
Maigus Nasir Ingatkan Calon Jemaah Haji Padang: Jaga Akhlak, Perkuat Persiapan, Raih Haji Mabrur
D'On, Padang - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengingatkan calon jemaah haji Kota Padang agar tidak hanya mempersiapkan kondisi fisik dan memahami tata cara ibadah, tetapi juga menjaga akhlak, adab, serta kesiapan spiritual selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Pesan tersebut disampaikan Maigus Nasir saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji Kota Padang 1448 Hijriah/2027 Masehi yang berlangsung di Masjid Agung Nurul Iman, Minggu (11/10/2026).
Di hadapan para calon jemaah haji, Maigus menegaskan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah besar yang patut disyukuri. Kesempatan tersebut tidak terlepas dari penantian panjang, kesabaran, serta ikhtiar yang telah dilalui setiap calon jemaah sebelum memperoleh kesempatan memenuhi panggilan ke Tanah Suci.
Atas nama Pemerintah Kota Padang, Maigus menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh calon jemaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Ia berharap kesempatan berharga itu dapat dimanfaatkan dengan mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan baik.
"Kesempatan berhaji merupakan anugerah yang harus disyukuri dengan mempersiapkan diri, baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Padang, kami mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu yang akan menunaikan rukun Islam kelima ini," ujar Maigus.
Manasik Haji Bukan Sekadar Memahami Tata Cara Ibadah
Menurut Maigus, bimbingan manasik haji memiliki peran penting dalam memberikan bekal pengetahuan kepada calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Melalui kegiatan tersebut, jemaah diharapkan memahami tahapan pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan, sekaligus mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan selama menjalankan ibadah.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian bimbingan manasik secara serius dan sungguh-sungguh. Pengetahuan yang diperoleh selama pembekalan diharapkan menjadi pedoman bagi jemaah ketika melaksanakan ibadah di tengah suasana dan kondisi yang berbeda dari kehidupan sehari-hari.
Pemahaman yang baik terhadap tata cara ibadah menjadi salah satu bekal penting agar jemaah dapat menjalankan setiap tahapan dengan benar, tertib, dan khusyuk. Dengan demikian, jemaah tidak hanya mengandalkan kesiapan fisik, tetapi juga memiliki pemahaman yang memadai mengenai ibadah yang akan dilaksanakan.
Bagi Maigus, persiapan sebelum keberangkatan harus dilakukan secara menyeluruh. Kesiapan fisik diperlukan untuk menghadapi rangkaian aktivitas ibadah, kesiapan mental membantu jemaah menjalani berbagai situasi selama perjalanan, sedangkan kesiapan spiritual menjadi landasan untuk menjaga niat, kesabaran, dan keikhlasan dalam beribadah.
Karena itu, ia berharap para calon jemaah benar-benar memanfaatkan kesempatan mengikuti manasik sebagai bagian penting dari perjalanan ibadah haji, bukan sekadar memenuhi rangkaian kegiatan sebelum keberangkatan.
Menjaga Akhlak dan Adab Menjadi Bagian Penting Perjalanan Haji
Selain menekankan pemahaman tata cara ibadah, Maigus memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya menjaga akhlak dan adab selama berada di Tanah Suci.
Ia mengingatkan bahwa ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan rangkaian ritual, tetapi juga menuntut kesungguhan dalam menjaga perilaku, kesabaran, serta sikap terhadap sesama jemaah.
Dalam perjalanan ibadah yang mempertemukan umat Islam dari berbagai daerah dan negara, sikap saling menghormati, menjaga ketertiban, serta mengedepankan kesabaran merupakan hal yang perlu diperhatikan.
Calon jemaah diharapkan mampu menjaga tutur kata, mengendalikan emosi, saling membantu, dan menghormati orang lain dalam berbagai situasi. Sikap tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana ibadah yang tertib dan nyaman bagi seluruh jemaah.
Pesan mengenai akhlak dan adab ini juga sejalan dengan harapan agar ibadah haji tidak berhenti pada selesainya seluruh rangkaian ritual. Lebih dari itu, pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci diharapkan membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hubungan dengan keluarga dan masyarakat.
Maigus pun berharap seluruh calon jemaah Kota Padang dapat menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan, menjaga perilaku, serta berupaya meraih predikat haji mabrur bagi jemaah laki-laki dan haji mabruroh bagi jemaah perempuan.
Pemko Padang Doakan Jemaah Diberi Kesehatan dan Kelancaran
Dalam kesempatan tersebut, Maigus juga menyampaikan doa dan harapan Pemerintah Kota Padang bagi seluruh calon jemaah haji yang akan berangkat pada musim haji 1448 H/2027 M.
Bersama Wali Kota Padang, Fadly Amran, ia mendoakan agar para jemaah senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
"Kami bersama Wali Kota Padang, Bapak Fadly Amran, mendoakan seluruh calon jemaah haji senantiasa diberi kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam beribadah hingga meraih predikat haji mabrur dan mabruroh. Semoga kepulangan jemaah membawa keberkahan bagi diri, keluarga, Kota Padang, dan lingkungan sekitar," tuturnya.
Harapan tersebut mencerminkan keinginan agar ibadah haji tidak hanya menjadi pengalaman spiritual bagi masing-masing jemaah, tetapi juga membawa dampak positif setelah mereka kembali ke daerah asal.
Jemaah yang kembali dari Tanah Suci diharapkan mampu menjaga nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama beribadah, memperkuat hubungan dengan keluarga, serta berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Persiapan Matang untuk Ibadah yang Khusyuk
Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Kota Padang menjadi bagian penting dari upaya membekali calon jemaah sebelum menjalani perjalanan ibadah yang membutuhkan persiapan menyeluruh.
Melalui pembekalan ini, para calon jemaah diharapkan semakin memahami tata cara pelaksanaan ibadah, mengetahui pentingnya menjaga kesehatan dan kesiapan diri, serta menumbuhkan kesadaran untuk senantiasa mengedepankan akhlak dan adab.
Pesan Maigus Nasir menegaskan bahwa kesiapan berhaji tidak cukup hanya dengan menunggu waktu keberangkatan. Kesungguhan dalam belajar, mempersiapkan diri, menjaga niat, dan membangun sikap saling menghormati juga menjadi bagian penting dari perjalanan menuju Tanah Suci.
Dengan mengikuti bimbingan manasik secara serius dan menerapkan bekal yang diperoleh, calon jemaah haji Kota Padang diharapkan dapat menjalankan ibadah secara benar, tertib, lancar, dan khusyuk.
Pada akhirnya, harapan terbesar bukan semata-mata keberangkatan menuju Tanah Suci dan kepulangan ke kampung halaman, melainkan kemampuan setiap jemaah membawa pulang nilai-nilai spiritual yang terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi sumber kebaikan bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Padang.
(Mond)
#Padang #Daerah