Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muaro Padang Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Maritim Unggulan, Fadly Amran Gandeng Pelindo Benahi Kawasan Pesisir

09 October 2026 | October 09, 2026 WIB Last Updated 2026-10-09T06:37:38Z

Muaro Padang Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Maritim Unggulan, Fadly Amran Gandeng Pelindo Benahi Kawasan Pesisir



D'On, Padang - Pemerintah Kota Padang bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur dan PT Pelindo Sinergi Lokaseva memperkuat sinergi untuk mengembangkan kawasan Muaro Padang menjadi destinasi wisata maritim yang lebih tertata, representatif, dan memiliki daya tarik bagi wisatawan.


Pengembangan kawasan yang berada di sekitar Pelabuhan Muaro Padang tersebut diharapkan tidak hanya memperindah wajah pesisir Kota Padang, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi baru, membuka peluang usaha bagi masyarakat, serta memperkuat posisi Padang sebagai kota tujuan wisata berkelas internasional.


Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Wali Kota Padang Fadly Amran bersama General Manager (GM) PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (8/10/2026).


Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malvi Hendri, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, Kepala Dinas Perhubungan Yudi Indra Sani, serta Direktur Komersial PT Pelindo Sinergi Lokaseva Andira Reoputra.


Muaro Padang Jadi Prioritas Penataan Kawasan Pesisir


Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada rencana pengembangan kawasan di sekitar Pelabuhan Muaro Padang yang akan dilakukan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero).


Bagi Pemko Padang, rencana ini menjadi peluang untuk mempercepat penataan kawasan pesisir sekaligus mengoptimalkan potensi Muaro Padang sebagai salah satu kawasan strategis yang memiliki nilai sejarah, aktivitas kemaritiman, serta kedekatan dengan destinasi wisata bahari.


Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, rencana pengembangan tersebut sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang, khususnya dalam mengaktifkan dan menata kawasan pinggir pantai agar lebih menarik, nyaman, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Menurutnya, pengembangan kawasan wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam dan posisi geografis. Diperlukan penataan yang terarah, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan berbagai pihak agar kawasan yang dikembangkan memiliki identitas kuat dan mampu bersaing sebagai destinasi wisata.


Fadly menyambut positif rencana kerja sama dengan Pelindo karena dinilai membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan badan usaha dalam mendorong pembangunan kawasan yang produktif.


“Ini gayung bersambut. Kami berharap pengembangan kawasan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Padang, terutama dalam mendorong pertumbuhan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Fadly.


Pintu Gerbang Mentawai, Peluang Besar bagi Pariwisata Padang


Salah satu aspek strategis yang menjadi perhatian dalam pengembangan Muaro Padang adalah posisinya sebagai salah satu pintu masuk menuju Kepulauan Mentawai, daerah yang dikenal memiliki potensi wisata bahari berkelas dunia.


Keberadaan layanan transportasi laut menuju Mentawai menjadikan kawasan ini memiliki peluang untuk dikembangkan bukan sekadar sebagai titik keberangkatan dan kedatangan penumpang, melainkan juga sebagai bagian dari pengalaman wisata yang lebih lengkap.


Dengan penataan kawasan yang lebih baik, Muaro Padang berpotensi menjadi ruang yang dapat dinikmati wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke Mentawai maupun setelah kembali ke Kota Padang.


Potensi tersebut sekaligus membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi pendukung, mulai dari usaha kuliner, perdagangan produk lokal, jasa transportasi, hingga berbagai layanan pariwisata lainnya.


Namun, optimalisasi peluang tersebut membutuhkan pengembangan yang terintegrasi. Penataan kawasan, aksesibilitas, kenyamanan pengunjung, keteraturan aktivitas pelabuhan, serta dukungan fasilitas publik menjadi aspek penting agar pertumbuhan pariwisata berjalan beriringan dengan aktivitas kemaritiman.


Fadly menilai, pengembangan Muaro Padang juga memiliki relevansi dengan cita-cita menjadikan Padang sebagai kota gastronomi dunia.


“Kami sangat mendukung pengembangan Muaro Padang, karena dapat mendukung Padang menjadi kota gastronomi dunia. Kita siap bersinergi dan berkolaborasi dengan PT Pelindo untuk menyukseskan pembangunan ini,” tegasnya.


Menurut arah pengembangan tersebut, kawasan pesisir dapat menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan kekayaan kuliner khas Minangkabau kepada wisatawan. Dengan demikian, daya tarik Muaro Padang tidak hanya bertumpu pada aktivitas pelabuhan dan wisata bahari, tetapi juga dapat diperkuat melalui pengalaman kuliner yang menjadi identitas Kota Padang.


Pelindo Siapkan Penataan Kawasan Sekitar Terminal Mentawai Fast


GM PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar menjelaskan, audiensi tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya. Pembicaraan ini sejalan dengan komitmen Pemko Padang untuk menata kawasan Kota Tua dan Batang Arau.


Ferrial menyebutkan, kawasan yang direncanakan untuk ditata berada di sekitar Muaro Padang, termasuk di sekitar terminal penumpang Mentawai Fast yang melayani perjalanan menuju Kepulauan Mentawai.


“Kawasan yang akan kita tata berada di sekitar Muaro Padang, di sekitar terminal penumpang Mentawai Fast yang melayani perjalanan menuju Kepulauan Mentawai,” ungkap Ferrial.


Ia menjelaskan, penataan kawasan tersebut diarahkan agar memiliki tampilan yang lebih representatif, termasuk dalam mengatur keberadaan kapal-kapal wisata yang beraktivitas di kawasan itu.


