Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

15 Finalis UMKM Champion 2026 Padang Jalani Asesmen Bersama Ahli Ekspor, Peluang Tembus Pasar Global Mulai Dikurasi

04 November 2026 | November 04, 2026 WIB Last Updated 2026-11-04T08:22:11Z

15 Finalis UMKM Champion 2026 Padang Jalani Asesmen Bersama Ahli Ekspor, Peluang Tembus Pasar Global Mulai Dikurasi

D'On, Padang - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Koperasi dan UKM terus memperkuat langkah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan asesmen lanjutan terhadap 15 finalis UMKM Champion 2026 Kota Padang yang mulai berlangsung Rabu (4/11/2026) di Ruang Abu Bakar Ja'ar, Balai Kota Padang, Aie Pacah.


Bukan sekadar tahapan seleksi untuk menentukan siapa yang berhak menyandang predikat juara, asesmen kali ini menjadi momentum penting bagi para pelaku UMKM untuk mengukur sejauh mana kesiapan produk mereka memasuki pasar ekspor.


Sebanyak 15 finalis yang mengikuti asesmen merupakan peserta terpilih dari 30 finalis yang sebelumnya berhasil melewati tahapan seleksi awal. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Kota Padang dan telah menunjukkan potensi usaha serta keunggulan produk masing-masing.


Pada tahapan lanjutan ini, para peserta berhadapan langsung dengan praktisi dan tenaga ahli tingkat nasional yang memiliki kompetensi di bidang ekspor. Mereka tidak hanya memperoleh penilaian, tetapi juga mendapatkan evaluasi, koreksi, serta rekomendasi strategis mengenai berbagai aspek yang perlu dibenahi agar produk lokal memiliki daya saing ketika berhadapan dengan pasar internasional.


Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Siska Meilani, menjelaskan bahwa asesmen tahap kedua melibatkan tiga lembaga atau tenaga ahli yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam pengembangan serta persiapan ekspor produk UMKM.


Menurutnya, pelaksanaan asesmen dirancang selama tiga hari dengan menghadirkan tenaga ahli berbeda pada setiap harinya. Pola tersebut dilakukan agar para finalis memperoleh sudut pandang dan penilaian yang lebih komprehensif mengenai kesiapan usaha mereka.


"Hari pertama ini kita menghadirkan praktisi dari Go Export, hari kedua dari Kementerian Perdagangan, dan hari ketiga dari lembaga Export Center Surabaya. Para finalis akan bertemu langsung dengan tenaga ahli untuk mendapatkan penilaian dan arahan terkait kesiapan produk mereka menuju pasar ekspor," ungkap Siska.


Ia menerangkan, asesmen hari pertama dilaksanakan di Ruang Abu Bakar Ja'ar. Selanjutnya, kegiatan pada hari kedua dijadwalkan berlangsung di Ruang Asisten, sebelum kembali dilaksanakan di Ruang Abu Bakar Ja'ar pada hari ketiga.


Seluruh rangkaian kegiatan tersebut difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, termasuk proses asesmen secara daring bersama tenaga ahli nasional.


### Bukan Sekadar Mencari Juara, tetapi Mempersiapkan UMKM Menembus Pasar Internasional


Salah satu hal penting yang membedakan asesmen tahap kedua ini dengan kompetisi UMKM pada umumnya adalah adanya proses kurasi langsung oleh tenaga ahli yang memahami kebutuhan pasar ekspor.


Para finalis tidak hanya dituntut menampilkan produk unggulan, tetapi juga harus memahami berbagai aspek yang menentukan keberhasilan sebuah produk ketika dipasarkan ke luar negeri.


Mulai dari kualitas dan konsistensi produk, kesiapan produksi, pengembangan kemasan, hingga strategi pemasaran dan peluang negara tujuan ekspor menjadi bagian penting dalam proses evaluasi.


Dengan demikian, hasil asesmen diharapkan tidak berhenti pada penentuan nilai atau peringkat peserta. Lebih dari itu, setiap finalis diharapkan membawa pulang pengetahuan dan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan untuk memperbaiki serta mengembangkan usahanya.


Siska menegaskan, para finalis akan mendapatkan masukan langsung dari tenaga ahli, termasuk pemetaan negara-negara yang dinilai memiliki potensi sebagai tujuan pemasaran produk mereka.


"Para finalis tidak hanya dinilai untuk menentukan pemenang, tetapi juga dikurasi langsung oleh tenaga ahli nasional. Mereka akan mendapatkan masukan dan perbaikan terkait persiapan ekspor, termasuk pemetaan negara-negara yang berpotensi menjadi tujuan pemasaran produk," jelasnya.


