
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Kota Padang, Lapangan Apeksi Jadi Pusat Pembukaan
D'On, Padang - Kecamatan Koto Tangah terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-42 Tingkat Kota Padang Tahun 2026. Sebanyak 16 titik lokasi perlombaan atau venue disiapkan untuk memastikan pelaksanaan ajang syiar Islam tersebut berjalan lancar, tertib, dan mampu mengakomodasi seluruh cabang yang diperlombakan.
Persiapan venue menjadi salah satu aspek penting menjelang pelaksanaan MTQ yang mempertemukan para qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta terbaik dari berbagai kecamatan di Kota Padang. Sejumlah masjid, mushalla, sekolah, hingga aula di wilayah Kecamatan Koto Tangah dilibatkan sebagai lokasi perlombaan.
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Kecamatan Koto Tangah, Wahyudi Edwar, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 16 venue yang tersebar di tiga kawasan, yakni Kelurahan Air Pacah, kawasan KPIK, serta Dadok Tunggul Hitam.
“Sebagai tuan rumah, kita menyiapkan venue untuk pelaksanaan seluruh cabang lomba. Total 16 venue disiapkan,” ujar Wahyudi Edwar, Jumat (9/10/2026).
Ia menjelaskan, lokasi perlombaan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di tengah masyarakat, mulai dari rumah ibadah hingga fasilitas pendidikan dan aula. Penempatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang lomba agar pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung secara terarah.
“Dari 16 venue tersebut merupakan masjid, mushalla, sekolah, hingga aula di wilayah Koto Tangah,” katanya.
Lapangan Apeksi Jadi Pusat Pembukaan MTQ
Dari 16 venue yang dipersiapkan, Lapangan Apeksi di kawasan Balai Kota Padang, Aie Pacah, Kelurahan Air Pacah, ditetapkan sebagai pusat kegiatan sekaligus lokasi panggung utama MTQ ke-42 Tingkat Kota Padang.
Pembukaan resmi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) malam, pukul 20.00 WIB, di Lapangan Apeksi, Balai Kota Padang, Aie Pacah.
Selain menjadi pusat seremoni pembukaan, Lapangan Apeksi juga digunakan untuk pelaksanaan cabang Tilawah Dewasa dan Qiraat Mujawwad. Pemusatan kegiatan utama di lokasi tersebut diharapkan menjadi titik berkumpulnya masyarakat untuk menyaksikan kemeriahan MTQ sekaligus mendukung para peserta yang berlaga.
Sementara itu, venue perlombaan lainnya disebar ke sejumlah lokasi di wilayah Koto Tangah. Pembagian ini memungkinkan berbagai cabang musabaqah berlangsung di lokasi masing-masing sesuai dengan kebutuhan teknis perlombaan.
16 Venue dan Pembagian Cabang Perlombaan
Untuk mendukung pelaksanaan MTQ ke-42, panitia menyiapkan lokasi dengan pembagian cabang lomba sebagai berikut:
1. Lapangan Apeksi, Kelurahan Air Pacah
Lapangan Apeksi menjadi lokasi cabang Tilawah Dewasa dan Qiraat Mujawwad. Tempat ini juga menjadi pusat kegiatan dan panggung utama serta lokasi pembukaan resmi MTQ.
2. Masjid Baiturrahmah, Air Pacah
Masjid Baiturrahmah menjadi lokasi perlombaan Tilawah Anak-anak dan Remaja. Cabang ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
3. Masjid Aisyiah Bung Hatta, Air Pacah
Lokasi ini digunakan untuk cabang Tartil Dasar, Tartil Menengah, dan Tartil Umum. Pembagian kategori tersebut mengakomodasi peserta sesuai dengan kelompok perlombaan yang ditetapkan.
4. Masjid Jamiatul Wustha, Air Pacah
Masjid Jamiatul Wustha menjadi venue cabang Tahfizh 1 Juz dan 5 Juz Non Tilawah, yang menguji kemampuan peserta dalam menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an.
5. Aula Bagindo Aziz Khan, Air Pacah
Aula ini menjadi lokasi cabang Khattil Qur’an, meliputi kategori Dekorasi, Naskah, Hiasan Mushaf, Kontemporer, dan Digital. Cabang tersebut menampilkan keterampilan seni penulisan dan pengolahan kaligrafi Al-Qur’an dalam berbagai bentuk.
6. Masjid Muthmainnah, KPIK
Masjid Muthmainnah menjadi tempat pelaksanaan cabang Tilawah TK dan Khutbah Jumat.
