Breaking News

Gelombang Demonstrasi Pro-Palestina Mengguncang Kampus-kampus Amerika Serikat

Sebuah kelompok mahasiswa mengadakan aksi protes semalaman untuk mendukung Palestina selama konflik antara Israel dan Hamas di Universitas Columbia, New York City, AS, pada tanggal 23 April 2024. (Sumber: REUTERS/Caitlin Ochs)

D'On, Amerika Serikat,-
Demo besar-besaran yang memprotes kebijakan Israel dan menuntut akhirnya korban sipil di Gaza telah melanda kampus-kampus di seluruh Amerika Serikat (AS). Aksi protes dimulai dengan memenuhi jalan-jalan Brooklyn dan berkembang di banyak universitas di negeri itu.

Para mahasiswa membentuk Perkemahan Solidaritas Gaza di halaman Universitas Columbia. Namun, beberapa mahasiswa Yahudi melaporkan adanya intimidasi dan tindakan anti-Semitisme.

Dalam surat terbukanya kepada komunitas universitas, Rektor Columbia, Nemat Shafik, menekankan perlunya 'pengaturan ulang' terhadap aksi-aksi bela Palestina. Pihaknya juga menginstruksikan agar perkuliahan dialihkan secara daring untuk sementara waktu.

Presiden AS, Joe Biden, menegaskan dukungannya terhadap kebebasan berekspresi di kampus-kampus AS, namun juga menyerukan untuk menghentikan retorika kebencian dan kekerasan.

"Bahasa anti-Semit, seperti bahasa lain yang digunakan untuk menyakiti dan menakut-nakuti orang, tidak dapat diterima dan tindakan yang tepat akan diambil," kata Biden melalui sekretaris pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre.

Reaksi Otoritas Kampus

Universitas seperti MIT, NYU, dan Universitas Michigan turut menjadi lokasi protes. Di Yale, setidaknya 47 orang ditangkap setelah menolak permintaan untuk membubarkan diri. Universitas menyatakan bahwa tindakan disipliner akan diambil terhadap mahasiswa yang ditangkap, termasuk teguran, masa percobaan, atau skorsing.

Respon Akademisi 

Profesor di Columbia, Joseph Howley, mengkritik penggunaan polisi oleh universitas, menegaskan bahwa hal tersebut telah menarik lebih banyak elemen radikal.

Perubahan Sikap AS terhadap Israel 

Perubahan sikap AS terhadap Israel juga menjadi sorotan. Meskipun Biden mencoba menekan Netanyahu untuk mengakhiri korban sipil di Gaza, AS tetap menyetujui bantuan militer senilai miliaran dolar kepada Israel.

Dampak Terhadap Kekerasan 

Demonstrasi ini tidak hanya terjadi di kampus-kampus, tetapi juga di jalanan. Pada hari Selasa, polisi New York mulai menangkap pendemo di Brooklyn yang berperilaku tidak tertib.

Gelombang protes ini memicu perdebatan yang mendalam tentang kebebasan berekspresi, keamanan kampus, dan peran AS dalam konflik Israel-Palestina. Meskipun berbagai pihak menyuarakan pandangan mereka, namun upaya penyelesaian yang efektif masih menjadi tantangan besar.

(*)

#AmerikaSerikat #ProPalestina #Internasional #Peristiwa #DemoMahasiswa