Breaking News

Penangkapan Dua Pria yang Mencoba Menerobos Istana Negara Malaysia dengan Senjata Tajam

Raja Malaysia, Sultan Ibrahim Iskandar

D'On, Kuala Lumpur.(Malaysia),-
Dua pria ditangkap setelah mencoba menerobos masuk ke Istana Negara Malaysia dengan membawa senjata tajam di kendaraan mereka pada Jumat (17/5/2024). Insiden ini terjadi di gerbang 3 kompleks istana di Jalan Tuanku Abdul Halim sekitar pukul 16.40 waktu setempat.

Kronologi Kejadian

Kepala Polisi Kuala Lumpur, Kompol Rusdi Mohd Isa, menjelaskan bahwa petugas keamanan istana menghentikan kendaraan yang berusaha memasuki area terlarang. Setelah dihentikan, kedua pria di dalam mobil tersebut mengaku ingin bertemu dengan Raja Malaysia, Sultan Ibrahim Iskandar. Istana Negara sendiri adalah kediaman resmi Yang di-Pertuan Agong.

Penemuan Senjata Tajam

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kendaraan, ditemukan adanya parang di dalam mobil. Kedua pria yang berusia 29 dan 37 tahun ini kemudian ditahan. Pada Sabtu (18/5/2024), Kompol Rusdi menyatakan, “Tes urine menunjukkan kedua tersangka negatif narkoba. Kedua pria tersebut telah ditahan hingga 21 Mei untuk penyelidikan lebih lanjut.”

Kompol Rusdi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi palsu mengenai insiden ini. “Kedua pria tersebut kini dalam pemeriksaan dan terkena pasal kriminal serta kepemilikan senjata,” tambahnya.

Kejadian Terkait di Johor

Penangkapan ini terjadi hanya beberapa jam setelah insiden serangan bersenjata di kantor polisi Ulu Tiram, Johor, Malaysia. Pada Jumat dini hari, seorang pria bersenjata menyerang kantor polisi tersebut, menewaskan dua polisi dan melukai seorang lainnya. Pelaku yang beraksi sendirian ini akhirnya tewas dalam kontak senjata dengan polisi di area parkir kantor.

Pihak keamanan menduga bahwa pelaku serangan di Johor terkait dengan jaringan teroris Jemaah Islamiyah (JI). Menteri Dalam Negeri Malaysia mengkonfirmasi bahwa pelaku adalah seorang "lone wolf" yang jarang bergaul dengan orang lain.

Peristiwa di Istana Negara dan serangan di Johor menyoroti peningkatan kewaspadaan dan upaya pengamanan yang lebih ketat di Malaysia. Kejadian-kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk tetap waspada terhadap ancaman keamanan dan pentingnya tindakan cepat dari aparat penegak hukum dalam menjaga keselamatan nasional.

(*)

#Peristiwa #Penyerangan #Malaysia #Internasional