7. Masjid Raya KPIK, KPIK
Venue ini digunakan untuk cabang Tahfizh 1 Juz Tilawah dan Tahfizh 10 Juz.
8. Masjid Taqwa Pagai, KPIK
Masjid Taqwa Pagai menjadi lokasi cabang Tafsir Bahasa Indonesia dan Tafsir Bahasa Arab, yang menguji kemampuan peserta memahami serta menjelaskan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an.
9. MTsN 3 Kota Padang, KPIK
Fasilitas pendidikan ini menjadi tempat perlombaan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) dan Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH). Kedua cabang tersebut menitikberatkan pada kemampuan peserta mengembangkan gagasan dan menyusun karya ilmiah berdasarkan sumber-sumber keislaman.
10. Masjid Al Muhajirin NI, KPIK
Masjid ini digunakan untuk cabang Hafalan 100 Hadis dan 500 Hadis, yang menguji penguasaan peserta terhadap hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.
11. Aula Miftahul Huda, KPIK
Aula Miftahul Huda menjadi lokasi cabang Fahmil Qur’an Putra dan Putri. Cabang ini menguji wawasan, pemahaman, serta ketangkasan peserta dalam menjawab pertanyaan seputar Al-Qur’an dan pengetahuan keislaman.
12. Masjid Miftahul Huda, KPIK
Masjid Miftahul Huda menjadi venue cabang Syarhil Qur’an Putra dan Putri, yang memadukan pemahaman kandungan Al-Qur’an dengan kemampuan menyampaikan syarah atau penjelasan secara terstruktur.
13. Mushalla Al Hakim, KPIK
Mushalla Al Hakim disiapkan untuk cabang Kitab Standar.
14. Masjid Al Hijrah, Dadok Tunggul Hitam
Masjid Al Hijrah menjadi lokasi cabang Qiraat Murattal Remaja dan Dewasa.
15. Masjid Al Manar, Dadok Tunggul Hitam
Masjid Al Manar digunakan untuk cabang Tahfizh 5 Juz Tilawah, Tahfizh 20 Juz, serta Tilawah Canet.
16. Masjid Muhajirin TBZ, Dadok Tunggul Hitam
Masjid Muhajirin TBZ menjadi lokasi cabang Tahfizh 30 Juz dan Tafsir Bahasa Inggris.
Pembagian venue tersebut memperlihatkan cakupan perlombaan MTQ yang tidak hanya berfokus pada seni membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencakup hafalan, pemahaman tafsir, hadis, karya tulis ilmiah, hingga seni kaligrafi.
Masjid dan Fasilitas Publik Jadi Ruang Syiar Islam
Penunjukan Koto Tangah sebagai tuan rumah MTQ ke-42 Tingkat Kota Padang menjadi kesempatan bagi wilayah tersebut untuk mengambil peran dalam menyukseskan agenda keagamaan tingkat kota.
Pemanfaatan masjid dan mushalla sebagai lokasi perlombaan sekaligus menghadirkan suasana kompetisi yang dekat dengan kehidupan keagamaan masyarakat. Sementara itu, penggunaan sekolah dan aula memberikan alternatif ruang untuk cabang-cabang yang membutuhkan fasilitas khusus.
Penyebaran lokasi di Air Pacah, KPIK, dan Dadok Tunggul Hitam juga menjadi bagian dari upaya mengakomodasi pelaksanaan berbagai cabang lomba di sejumlah titik wilayah tuan rumah.
Melalui persiapan tersebut, penyelenggaraan MTQ diharapkan tidak sekadar menjadi ajang untuk menentukan peserta terbaik, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, mendorong pembinaan generasi Qur’ani, serta meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan keagamaan.
Kehadiran para qari dan qariah terbaik se-Kota Padang nantinya diharapkan turut menyemarakkan kehidupan religius masyarakat Koto Tangah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menyukseskan MTQ ke-42.
Dengan 16 venue yang telah dipetakan, Kecamatan Koto Tangah kini bersiap menyambut pelaksanaan MTQ yang pembukaannya dijadwalkan berlangsung Sabtu malam. Kesiapan lokasi menjadi bagian penting dari penyelenggaraan kegiatan agar setiap cabang perlombaan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Kesuksesan MTQ bukan hanya diukur dari kelancaran penyelenggaraan maupun prestasi para peserta, melainkan juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan meninggalkan dampak positif bagi kehidupan masyarakat Kota Padang.
(Mond)
#Padang #Daerah