
Padang Bidik SDM Unggul Era Kendaraan Listrik, PNP Gandeng Beifang Perkuat Ekosistem Teknologi Masa Depan
D'On, Padang - Perkembangan teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), energi terbarukan hingga teknologi hidrogen terus bergerak dengan cepat. Di tengah perubahan tersebut, Kota Padang mulai memperkuat langkah untuk memastikan generasi mudanya tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi sumber daya manusia yang menguasai sekaligus mengembangkan teknologi masa depan.
Langkah itu mengemuka dalam kegiatan Promoting RISE (Renewable, Energy, Intelligence System, Smart Technology, Education) Through Triple Helix yang digelar Politeknik Negeri Padang (PNP) di Aula Gedung Pusat Kreatif Mahasiswa (PKM) PNP, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, BUMN/BUMD, mahasiswa serta pelajar untuk membicarakan arah pengembangan sumber daya manusia dan teknologi yang semakin membutuhkan kompetensi baru.
Turut hadir Direktur PNP Revalin Herdianto, Direktur Marketing Beifang Automotive Education Mrs. Lulu Cao melalui Zoom, Direktur Kurikulum Beifang Mr. Sun Liwei, Project Manager Beifang Mrs. Ni Luh Putu Indira Shinta Pradnyani, serta sejumlah pimpinan BUMN/BUMD, perguruan tinggi, industri otomotif, mahasiswa PNP dan siswa SMA sederajat di Kota Padang.
Dari kendaraan listrik menuju teknologi hidrogen
Fadly Amran mengatakan, perkembangan teknologi kendaraan listrik yang berlangsung saat ini menunjukkan bahwa transformasi industri otomotif tidak berhenti pada perpindahan kendaraan berbahan bakar konvensional menuju kendaraan listrik.
Menurutnya, saat mengunjungi Beifang, pihaknya melihat secara langsung perkembangan teknologi yang telah bergerak lebih jauh, termasuk pengembangan teknologi hidrogen dan konsep low altitude economy.
“Kami sudah mengunjungi Beifang untuk melihat langsung perkembangan teknologi kendaraan listrik. Di sana kita melihat bahwa perkembangan teknologi tidak lagi sebatas bagaimana mengalihkan kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik, tetapi juga sudah mengarah pada pengembangan teknologi hidrogen dan low altitude economy,” ujar Fadly.
Perubahan tersebut, kata Fadly, sekaligus memberikan gambaran bahwa kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi teknologi akan semakin besar. Karena itu, dunia pendidikan dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Di sinilah, menurut Fadly, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan industri menjadi penting.
Ia mengapresiasi langkah PNP menjalin kerja sama dengan Beifang Automotive Education Group sebagai upaya membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan generasi muda Kota Padang untuk mengenal perkembangan teknologi kendaraan listrik serta bidang teknologi terkait lainnya.
Triple Helix bukan sekadar seremoni
Fadly menilai konsep triple helix yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi dan industri harus diterjemahkan ke dalam kerja sama yang konkret.
Ia berharap kegiatan yang saat ini masih berupa seminar dan pengenalan teknologi dapat berkembang menjadi program yang memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kompetensi mahasiswa, tenaga pendidik maupun teknisi.
“Jika tahap ini dilakukan melalui seminar dan pengenalan teknologi, ke depan diharapkan kerja sama dapat berkembang pada pelatihan, pengiriman tenaga pendidik maupun teknisi, hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Kota Padang,” katanya.
Menurut Fadly, pengembangan ekosistem tersebut tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Perguruan tinggi memiliki peran dalam pendidikan, riset dan inovasi, industri memiliki teknologi dan kebutuhan tenaga kerja, sedangkan pemerintah dapat menciptakan dukungan kebijakan sekaligus membuka akses terhadap berbagai program pengembangan SDM.
