Breaking News

Pemko Padang Bersama World Bank Membahas Regulasi dan Pengelolaan RDF-TPST untuk Mengatasi Tantangan Sampah


D'On, Padang (Sumbar),-
Pemerintah Kota Padang dan The World Bank mengadakan pertemuan penting untuk membahas kemajuan dalam pengembangan Refuse Derived Fuel (RDF) Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Pertemuan ini bertujuan untuk menyempurnakan konsep pengelolaan sampah yang menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan kota yang diadakan di Balai Kota Aia Pacah pada Rabu (6/5/2024).

Tim Leader Senior Spesialis Lingkungan dari World Bank, Jian Xie, menekankan perlunya komitmen yang kuat dari Pemerintah Kota Padang terhadap rencana dan regulasi pengelolaan sampah. World Bank menyatakan dukungannya penuh terhadap implementasi TPST di Padang, yang juga merupakan proyek yang sedang berjalan di berbagai kota di Indonesia. TPST dianggap sebagai masterplan dalam menangani masalah sampah di masa depan.

Wakil Wali Kota Padang, Ekos Albar, mengungkapkan bahwa Kota Padang menghasilkan sekitar 650 ton sampah per hari, dan dengan bantuan RDF, sekitar 200 ton dapat dielola, sementara 100 ton lagi dikelola melalui bank sampah. TPST-RDF dianggap sebagai salah satu alternatif dalam pengolahan sampah dengan kapasitas pengelolaan 200 ton per hari, yang diperoleh melalui bantuan ISWMP dengan anggaran sebesar Rp128 miliar.

Dalam hal operasional, TPST-RDF telah diatur dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Padang untuk tahun 2025-2026. Untuk periode November-Desember 2025, anggaran sebesar Rp 4,6 miliar direncanakan, sementara untuk periode Januari-Desember 2026, anggaran sebesar Rp 18,3 miliar telah disiapkan. Perwako akan ditetapkan terkait hal ini, dan kelembagaan TPST-RDF akan diintegrasikan secara terpisah dengan UPTD TPA dan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPL).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadelan FM, menambahkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi produksi sampah di Padang, termasuk melalui program "Padang Bagoro" dan "Padang Mamilah". Melibatkan bank sampah se-Kota Padang dengan melibatkan ibu rumah tangga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengelolaan sampah di Kota Padang.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Central Project Management Unit Nurhayati Junaidi (CPMU), Co Team Leader-Senior Environmental Specialist World Bank Katelijn Van Den Berg, Senior Environmental Specialist Kian Song, dan Sosial Specialist-Consultant Sulistiowati. 

Demikianlah upaya bersama antara Pemerintah Kota Padang dan World Bank dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah, dengan harapan bahwa implementasi TPST-RDF akan memberikan solusi berkelanjutan bagi masalah sampah di kota tersebut.

(*)

#BankSampah #Padang