Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MTQ ke-42 Kota Padang Resmi Dibuka, 663 Kafilah Berebut Prestasi dan Rp599 Juta Demi Lahirkan Generasi Qurani

11 October 2026 | October 11, 2026 WIB Last Updated 2026-10-11T15:20:18Z

MTQ ke-42 Kota Padang Resmi Dibuka, 663 Kafilah Berebut Prestasi dan Rp599 Juta Demi Lahirkan Generasi Qurani



D'On, Padang - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-42 tingkat Kota Padang resmi dibuka di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Sabtu (10/10/2026) malam. Diikuti 663 kafilah dari 11 kecamatan, perhelatan keagamaan yang berlangsung hingga 14 Oktober 2026 ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan membaca dan memahami Alquran, tetapi juga momentum memperkuat karakter generasi muda melalui nilai-nilai keislaman.


Mengusung tema “Membumikan Alquran dan Menguatkan Smart Surau untuk Menuju Padang Maju dan Sejahtera”, MTQ ke-42 menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat syiar Islam sekaligus mendukung Program Unggulan (Progul) Smart Surau.


Pembukaan berlangsung semarak dan dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Kementerian Agama, pimpinan organisasi keagamaan, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Padang.


Rangkaian acara diawali dengan defile 11 kafilah kecamatan yang menampilkan semangat dan kesiapan masing-masing peserta. Suasana semakin meriah dengan penampilan Marching Band Gita Pamong Praja Satpol PP Kota Padang, disusul tari kolosal yang melibatkan ratusan peserta didik SMP di Kota Padang.


Kemegahan seremoni tersebut menjadi pembuka bagi kompetisi yang diharapkan mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, serta generasi muda berprestasi yang menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam kehidupan.


Fadly Amran: MTQ Bukan Sekadar Perlombaan


Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, MTQ tidak boleh dipandang sebatas kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi berprestasi, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan yang kuat terhadap Alquran.


Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya diukur dari kemeriahan pembukaan ataupun jumlah peserta yang berkompetisi, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu menumbuhkan semangat mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari.


“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah membentuk generasi muda yang berprestasi, berakhlak mulia, dan mencintai Alquran. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan MTQ ke-42 tingkat Kota Padang,” ujar Fadly Amran.


Apresiasi tersebut ditujukan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari panitia, pembina, pelatih, pendamping, hingga para peserta yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti musabaqah.


Pesan Wali Kota itu sekaligus menegaskan pentingnya menjadikan MTQ sebagai bagian dari pembinaan keagamaan yang berkesinambungan. Prestasi di arena perlombaan diharapkan berjalan seiring dengan pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai moral dan spiritual generasi muda.


Maigus Nasir Dorong Smart Surau Melahirkan Generasi Qurani


Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, yang juga menjabat Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Padang, menekankan pentingnya menjadikan MTQ sebagai instrumen pembinaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Ia berharap pelaksanaan MTQ ke-42 tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan persaingan antarkafilah. Musabaqah ini harus menjadi bagian dari gerakan yang semakin mendekatkan anak-anak dan generasi muda kepada Alquran, baik melalui pembelajaran, pembinaan kemampuan, maupun penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam konteks tersebut, Maigus menempatkan MTQ sebagai salah satu momentum untuk memperkuat Program Unggulan Smart Surau, yang diarahkan pada penguatan fungsi surau sebagai pusat pembinaan keagamaan dan karakter generasi muda.


“MTQ ke-42 ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk menyiapkan kafilah terbaik Kota Padang menghadapi MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada 2027. Kita berharap lahir generasi Qurani yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama Kota Padang di kancah yang lebih tinggi,” ungkap Maigus.


Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa MTQ tingkat kota juga memiliki orientasi strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul di bidang tilawah dan cabang-cabang musabaqah lainnya.


Dengan pembinaan yang berkelanjutan, para peserta diharapkan tidak hanya mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama kompetisi, tetapi juga berkembang melalui proses latihan, pendampingan, dan peningkatan kualitas secara konsisten.


Di sisi lain, penguatan Smart Surau diharapkan mampu memperluas ruang pembinaan generasi muda sehingga kecintaan terhadap Alquran tidak hanya tumbuh ketika menjelang perlombaan, melainkan menjadi kebiasaan yang terus terpelihara.


663 Kafilah, 13 Cabang Lomba, dan 15 Venue


Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Pelaksana MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang, menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini melibatkan 663 kafilah yang berasal dari 11 kecamatan.


Para peserta akan berkompetisi dalam 13 cabang lomba yang digelar di 15 lokasi atau venue yang tersebar di wilayah Kecamatan Koto Tangah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 10 hingga 14 Oktober 2026.


“Sebanyak 663 kafilah akan berkompetisi dalam 13 cabang lomba di 15 venue yang tersebar di wilayah Kecamatan Koto Tangah. Total hadiah yang diperebutkan berjumlah Rp599 juta disertai trofi juara umum,” kata Raju Minropa.


