
Tutup Porsematik 32, Maigus Nasir Dorong Siswa SMPN 32 Padang Siapkan Diri Raih Beasiswa dan Bersaing di Tingkat Global
D'On, Padang - Penutupan Pekan Olahraga, Seni, Agama, Teknologi, dan Kreativitas (Porsematik) 32 menjadi momentum bagi keluarga besar SMPN 32 Padang untuk meneguhkan komitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, wawasan luas, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 SMPN 32 Padang tersebut berlangsung di lingkungan sekolah, Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Senin (5/10/2026).
Penutupan Porsematik 32 turut dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Kepala SMPN 32 Padang Rismawati, serta jajaran majelis guru.
Di hadapan para siswa, Maigus Nasir memberikan pesan agar momentum peringatan HUT sekolah tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Menurutnya, usia sekolah harus menjadi fase penting bagi siswa untuk membangun fondasi pendidikan, karakter, dan kemampuan yang akan menentukan perjalanan mereka di masa depan.
Maigus mendorong seluruh siswa SMPN 32 Padang agar serius menimba ilmu serta memanfaatkan masa sekolah untuk memperluas pengetahuan dan wawasan.
Ia mengingatkan, persaingan pada masa mendatang akan semakin terbuka. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar mampu mengambil peluang pendidikan maupun kesempatan lainnya yang tersedia.
“Para siswa harus mempersiapkan diri sejak bangku sekolah untuk meraih berbagai peluang pendidikan, termasuk beasiswa yang disiapkan Pemerintah Kota Padang bagi siswa berprestasi. Perluas pengetahuan dan wawasan, tingkatkan prestasi, dan siapkan diri sebaik mungkin agar kelak meraih beasiswa dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujar Maigus.
Pendidikan Jadi Fondasi Generasi Tangguh
Wakil Wali Kota Padang itu menegaskan pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam membentuk generasi yang lebih baik, maju, dan berkembang.
Namun, pendidikan menurutnya tidak sebatas kemampuan akademik. Para siswa juga perlu membangun kepribadian yang baik, kemampuan berkomunikasi, rasa percaya diri, serta keberanian untuk menghadapi perubahan.
Bekal tersebut harus mulai dibangun sejak bangku sekolah. Dengan fondasi yang kuat, siswa diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan formal, tetapi juga memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan memasuki dunia yang semakin kompetitif.
Pemerintah Kota Padang, lanjut Maigus, terus mendorong lahirnya generasi muda dengan pola pikir maju, wawasan luas, serta daya saing yang mampu menembus batas daerah bahkan tingkat internasional.
Arah tersebut sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Padang Juara yang menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan.
“Bapak Wali Kota sejak awal telah memikirkan bagaimana anak-anak kita memiliki pola pikir maju dan wawasan internasional. Kita ingin mereka tidak hanya berpikir lokal, tetapi mampu melihat dan bersaing di tingkat global,” katanya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar siswa tidak merasa cukup hanya dengan pencapaian yang ada saat ini. Mereka harus terus belajar, berani mencoba hal baru, mengasah kemampuan, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang.
Muharlion: Prestasi Tidak Lahir Secara Instan
Pesan serupa disampaikan Ketua DPRD Kota Padang Muharlion. Di hadapan siswa SMPN 32 Padang, ia mengingatkan bahwa prestasi tidak pernah lahir secara instan.
Setiap keberhasilan membutuhkan proses panjang yang diwarnai latihan, kegagalan, ketekunan, serta keberanian untuk kembali bangkit ketika menghadapi rintangan.
Muharlion mengajak siswa membangun karakter sebagai generasi yang berprestasi sekaligus tidak mudah menyerah.
Ia menggunakan perumpamaan mutiara dan pensil untuk menggambarkan pentingnya proses dalam mencapai keberhasilan.
