Selain FPI ada 5 Ormas Lainnya yang Ikut Dibubarkan Pemerintah

D'On, Jakarta,- Menkopolhukam Mahfud MD mewakili Pemerintah mengumumkan bahwa Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan sejak hari ini 30 Desember 2020. Selain dibubarkan, FPI juga dilarang beraktivitas di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Larangan ini ditetapkan atas dasar keputusan Kementerian Dalam Negeri.

Mahfud mengatakan pembubaran FPI MD. Dasar FPI dibubarkan sesuai putusan MK 82/PUU112013 tertanggal 23 Desember tahun 2014.

“Pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI,” ujar Mahfud MD dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu 30 Desember 2020.

Lewat jumpa pers itu dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Ka-BIN Budi Gunawan, Menkum HAM Yasonna Laoly, Mendagri Tito Karnavian, Kepala KSP Moeldoko, Menkominfo Johnny G Plate, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar dan Kepala PPATK.

Tak hanya FPI, 5 ormas juga dibubarkan

Tak cuma FPI ada 5 ormas lain yang ikut dibubarkan bersama FPI.
Kelima ormas itu yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Jamaah Ansarut Tauhit (JAT), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dan Forum Umat Islam (FUI).

Sebelumnya, beredar surat telegram dengan nomor STR/965/XII/IPP.3.1.6./2020 yang ditandatangani oleh Wakabaintelkam Polri, Irjen Suntana. Surat tersebut ditulis salah satunya ormas Front Pembela Islam atau FPI secara sah tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitasnya.

Telegram tersebut tertanggal 23 Desember 2020 dan dituliskan bahwa Presiden Joko Widodo sudah menandatangani Perppu mengenai pembubaran ormas.

Mengacu pada Perppu tersebut, dalam telegram dituliskan pembubaran ormas menjadi kebijakan pemerintah dalam menangani permasalahan ormas yang tidak sesuai dengan pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan aturan yang berlaku di NKRI.


(hops)

No comments

Powered by Blogger.