Salah satu inspirasi penataan yang disampaikan adalah kawasan wisata maritim di Bali, yang memiliki pengaturan kapal lebih seragam dan teratur sehingga memberikan kesan lebih rapi serta mendukung daya tarik visual kawasan.


Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam menciptakan kawasan maritim yang tertata tanpa menghilangkan karakter lokal dan fungsi utama pelabuhan.


Bagi Muaro Padang, penataan kapal dan lingkungan sekitar menjadi salah satu aspek yang dapat memperkuat citra kawasan sebagai destinasi wisata. Kawasan pelabuhan yang tertib, bersih, dan nyaman berpotensi memberikan kesan positif kepada wisatawan sejak pertama kali tiba di Kota Padang.


Meski demikian, pelaksanaan penataan tetap memerlukan koordinasi antara pengelola pelabuhan dan pemerintah daerah agar pengembangan fungsi wisata dapat berjalan selaras dengan kebutuhan operasional pelabuhan serta aktivitas masyarakat setempat.


Terintegrasi dengan Pembangunan Maritim Center


Ferrial menambahkan, rencana pengembangan Muaro Padang juga sejalan dengan pembangunan Maritim Center yang tengah dikerjakan Pelindo.


Keterkaitan kedua rencana tersebut membuka peluang untuk memperkuat kawasan Muaro Padang sebagai bagian dari pengembangan aktivitas kemaritiman sekaligus pariwisata Kota Padang.


“Ini sejalan dengan Maritim Center yang sedang kita bangun saat ini. Pengembangan kawasan ini dapat mendukung cita-cita Pemerintah Kota Padang menjadi kota gastronomi,” kata Ferrial.


Sinergi antara penataan kawasan pelabuhan, pengembangan fasilitas kemaritiman, dan penguatan sektor pariwisata diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi kawasan pesisir.


Muaro Padang memiliki potensi untuk menjadi ruang yang mempertemukan aktivitas transportasi laut, wisata bahari, sejarah kawasan Kota Tua, dan kekayaan kuliner lokal. Apabila dikembangkan secara terencana, keterhubungan berbagai potensi tersebut dapat memperpanjang waktu kunjungan wisatawan sekaligus memperluas manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.


Di sisi lain, pengembangan kawasan juga perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan pesisir, kebersihan, pengelolaan sampah, keteraturan lalu lintas, serta kenyamanan warga yang beraktivitas di sekitar pelabuhan.


Aspek-aspek tersebut penting agar penataan tidak berhenti pada perubahan tampilan fisik, tetapi turut meningkatkan kualitas lingkungan dan pengalaman pengunjung.


Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Kerja Masyarakat


Bagi Pemko Padang, rencana pengembangan Muaro Padang memiliki arti lebih luas daripada sekadar penataan sebuah kawasan pelabuhan. Proyek ini berpotensi menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi perkotaan berbasis pariwisata, kemaritiman, dan kuliner.


Kawasan yang lebih tertata dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk lokal, terutama kuliner khas Minangkabau. Pada saat yang sama, meningkatnya aktivitas wisata berpotensi mendorong kebutuhan terhadap jasa transportasi, pemandu wisata, layanan perjalanan, serta usaha pendukung lainnya.


Agar manfaat tersebut benar-benar dirasakan masyarakat, pengembangan kawasan perlu membuka ruang partisipasi bagi pelaku usaha lokal dan warga di sekitar Muaro Padang. Keterlibatan masyarakat menjadi penting supaya pertumbuhan kawasan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memperluas kesempatan ekonomi secara berkelanjutan.


Kolaborasi antara Pemko Padang, Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, dan PT Pelindo Sinergi Lokaseva menjadi salah satu langkah untuk menyelaraskan kepentingan pembangunan daerah dengan pengelolaan kawasan pelabuhan.


Dengan dukungan perangkat daerah terkait, mulai dari sektor perizinan, infrastruktur, pariwisata, hingga transportasi, rencana pengembangan ini diharapkan dapat diarahkan secara terpadu.


Menata Muaro Padang, Memperkuat Identitas Kota


Rencana pengembangan Muaro Padang menjadi momentum bagi Kota Padang untuk mengoptimalkan potensi kawasan pesisir yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, aktivitas perdagangan, transportasi laut, dan kehidupan masyarakat.


Penataan yang terarah dapat memperkuat hubungan antara kawasan pelabuhan, Kota Tua, Batang Arau, serta berbagai potensi wisata dan kuliner yang dimiliki Kota Padang.


Tantangan berikutnya adalah memastikan rencana tersebut dapat diterjemahkan menjadi pelaksanaan yang terukur, dengan pembagian peran yang jelas, penataan yang memperhatikan kebutuhan masyarakat, serta pengembangan fasilitas yang mendukung kenyamanan wisatawan.


Audiensi antara Pemko Padang dan Pelindo menjadi langkah awal untuk memperkuat kesamaan visi tersebut. Harapannya, Muaro Padang tidak hanya dikenal sebagai kawasan keberangkatan menuju Kepulauan Mentawai, tetapi juga berkembang menjadi destinasi yang memiliki daya tarik tersendiri.


Jika pengembangannya dilakukan secara konsisten dan terintegrasi, Muaro Padang berpeluang menjadi salah satu wajah baru pariwisata pesisir Kota Padang, sekaligus memperkuat ambisi kota ini dalam membangun ekonomi yang bertumpu pada pariwisata, kemaritiman, dan kekayaan gastronomi lokal.


(Mond)


#Pelindo #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update