“Kita harus seperti mutiara di dasar laut yang mampu bersinar setelah melalui perjuangan, dan seperti pensil yang terus diasah agar semakin tajam dan bermanfaat. Jangan mudah menyerah menghadapi rintangan, karena masa depan dan nasib kita ditentukan oleh kemauan untuk terus berjuang dan memperbaiki diri,” tutur Muharlion.
Menurutnya, berbagai perlombaan yang digelar melalui Porsematik 32 juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tentang kompetisi secara sehat.
Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, siswa dapat belajar mengenai disiplin, kerja sama, sportivitas, keberanian tampil, serta kemampuan menerima hasil dengan lapang dada.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
Porsematik 32 Dikemas Lebih Semarak
Sementara itu, Kepala SMPN 32 Padang Rismawati mengatakan peringatan HUT ke-32 merupakan bagian penting dari perjalanan panjang sekolah.
Selama 32 tahun, SMPN 32 Padang telah melewati berbagai dinamika. Perjalanan tersebut tidak selalu mudah, karena di dalamnya terdapat perjuangan, prestasi, air mata, hingga canda dan tawa yang menjadi bagian dari perjalanan keluarga besar sekolah.
“Porsematik 32 digelar selama sepekan dengan beragam kegiatan olahraga, seni, agama, teknologi, dan kreativitas. Kami bertekad menjadikan sekolah ini unggul, sekaligus melibatkan SD di sekitar untuk ikut berlomba dan memeriahkan HUT ke-32,” ujar Rismawati.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Porsematik 32 tahun ini dikemas dengan melibatkan seluruh siswa dalam berbagai perlombaan.
Tidak hanya menjadi ajang internal bagi siswa SMPN 32 Padang, kegiatan tersebut juga membuka ruang partisipasi bagi sejumlah sekolah dasar di sekitar lingkungan sekolah.
Keterlibatan siswa SD tersebut membuat rangkaian perayaan HUT ke-32 semakin semarak sekaligus memperkuat hubungan sekolah dengan lingkungan pendidikan di sekitarnya.
Rismawati menegaskan, beragam kegiatan yang terangkum dalam Porsematik dirancang untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan potensi masing-masing.
Olahraga menjadi wadah untuk membangun kebugaran, kedisiplinan dan sportivitas. Seni memberikan ruang bagi kreativitas dan ekspresi. Bidang agama memperkuat nilai-nilai spiritual dan karakter. Sementara teknologi serta kreativitas mendorong siswa untuk berpikir inovatif dan berani menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Dari Perayaan HUT Menuju Sekolah Unggul
Penutupan Porsematik 32 akhirnya tidak hanya menjadi tanda berakhirnya rangkaian perlombaan selama sepekan. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa pendidikan dan pembentukan karakter harus berjalan beriringan.
Pesan Maigus Nasir mengenai pentingnya mempersiapkan diri untuk meraih beasiswa, ajakan Muharlion agar siswa tidak mudah menyerah, serta tekad SMPN 32 Padang untuk terus mengembangkan potensi peserta didik bermuara pada satu tujuan: menyiapkan generasi yang mampu berdiri dengan kemampuan sendiri dan siap menghadapi masa depan.
Di usia ke-32, SMPN 32 Padang ingin terus bergerak menjadi sekolah yang unggul, bukan hanya dalam capaian akademik, tetapi juga dalam olahraga, seni, agama, teknologi, kreativitas, dan pembentukan karakter.
Porsematik 32 pun menjadi gambaran bahwa sekolah bukan sekadar tempat mengejar nilai di ruang kelas. Sekolah adalah tempat anak-anak belajar bermimpi, berproses, berkompetisi, bekerja sama, menghadapi kegagalan, dan perlahan menemukan kemampuan terbaik dalam dirinya.
Dari Sungai Lareh, semangat itu diharapkan terus tumbuh mengantarkan siswa SMPN 32 Padang menjadi generasi yang tidak hanya siap melanjutkan pendidikan, tetapi juga berani menatap masa depan dengan wawasan yang lebih luas dan daya saing hingga tingkat global.
(Mond)
#Padang #Daerah