
Tak Lagi Kapolri, Listyo Sigit Tegaskan Masih Polisi Aktif hingga 2027
D'On, Jakarta - Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak serta-merta membuat Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninggalkan institusi yang dipimpinnya selama beberapa tahun terakhir.
Listyo menegaskan dirinya masih berstatus sebagai anggota Polri aktif meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Ia menyebut masa pensiunnya baru akan tiba pada 2027.
Penegasan tersebut disampaikan Listyo setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Saat ditanya mengenai statusnya setelah tidak lagi menjadi Kapolri, Listyo menjawab singkat namun tegas.
“Statusnya masih aktif. Ya masih lanjut saja. Kan pensiun saya masih 2027.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perpindahan jabatan dari pucuk pimpinan Polri ke lingkungan pemerintahan tidak otomatis berarti Listyo memasuki masa purnatugas dari kepolisian.
Dalam jabatan barunya sebagai KSP, Listyo kini mendapat amanah untuk memimpin Kantor Staf Kepresidenan. Ia menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman yang pada hari yang sama dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Suyudi Ario Seto Resmi Gantikan Listyo
Di saat Listyo berpindah ke lingkungan Istana, tongkat komando Polri diserahkan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Presiden Prabowo melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Suyudi menggantikan Listyo Sigit yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut.
Dalam rangkaian pergantian kepemimpinan itu, Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat juga dilantik sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Pergantian tersebut menandai babak baru kepemimpinan di tubuh Polri. Setelah tidak lagi berada di pucuk institusi, Listyo memilih menyampaikan dukungan kepada penerusnya.
Listyo mengaku mengenal Suyudi. Menurutnya, keduanya pernah berkoordinasi dalam lingkup wilayah yang hampir sama.
Namun, lebih dari sekadar hubungan kedinasan, Listyo menilai Suyudi memiliki sejumlah karakter yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan tertinggi Polri.
“Saya mengenal beliau karena kebetulan kami pernah berkoordinasi di wilayah yang hampir sama. Namun secara khusus saya mengenal beliau adalah seorang pekerja keras dan tentunya banyak kreativitas serta integritas,” ujar Listyo.
Titip Kepercayaan dan Pelayanan kepada Masyarakat
Listyo juga menyampaikan pesan kepada Suyudi agar mampu menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Kapolri.
Menurut Listyo, tantangan yang dihadapi Polri tidak sederhana. Dinamika global terus berkembang dan turut membawa berbagai persoalan yang harus diantisipasi institusi kepolisian.
Karena itu, ia berharap Suyudi dapat terus menjaga kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Listyo pun menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa atas amanah baru yang diterima Suyudi.
“Jadi saya ucapkan selamat kepada Pak Suyudi sebagai Kapolri yang baru. Kita doakan beliau untuk terus sukses dalam mengemban amanah sebagai pimpinan Polri.”
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam proses transisi kepemimpinan Polri. Listyo yang sebelumnya berada di posisi tertinggi institusi kini tetap berada dalam lingkup pengabdian negara, meski melalui jabatan yang berbeda.
Dari Mabes Polri ke Lingkungan Istana
Pelantikan Listyo sebagai KSP dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 105/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.
Dalam pelantikan tersebut, Listyo mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo sebelum menandatangani berita acara pelantikan.
Perpindahan Listyo ke KSP juga berlangsung dalam rangkaian reshuffle pemerintahan yang cukup besar pada 1 Oktober 2026. Dalam agenda yang sama, Presiden Prabowo melantik sejumlah pejabat baru, termasuk menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga, Kapolri, dan Wakapolri.
Dengan demikian, Listyo kini menjalankan tugas baru di lingkungan Istana, sementara statusnya sebagai anggota Polri masih melekat hingga memasuki masa pensiun yang disebutnya akan berlangsung pada 2027.
Terima Kasih atas Dukungan Masyarakat
Selain berbicara mengenai statusnya dan pergantian Kapolri, Listyo juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya dari Presiden Prabowo.
Pada hari yang sama, Presiden menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna kepada Listyo Sigit. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian di bidang kepolisian serta berbagai bidang lain yang dinilai bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Dalam keputusan tersebut, Komjen Pol. Dedi Prasetyo juga menerima Bintang Mahaputera Adipradana.
Listyo mengaku bersyukur sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo.
Namun, ia menekankan bahwa penghargaan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai elemen masyarakat dan keluarga besar Polri selama dirinya menjalankan tugas.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden dan juga tentunya seluruh masyarakat yang selama ini mendukung kami dalam melaksanakan tugas-tugas, karena tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat, seluruh elemen bangsa, tentunya kami juga tidak akan mendapatkan anugerah.”
Ucapan terima kasih itu kembali ia sampaikan kepada masyarakat Indonesia dan keluarga besar Polri.
“Oleh karena itu, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan kepada seluruh rakyat Indonesia dan juga seluruh keluarga besar Polri.”
Babak Baru Pengabdian Listyo
Kini, perjalanan karier Listyo Sigit memasuki fase baru.
Setelah memimpin institusi Polri, ia dipercaya Presiden Prabowo untuk menempati posisi Kepala Staf Kepresidenan. Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa dirinya belum memasuki masa pensiun dan masih berstatus sebagai polisi aktif hingga 2027.
Sementara itu, kepemimpinan Polri beralih kepada Suyudi Ario Seto yang resmi dilantik sebagai Kapolri baru.
Pergantian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa berakhirnya masa jabatan seseorang sebagai Kapolri tidak selalu identik dengan berakhirnya pengabdian di institusi kepolisian. Dalam kasus Listyo, pengabdian itu berlanjut melalui jabatan baru di lingkungan Istana, sementara masa kedinasannya di Polri masih berlangsung hingga batas pensiun yang ia sebutkan.
Bagi Polri, tongkat komando kini berada di tangan Suyudi. Bagi Listyo, tugas baru sebagai KSP membuka ruang pengabdian berbeda, dengan pengalaman panjangnya di kepolisian menjadi bagian dari perjalanan menuju amanah berikutnya.
(L6)
#Polri #Nasional