Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Geger Sinkhole Berair Biru di Limapuluh Kota: Tim Badan Geologi Lakukan Kajian Cepat, Warga Diminta Tak Percaya Mitos Kesembuhan

Sinkhole Kabupaten Limapuluh Kota 

D'On, Limapuluh Kota —
Kemunculan lubang raksasa (sinkhole) berisi air berwarna biru di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, membuat warga geger. Fenomena alam yang muncul tiba-tiba di area persawahan itu sontak menjadi tontonan, bahkan memunculkan berbagai mitos dan klaim khasiat airnya yang dipercaya sebagian warga dapat menyembuhkan penyakit.

Untuk memastikan penyebab munculnya lubang tersebut, tim ahli dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turun langsung ke lokasi pada Jumat (9/1/2026). Tim akan melakukan kajian teknis intensif selama dua hari melalui metode rapid assessment guna mengumpulkan data lapangan secara komprehensif.

Fokus Kajian: Struktur Tanah hingga Potensi Amblasan Susulan

Kajian difokuskan pada beberapa aspek penting, di antaranya:

  • struktur lapisan tanah
  • kondisi batuan bawah permukaan
  • aliran air tanah
  • morfologi kawasan sekitar sinkhole
  • potensi runtuhan lanjutan

Anggota tim ahli Badan Geologi, Taufik Wirabuana, menjelaskan bahwa sinkhole bukanlah fenomena mistis, melainkan proses alam yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

“Fenomena sinkhole umum terjadi di wilayah karst atau batuan kapur. Lubang terbentuk akibat pelarutan batuan oleh air dalam waktu yang sangat lama hingga membentuk rongga bawah tanah. Ketika rongga itu tak lagi mampu menahan beban di atasnya, permukaan tanah runtuh dan membentuk lubang besar,” ujar Taufik.

Air di dalam sinkhole yang tampak berwarna biru, lanjutnya, bisa dipengaruhi oleh kedalaman air, mineral terlarut, serta pantulan cahaya. Warna tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa air itu aman diminum atau memiliki khasiat tertentu.

Mitos Air Penyembuh, Warga Diimbau Tak Asal Mengambil Air

Di tengah kehebohan, sebagian warga terlihat berbondong-bondong mendekati lokasi dan mengambil air dari dalam sinkhole untuk dibawa pulang. Mereka percaya air tersebut memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit.

Badan Geologi dengan tegas mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya.

“Kami meminta warga tidak menjadikan fenomena ini sebagai objek ritual atau percaya pada klaim kesembuhan tanpa dasar ilmiah. Justru, air dari sinkhole berpotensi tercemar mineral tertentu yang belum diketahui kandungannya,” tegas Taufik.

Selain itu, aktivitas warga yang mendekati tepi lubang dinilai sangat berbahaya mengingat kontur tanah di area karst cenderung rapuh dan bisa kembali amblas tanpa tanda-tanda.

Respons Tokoh Masyarakat: Perlu Kepastian Ilmiah, Bukan Spekulasi

Tokoh masyarakat Nagari Situjuah Batua, Fajar Rilah Veski, menyambut baik kehadiran tim Badan Geologi. Ia berharap hasil kajian mampu menghentikan penyebaran informasi tidak akurat di tengah warga.

“Kami berharap hasil kajian segera keluar agar masyarakat mendapat kepastian. Saat ini banyak spekulasi, mulai dari cerita gaib sampai anggapan air sakti. Padahal yang lebih penting adalah keselamatan warga,” ujarnya.

Area Dipasangi Garis Pengaman, Pertanian Terancam

Untuk sementara, petugas gabungan memasang garis pengaman dan melarang warga mendekati bibir lubang. Pemerintah Nagari dan Kabupaten juga diminta aktif memberikan sosialisasi.

Hasil kajian Badan Geologi nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota sebagai dasar kebijakan mitigasi. Salah satu poin krusial ialah menentukan apakah:

  • lahan persawahan masih layak digarap, atau
  • kawasan harus dikosongkan secara permanen

Di wilayah karst, rongga bawah tanah bisa saling terhubung. Itu berarti amblasan susulan sangat mungkin terjadi, bukan hanya di titik yang sama, tetapi juga di area sekitar.

Fenomena Alam, Bukan Pertanda Gaib

Badan Geologi menegaskan bahwa kemunculan sinkhole merupakan fenomena geologi alamiah dan tidak berkaitan dengan pertanda gaib maupun kejadian supranatural, sebagaimana ramai dibicarakan di media sosial.

Mereka mengingatkan masyarakat untuk:

  • tidak mendekati lokasi
  • tidak mengambil air tanpa pemeriksaan laboratorium
  • tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi

Kajian ilmiah diharapkan mampu memberikan jawaban objektif sekaligus meredam keresahan warga.

(Chenk)

#Peristiwa #Sinkhole #Daerah #KabupatenLimapuluhKota