Breaking News

Baku Tembak dengan Bandar Narkoba, Polisi Ciduk 3 Pelaku

Setelah melewati drama menegangkan dengan baku tembak, Polres Pekalongan akhirnya berhasil menangkap tiga orang pemasok narkoba.

D'On, Pekalongan -
Malam di Pekalongan mendadak berubah menjadi panggung ketegangan. Dentuman mirip letusan senjata memecah sunyi ketika aparat Polres Pekalongan mengepung sebuah rumah di Kelurahan Pringrejo, Kota Pekalongan, Selasa (25/11/2025) malam. Dari rumah yang diduga menjadi sarang peredaran psikotropika itu, tiga pemasok narkoba akhirnya berhasil diringkus setelah drama perlawanan yang membuat napas para petugas tercekik adrenalin.

Di lokasi, polisi menyita airsoft gun jenis Baretta M84, sejumlah senjata tajam yang diletakkan seperti benda kepercayaan di pojok ruangan, serta 24 butir alprazolam yang menjadi komoditas gelap para pelaku. Ketiganya kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pekalongan, di ruangan yang terang benderang kontras dengan malam murung tempat mereka ditangkap.

Pintu yang Digedor, Perlawanan yang Mencuat

Penggerebekan bermula dari penangkapan dua pria di Tangkil Tengah, Kedungwuni, yang kedapatan membawa puluhan butir alprazolam. Mulut keduanya akhirnya terbuka mengarah pada seorang pria berinisial A, warga Pringlangu, Pekalongan Barat, yang disebut-sebut sebagai pemasok utama.

Ketika aparat tiba di depan rumah A, suasana langsung pecah. Beberapa orang mendadak berhamburan keluar, seperti semut yang sarangnya ditusuk. Mereka melakukan perlawanan agresif. Salah satu dari mereka mengangkat airsoft gun dan menembakkannya ke arah mobil operasional polisi, membuat kaca samping kiri mobil retak dan jatuh berderai ke aspal.

Tak satu pun anggota terluka. Tetapi ketegangan meningkat tajam, seperti tali yang ditarik hingga nyaris putus. Petugas memilih mengamankan posisi dan memanggil bantuan tambahan.

Brimob Tiba Eskalasi Memuncak

Beberapa menit kemudian, tim Brimob dan Satreskrim datang. Sorotan senter menembus malam. Perisai tameng dinaikkan. Pintu rumah akhirnya didobrak paksa, suara kayu pecah menggema seperti peringatan tak resmi.

Dari dalam rumah, teriakan perlawanan masih terdengar. Petugas melepaskan tembakan peringatan agar situasi tidak berkembang menjadi bencana. Dalam temaram, terlihat kilau besi—senjata tajam dan alat pemukul berserakan di dalam rumah, peninggalan kegilaan yang baru saja meletup.

Ketua RT setempat, Ahmad Tazali, ikut menyaksikan momen ketika aparat keluar-masuk lokasi dengan sejumlah barang bukti di genggaman.
“Sehari-hari orangnya biasa saja. Jualan online, ikut lomba burung. Tidak pernah kami menduga rumah itu menyimpan bahaya seperti itu,” ujarnya, masih terkejut.

Pengepungan Hingga Dini Hari

Menurut Kabag Ops Polres Pekalongan, Kompol Farid, situasi di dalam rumah ketika itu benar-benar kacau.
“Orang di dalam cukup banyak, dan beberapa menggunakan senjata. Kami harus meminta bantuan tambahan agar situasi tidak memburuk,” katanya.

Pengepungan berlangsung hingga Rabu dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB, sebelum akhirnya A berhasil dilumpuhkan tanpa korban jiwa. Meski tanpa suara tembakan mematikan, suasana malam itu menyisakan tremor yang tak cepat hilang.

(B1)

#BandarNarkoba #BakuTembak