Basarnas Evakuasi 17 Warga Terjebak Banjir Sungai Asam di Agam, Arus Deras Capai 80 Sentimeter

Basarnas Evakuasi 17 Warga Terdampak Banjir Agam
D'On, Agam, Sumatera Barat — Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Padang mengevakuasi 17 warga yang terjebak banjir akibat meluapnya Sungai Asam di Jorong Pasar Rabaa, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (2/1) malam. Evakuasi dilakukan di tengah arus banjir yang cukup deras dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 80 sentimeter.
Koordinator Lapangan Basarnas Padang, Atta Priyono, mengatakan evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam terkait banjir yang merendam permukiman warga akibat tingginya curah hujan sejak siang hari.
“Begitu mendapat laporan, tim Basarnas bersama PMI Agam langsung bergerak ke lokasi. Kami mendatangi satu per satu rumah warga yang tergenang untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” kata Atta di Lubuk Basung, Sabtu.
Sebanyak 17 warga berhasil dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, yakni Masjid Nurul Huda Koto Kaciak dan rumah keluarga terdekat. Mereka terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.
Warga yang dievakuasi di antaranya Iswarti (73), Melda (41), Diva (17), Wafiq (17), Suprizal (62), Wahyu (38), Eva Susanti (41), Eza Putri (22), Sumardi (56), Iyat (52), Rayyan (7), Balqis (13), Iwid (41), Hernida (51), Masyahara (15), Tiara (17), dan Ita Dani (45).
Menurut Atta, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Arus air yang deras memaksa tim menggunakan tali pengaman agar warga dapat keluar dari rumah dengan selamat.
“Air cukup deras sehingga evakuasi harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Banjir tersebut dilaporkan merendam puluhan rumah warga di Pasar Rabaa setelah Sungai Asam meluap akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah itu selama beberapa jam. Air dengan cepat masuk ke rumah-rumah warga, memaksa sebagian besar dari mereka bertahan di dalam rumah hingga bantuan datang.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Seluruh warga terdampak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Basarnas dan PMI Agam mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpeluang tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau warga untuk segera mengungsi jika air kembali naik dan tidak memaksakan bertahan di rumah,” tutup Atta.
(Mond)
#Peristiwa #Daerah #KabupatenAgam #BanjirAgam