Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tim SAR Gabungan Cari Pria yang Dilaporkan Melompat ke Laut di Dermaga 7 Pelabuhan Bakauheni

11 October 2026 | October 11, 2026 WIB Last Updated 2026-10-11T06:25:58Z

Tim SAR Gabungan Cari Pria yang Dilaporkan Melompat ke Laut di Dermaga 7 Pelabuhan Bakauheni



D'On, Lampung Selatan - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan melakukan pencarian terhadap seorang pria bernama Dedi Rustana Siregar (38), warga Cilegon, Banten, yang dilaporkan melompat ke laut di Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Minggu (11/10/2026) dini hari.


Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.10 WIB. Hingga laporan awal diterima, keberadaan pria tersebut belum diketahui dan tim SAR bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pencarian.


Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai kondisi membahayakan manusia (KMM) di kawasan pelabuhan penyeberangan tersebut. Setelah menerima informasi, personel SAR segera berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung serta pelapor guna menindaklanjuti kejadian.


“Setelah menerima laporan, tim Pos SAR Bakauheni bergerak menuju lokasi setelah berkoordinasi dengan kantor pencarian dan pertolongan Lampung serta pelapor,” kata Rezie di Lampung Selatan, sebagaimana dikutip dari Antara.


Berawal dari Kedatangan Korban Menggunakan Mobil


Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, Dedi diketahui tiba di kawasan Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni menggunakan sebuah mobil.


Setelah tiba di lokasi, pria berusia 38 tahun tersebut keluar dari kendaraannya. Namun, situasi kemudian berubah ketika ia dilaporkan melompati pagar pembatas dermaga sebelum masuk ke laut.


Kejadian itu menjadi perhatian karena berlangsung di kawasan pelabuhan penyeberangan yang menjadi salah satu jalur penting mobilitas masyarakat antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa.


Meski demikian, informasi mengenai aktivitas korban sebelum kejadian, alasan kedatangannya ke dermaga, serta kondisi yang melatarbelakangi peristiwa tersebut belum dijelaskan secara terperinci dalam laporan awal.


Belum ada pula keterangan lebih lanjut mengenai apakah korban sempat berkomunikasi dengan orang lain sebelum kejadian atau bagaimana kondisi terakhirnya sesaat sebelum dilaporkan masuk ke laut.


Diketahui oleh Adik Sepupu Korban


Peristiwa tersebut diketahui oleh Eno Sardiono, yang merupakan adik sepupu Dedi. Setelah mengetahui kejadian itu, Eno melaporkannya kepada petugas PT ASDP Indonesia Ferry yang bertugas di kawasan pelabuhan.


Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Pos SAR Bakauheni untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Informasi dari saksi menjadi bagian penting dalam proses awal pencarian, terutama untuk membantu petugas memastikan lokasi kejadian dan menyusun langkah penanganan di lapangan.


Dalam kejadian yang melibatkan seseorang masuk ke perairan pelabuhan, kecepatan penyampaian informasi kepada petugas menjadi faktor penting agar upaya pencarian dapat segera dilakukan.


Namun, keterangan lebih rinci mengenai jarak pandang saksi, kondisi perairan saat kejadian, serta apakah ada upaya pertolongan awal sebelum tim SAR tiba belum tersedia dalam informasi yang disampaikan.


Tim SAR Lakukan Upaya Pencarian


Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pos SAR Bakauheni bergerak menuju lokasi setelah berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung serta pihak pelapor.


Penanganan dilakukan sebagai bagian dari respons terhadap laporan kondisi membahayakan manusia. Tim SAR berupaya menindaklanjuti informasi yang diterima untuk menemukan keberadaan Dedi.


Proses pencarian di kawasan dermaga membutuhkan perhatian terhadap sejumlah kondisi, termasuk posisi terakhir korban terlihat, karakteristik perairan, arus, serta kondisi lingkungan di sekitar lokasi kejadian. Faktor-faktor tersebut dapat menjadi pertimbangan petugas dalam menentukan langkah pencarian sesuai situasi di lapangan.


Meski demikian, belum terdapat informasi terperinci mengenai jumlah personel yang dikerahkan, penggunaan peralatan khusus, luas area pencarian, maupun metode pencarian yang diterapkan dalam operasi tersebut.


Perkembangan mengenai hasil pencarian, termasuk apakah korban telah ditemukan atau operasi masih berlangsung, juga belum tercantum dalam laporan awal yang tersedia.


Identitas Korban dan Kronologi Masih Menunggu Informasi Lanjutan


Dedi Rustana Siregar diketahui berusia 38 tahun dan berasal dari Cilegon, Banten. Sementara itu, kronologi awal yang disampaikan menyebutkan bahwa korban tiba menggunakan mobil, keluar dari kendaraan, kemudian dilaporkan melompati pagar pembatas dermaga sebelum masuk ke laut.


Adapun penyebab pasti kejadian tersebut belum diketahui. Belum ada keterangan resmi yang memastikan alasan korban melakukan tindakan tersebut maupun kondisi yang dialaminya sebelum peristiwa berlangsung.


Karena itu, dugaan mengenai motif atau latar belakang kejadian belum dapat disimpulkan tanpa keterangan tambahan dari saksi dan pihak berwenang.


Informasi lanjutan dari tim SAR, pihak keluarga, pengelola pelabuhan, maupun aparat terkait diharapkan dapat memperjelas kronologi serta perkembangan pencarian.


Menunggu Perkembangan Operasi SAR


Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di kawasan Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni pada dini hari, ketika kondisi lingkungan dan jarak pandang dapat menjadi tantangan tersendiri bagi proses pencarian di perairan.


Tim SAR gabungan masih menjadi pihak utama yang diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai keberadaan Dedi Rustana Siregar melalui upaya pencarian yang dilakukan.


Hingga informasi awal ini disusun, belum ada keterangan lanjutan mengenai hasil operasi maupun penyebab pasti kejadian. Perkembangan selanjutnya menunggu informasi resmi dari tim SAR dan pihak berwenang.


Masyarakat diimbau untuk menunggu informasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta tidak menyebarkan dugaan mengenai penyebab kejadian yang belum terverifikasi.


(B1)


#Peristiwa

×
Berita Terbaru Update