Pendekatan tersebut menjadi penting karena kemampuan menghasilkan produk berkualitas belum tentu secara otomatis membuat sebuah UMKM siap memasuki pasar internasional.


Pelaku usaha juga harus mampu membaca karakteristik konsumen, memahami kebutuhan pasar negara tujuan, serta menyiapkan sistem produksi dan pemasaran yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan.


Melalui pendampingan tersebut, Pemerintah Kota Padang ingin memastikan bahwa UMKM yang terpilih bukan hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki fondasi usaha yang kuat untuk berkembang secara berkelanjutan.


### Dua Kategori Diperebutkan, Peluang Modal Usaha dan Sertifikat Layak Ekspor Menanti


Dalam penyelenggaraan UMKM Champion 2026 Kota Padang, terdapat dua kategori utama yang diperlombakan, yakni kategori kriya dan fesyen serta kategori kuliner.


Masing-masing kategori akan menetapkan juara I, II, dan III tingkat Kota Padang. Para pemenang nantinya tidak hanya memperoleh pengakuan atas kualitas dan keunggulan produk, tetapi juga berkesempatan mendapatkan sejumlah dukungan untuk pengembangan usaha.


Penghargaan yang disiapkan meliputi sertifikat layak ekspor, hadiah uang tunai, serta tabungan modal usaha.


Dukungan tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas produk, mengembangkan inovasi, serta memperluas jaringan pemasaran.


Kehadiran fasilitas pendukung semacam ini juga menunjukkan bahwa kompetisi UMKM Champion tidak semata-mata berorientasi pada penghargaan, melainkan diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan dan pertumbuhan usaha para peserta.


### Penentuan Juara Berlanjut pada 16–17 November


Setelah menyelesaikan asesmen tahap kedua selama tiga hari, perjalanan 15 finalis UMKM Champion 2026 masih akan berlanjut ke tahapan penilaian akhir.


Siska menyampaikan bahwa babak final dijadwalkan berlangsung pada 16 dan 17 November 2026 di Hotel Santika Padang.


Pada tahap penentuan tersebut, proses penilaian akan melibatkan juri dari Kementerian UMKM serta kalangan pengusaha tingkat nasional.


Keterlibatan para juri tersebut diharapkan menghadirkan penilaian yang lebih objektif dan menyeluruh, sekaligus memberikan perspektif dunia usaha terhadap potensi pengembangan produk para finalis.


Dengan melewati tiga tahapan seleksi, mulai dari penjaringan awal, asesmen lanjutan bersama tenaga ahli nasional, hingga penilaian akhir, UMKM Champion 2026 diharapkan mampu menghasilkan pelaku usaha yang benar-benar memiliki kesiapan untuk berkembang ke tingkat lebih tinggi.


### Target UMKM Padang Naik Kelas dan Go Global


Lebih jauh, pelaksanaan UMKM Champion 2026 menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.


Siska berharap seluruh finalis memiliki komitmen kuat untuk menindaklanjuti setiap masukan dan rekomendasi yang diberikan tenaga ahli selama proses asesmen.


Menurutnya, kesempatan mendapatkan evaluasi langsung dari praktisi ekspor dan lembaga nasional merupakan peluang berharga yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh setiap peserta.


"Kami berharap seluruh finalis tetap berkomitmen menjalankan hasil evaluasi dari para tenaga ahli dan terus memperbaiki produk masing-masing. Dengan begitu, target Wali Kota Padang untuk menghasilkan UMKM naik kelas, khususnya UMKM yang go global, dapat tercapai secara maksimal," tegas Siska.


Harapan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi para pelaku UMKM untuk tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diraih. Persaingan pasar semakin terbuka, sementara tuntutan konsumen terhadap kualitas, inovasi, dan profesionalisme produk juga terus berkembang.


Karena itu, kemampuan beradaptasi dan keseriusan melakukan pembenahan menjadi modal penting bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar.


Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Koperasi dan UKM berharap, dari proses UMKM Champion 2026 ini akan lahir pelaku usaha lokal yang tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan domestik, tetapi juga memiliki keberanian, kapasitas, dan kesiapan untuk membawa produk unggulan Kota Padang ke pasar dunia.


Pada akhirnya, keberhasilan program ini tidak semestinya hanya diukur dari siapa yang keluar sebagai juara pertama, kedua, atau ketiga. Ukuran yang lebih besar adalah seberapa jauh proses pembinaan tersebut mampu melahirkan UMKM yang benar-benar berkembang, memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah produk, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kota Padang.


Sebab, UMKM naik kelas bukan hanya tentang membesarnya omzet sebuah usaha, melainkan tentang bagaimana produk lokal mampu mendapatkan tempat dan kepercayaan di pasar global.


(Mond)


#Padang #Daerah


×
Berita Terbaru Update