baik secara visual maupun menggunakan peralatan seismik. Aktivitas letusan tipe ini dinilai sebagai erupsi eksplosif yang umum terjadi pada Gunung Marapi dalam beberapa bulan terakhir.


Imbauan Resmi untuk Masyarakat


PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah Verbeek, pusat aktivitas Gunung Marapi.


Selain itu, masyarakat di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.


“Warga diharapkan tetap tenang, tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait,” demikian imbauan yang disampaikan pihak berwenang.


Gunung Marapi, Salah Satu Gunung Api Paling Aktif


Gunung Marapi dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut ini kerap mengalami erupsi dengan interval waktu yang relatif singkat.


Aktivitas vulkanik Marapi menjadi perhatian serius mengingat padatnya permukiman penduduk di sekeliling lereng gunung, serta keberadaan jalur pendakian yang populer di kalangan wisatawan.


Pihak berwenang menegaskan bahwa pendakian Gunung Marapi masih ditutup sementara hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.


Pemantauan Berlanjut


Hingga Minggu sore, belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat erupsi tersebut. Namun, pemantauan akan terus dilakukan secara intensif mengingat potensi erupsi susulan masih terbuka.


Masyarakat di Sumatra Barat, khususnya yang bermukim di sekitar Gunung Marapi, diminta untuk selalu siaga, mengenakan masker jika terjadi hujan abu, serta mempersiapkan langkah mitigasi mandiri sebagai antisipasi dampak lanjutan dari aktivitas vulkanik.


(Mond)


#Peristiwa #ErupsiGunungMerapi

×
Berita Terbaru Update