Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Warga Padang Diminta Tampung Air, Galian Drainase di 7 Titik Berpotensi Ganggu Aliran Perumda Air Minum

06 October 2026 | October 06, 2026 WIB Last Updated 2026-10-06T17:49:15Z

Warga Padang Diminta Tampung Air, Galian Drainase di 7 Titik Berpotensi Ganggu Aliran Perumda Air Minum



D'On, Padang - Warga Kota Padang, khususnya pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang yang berada di sekitar tujuh titik pekerjaan galian drainase, diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari.


Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya sejumlah pekerjaan galian drainase yang berpotensi berdampak terhadap jaringan perpipaan maupun aliran air di kawasan sekitar pekerjaan.


Kondisi itu dapat menyebabkan pelanggan mengalami gangguan aliran, perubahan tekanan air, hingga pelayanan air yang tidak berjalan seperti biasanya selama aktivitas pekerjaan berlangsung.


Adapun tujuh lokasi yang perlu mendapat perhatian pelanggan yakni Jalan Maransi, Jalan Raya Gadut, kawasan pemugaran GOR H. Agus Salim, Kompleks Bayamas, kawasan Klenteng Pondok, Dadok Tunggul Hitam, serta Bypass Lubeg tepat di depan Kantor PLN.


Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, mengatakan pemberitahuan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan sekaligus upaya memberikan informasi lebih awal kepada pelanggan mengenai kemungkinan dampak pekerjaan di lapangan.


Menurutnya, pekerjaan galian drainase yang berada di kawasan dengan jaringan utilitas bawah tanah perlu mendapat perhatian karena aktivitas penggalian berpotensi bersinggungan dengan jaringan perpipaan air minum.

 

“Kami menyampaikan informasi ini lebih awal agar pelanggan dapat melakukan persiapan. Potensi gangguan layanan bukan untuk membuat masyarakat khawatir, tetapi agar pelanggan memiliki kesiapan apabila terjadi perubahan tekanan atau aliran air selama pekerjaan berlangsung,” ujar Afriyanto.


Ia mengimbau pelanggan di sekitar lokasi pekerjaan untuk menampung air secukupnya sebelum aktivitas pekerjaan berdampak terhadap pelayanan.


Cadangan air tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga apabila sewaktu-waktu aliran air mengalami gangguan atau tekanan menurun.


Jangan Menunggu Air Berhenti Mengalir


Afriyanto mengingatkan pelanggan agar tidak menunggu sampai gangguan terjadi baru kemudian mencari atau menampung air.


Menurutnya, langkah antisipasi jauh lebih baik dilakukan sejak awal, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan air untuk keperluan memasak, minum, mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

 

“Prinsipnya sederhana, jangan menunggu sampai aliran terganggu baru melakukan persiapan. Tampung air secukupnya sesuai kebutuhan. Tidak perlu berlebihan, yang penting ada cadangan untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan sementara,” katanya.


Selain menyiapkan cadangan, pelanggan juga diminta menggunakan air secara bijak selama kondisi pelayanan belum sepenuhnya normal.


Penggunaan air seperlunya diharapkan dapat membantu pelanggan mengelola persediaan air yang telah ditampung sekaligus menjaga pemanfaatan air tetap efisien.


Perumda Pantau Kondisi di Lapangan


Perumda Air Minum Kota Padang juga terus memperhatikan perkembangan pekerjaan di sejumlah lokasi tersebut. Koordinasi dan pemantauan diperlukan untuk mengantisipasi apabila pekerjaan konstruksi berpengaruh terhadap jaringan perpipaan maupun pelayanan kepada pelanggan.


Afriyanto menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi teknis di lapangan dapat berkembang sesuai dengan proses pekerjaan.

 

“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Yang paling penting adalah kesiapsiagaan. Kami terus memantau kondisi di lapangan dan apabila ada perkembangan terkait pelayanan, informasi akan disampaikan melalui kanal resmi Perumda Air Minum Kota Padang,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya terkait gangguan pelayanan air.


Pelanggan diminta menjadikan kanal informasi resmi Perumda Air Minum Kota Padang sebagai rujukan untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi pelayanan.


Tujuh Titik yang Perlu Diwaspadai


Adapun lokasi yang berpotensi terdampak pekerjaan galian drainase meliputi:

  • Jl. Maransi
  • Jl. Raya Gadut
  • Kawasan pemugaran GOR H. Agus Salim
  • Kompleks Bayamas
  • Kawasan Klenteng Pondok
  • Dadok Tunggul Hitam
  • Bypass Lubeg, depan Kantor PLN


Afriyanto mengatakan kesiapan pelanggan merupakan bagian penting dalam menjaga kebutuhan air rumah tangga tetap terpenuhi di tengah berlangsungnya pekerjaan infrastruktur.

 

“Pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, setiap potensi gangguan harus kita antisipasi bersama. Perumda berupaya menjaga pelayanan sebaik mungkin, sementara pelanggan dapat membantu dengan mempersiapkan cadangan air dan menggunakan air secara bijak,” katanya.


Ia berharap pekerjaan drainase dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak berkepanjangan terhadap pelayanan air minum masyarakat.


“Yang terpenting adalah komunikasi dan kesiapan bersama. Ketika masyarakat mendapatkan informasi lebih awal, mereka bisa mengambil langkah antisipasi. Begitu pula kami dapat lebih cepat merespons apabila terjadi kendala di lapangan,” tutur Afriyanto.


Dengan demikian, pelanggan di sekitar tujuh lokasi tersebut diimbau tidak panik, tetapi tetap siaga. Menampung air secukupnya, menghemat penggunaan air, dan mengikuti informasi resmi menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi potensi gangguan pelayanan selama pekerjaan galian drainase berlangsung.


(Mond)


#PerumdaAirMinum #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update