Besarnya jumlah peserta menunjukkan luasnya keterlibatan kecamatan dalam menyemarakkan kegiatan tersebut. Setiap kafilah membawa harapan untuk meraih hasil terbaik sekaligus menunjukkan kualitas pembinaan Alquran di wilayah masing-masing.


Penyelenggaraan perlombaan di 15 venue juga menuntut koordinasi yang baik antara panitia, peserta, pendamping, dan seluruh unsur pendukung agar rangkaian musabaqah berjalan tertib sesuai agenda.


Total hadiah sebesar Rp599 juta menjadi salah satu daya tarik kompetisi. Namun, di balik persaingan memperebutkan penghargaan tersebut, MTQ tetap membawa misi utama berupa pengembangan kemampuan peserta, peningkatan kualitas pembinaan Alquran, dan penguatan kehidupan religius masyarakat.


Trofi juara umum juga menjadi simbol pencapaian kolektif kecamatan dalam membina serta mempersiapkan kafilah terbaiknya.


Momentum Pembinaan Menuju MTQ Sumbar 2027


MTQ ke-42 tingkat Kota Padang memiliki arti penting karena menjadi bagian dari tahapan pembinaan menuju MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat pada 2027.


Melalui kompetisi ini, kemampuan para peserta dapat diuji sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menentukan aspek pembinaan yang perlu diperkuat. Peserta yang menonjol diharapkan memperoleh kesempatan untuk terus mengembangkan potensinya sehingga mampu bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.


Bagi LPTQ Kota Padang, proses menuju prestasi tidak cukup dilakukan secara instan menjelang kompetisi. Diperlukan pembinaan yang terarah, latihan yang konsisten, pendampingan yang memadai, serta dukungan dari keluarga, lingkungan pendidikan, surau, dan pemerintah.


Karena itu, keberhasilan MTQ ke-42 nantinya tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang meraih gelar juara. Keberhasilan juga tercermin dari lahirnya peserta-peserta potensial, meningkatnya kualitas pembinaan di tingkat kecamatan, serta semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan.


Harapan tersebut sejalan dengan pesan Maigus Nasir agar MTQ menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan yang mampu mengantarkan kafilah terbaik Kota Padang tampil dan mengharumkan nama daerah pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat 2027.


Smart Surau dan Tantangan Membumikan Alquran


Tema yang diangkat dalam MTQ ke-42 mengandung pesan bahwa pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan kemajuan fisik, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memerlukan penguatan karakter serta kehidupan spiritual masyarakat.


Dalam kerangka tersebut, Smart Surau menjadi salah satu program yang diharapkan mampu memperkuat peran surau sebagai ruang pembelajaran agama, pembentukan akhlak, dan pengembangan karakter generasi muda.


MTQ dapat menjadi momentum untuk memperluas semangat tersebut melalui peningkatan minat membaca Alquran, pengembangan kemampuan tilawah dan hafalan, serta penanaman nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.


Tantangan berikutnya adalah memastikan semangat yang muncul selama penyelenggaraan musabaqah terus berlanjut setelah kompetisi berakhir. Pembinaan yang rutin, keterlibatan keluarga, dukungan pengajar, dan aktivitas keagamaan yang berkesinambungan menjadi faktor penting agar kecintaan terhadap Alquran tumbuh sebagai kebiasaan.


Dengan demikian, keberhasilan Smart Surau tidak hanya terlihat dari ramainya kegiatan keagamaan, tetapi juga dari semakin kuatnya karakter generasi muda, meningkatnya pemahaman keagamaan, serta tumbuhnya perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Alquran.


Dihadiri Jajaran Pemerintah dan Tokoh Keagamaan


Pembukaan MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Abrar Munanda.


Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padang Zulfahmi, serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir.


Unsur Forkopimda Kota Padang, Sekda Kota Padang Raju Minropa, seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemko Padang, serta pimpinan organisasi keagamaan se-Kota Padang juga turut menghadiri pembukaan.


Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan MTQ sebagai kegiatan keagamaan sekaligus bagian dari pembinaan masyarakat.


Dengan dimulainya MTQ ke-42 pada Sabtu malam, seluruh kafilah kini memasuki rangkaian kompetisi yang berlangsung hingga 14 Oktober 2026. Masing-masing peserta membawa tekad untuk memberikan penampilan terbaik, sementara pemerintah daerah berharap ajang ini menjadi fondasi bagi peningkatan prestasi dan penguatan karakter generasi Qurani.


Pada akhirnya, MTQ ke-42 Kota Padang diharapkan meninggalkan dampak yang lebih luas daripada sekadar daftar pemenang dan perolehan trofi. Sebanyak 663 kafilah, 13 cabang lomba, dan 15 venue menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membumikan Alquran, memperkuat Smart Surau, serta membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu membawa Kota Padang menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update