Dengan pola tersebut, kerja sama pendidikan dan industri tidak berhenti pada penandatanganan atau kegiatan seremonial, tetapi dapat menghasilkan lulusan yang benar-benar siap masuk ke dunia kerja sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Beasiswa Padang Juara dibuka untuk pengembangan SDM teknologi
Fadly juga mengajak mahasiswa dan pelajar Kota Padang untuk tidak menyia-nyiakan peluang pendidikan yang tersedia, termasuk kesempatan memperoleh beasiswa.
Ia menyebut Beasiswa Padang Juara sebagai salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung lahirnya generasi unggul. Program tersebut, menurutnya, tidak hanya dapat diarahkan untuk pendidikan jenjang sarjana di luar negeri, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi menyiapkan SDM dengan keahlian yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Kami mengajak mahasiswa dan pelajar untuk memanfaatkan berbagai peluang beasiswa, baik dari Pemerintah Kota Padang maupun PNP untuk bisa belajar ke Beifang. Karena perkembangan teknologi ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni, dan memiliki kemampuan untuk bersaing,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi semakin penting karena transformasi teknologi tidak hanya menciptakan peluang baru, tetapi juga mengubah kebutuhan industri terhadap tenaga kerja. Penguasaan teknologi, kemampuan beradaptasi dan kompetensi praktis akan menjadi modal penting bagi generasi muda untuk bersaing.
PNP dorong pendidikan, inovasi dan kebutuhan industri berjalan beriringan
Direktur PNP Revalin Herdianto mengatakan kegiatan Promoting RISE Through Triple Helix merupakan salah satu langkah PNP dalam mendukung agenda pengembangan energi terbarukan dan teknologi baru.
Ia menegaskan bahwa PNP mengusung konsep triple helix sebagai pendekatan untuk mempertemukan pendidikan, inovasi dan kebutuhan industri.
“PNP mengusung konsep triple helix. Konsep ini menempatkan PNP sebagai salah satu pihak yang berperan dalam mendorong inovasi dan perubahan, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan mampu menjawab kebutuhan perkembangan teknologi,” kata Revalin.
Konsep tersebut sekaligus menempatkan perguruan tinggi vokasi pada posisi strategis. Pendidikan vokasi tidak cukup hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi harus memastikan kompetensi mahasiswa selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Kerja sama dengan Beifang Automotive Education Group diharapkan menjadi salah satu pintu untuk memperluas wawasan mahasiswa, meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dan membuka peluang pengembangan kompetensi di bidang kendaraan listrik maupun teknologi energi masa depan.
Menyiapkan generasi yang tidak hanya menjadi konsumen teknologi
Kegiatan Promoting RISE akhirnya membawa pesan yang lebih luas: transformasi teknologi harus diikuti transformasi sumber daya manusia.
Kendaraan listrik, energi terbarukan, sistem kecerdasan, teknologi pintar hingga teknologi hidrogen diperkirakan akan semakin membutuhkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi khusus. Tanpa kesiapan SDM, daerah berpotensi hanya menjadi pasar bagi teknologi yang dikembangkan pihak lain.
Sebaliknya, dengan memperkuat hubungan pemerintah, perguruan tinggi dan industri, Padang memiliki peluang untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu mengoperasikan, mengembangkan bahkan menciptakan inovasi baru.
Karena itu, kolaborasi PNP dan Beifang menjadi momentum untuk memperluas orientasi pendidikan menuju kebutuhan industri masa depan.
Bagi Kota Padang, investasi terbesar dari kerja sama tersebut bukan hanya terletak pada teknologi yang dibawa masuk, tetapi pada manusia yang disiapkan untuk menguasai teknologi tersebut.
Jika seminar dan pengenalan teknologi dapat dilanjutkan dengan pelatihan, transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan teknisi, serta pembukaan akses pendidikan ke pusat-pusat teknologi seperti Beifang, maka konsep triple helix yang digaungkan PNP dapat bergerak dari sekadar gagasan menjadi ekosistem nyata.
Dan dari ekosistem itulah, generasi muda Padang diharapkan mampu menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat bukan dengan menjadi penonton, tetapi dengan menjadi bagian dari mereka yang menggerakkan perubahan.
(Mond)
#Padang #Daerah