
Jelang Purnatugas, Corri Saidan Kenang 34 Tahun 9 Bulan Pengabdian: Dari CPNS hingga Menjadi Pejabat Pemko Padang
D'On, Padang - Perjalanan panjang pengabdian seorang aparatur sipil negara (ASN) bukan sekadar tentang jabatan dan tanggung jawab, melainkan juga tentang kesetiaan, dedikasi, serta komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Nilai-nilai itulah yang tergambar dalam momen apel pagi di lingkungan Balai Kota Padang, Aia Pacah, Senin (19/10/2026), ketika Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kota Padang, Corri Saidan, menyampaikan pesan menjelang berakhirnya masa pengabdiannya sebagai ASN.
Di hadapan jajaran ASN Pemerintah Kota Padang, Corri mengenang perjalanan kariernya yang telah berlangsung selama kurang lebih 34 tahun 9 bulan. Sebuah perjalanan panjang yang diwarnai berbagai penugasan, tanggung jawab, pengalaman birokrasi, serta kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Momen tersebut menjadi lebih dari sekadar apel pagi rutin. Bagi Corri, kesempatan itu merupakan ruang untuk menyampaikan rasa terima kasih, permohonan maaf, sekaligus harapan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Padang sebelum dirinya resmi memasuki masa purnatugas pada akhir Oktober 2026.
Terhitung mulai 31 Oktober 2026, Corri akan mengakhiri penugasannya sebagai ASN, khususnya di lingkungan Pemerintah Kota Padang. Dengan demikian, berakhir pula satu fase penting dalam perjalanan hidup dan kariernya sebagai pelayan publik.
34 Tahun 9 Bulan Mengabdi, Menapaki Perjalanan Panjang Birokrasi
Di balik jabatan yang diembannya saat ini, terdapat perjalanan karier panjang yang dimulai dari pengangkatan sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kota Sawahlunto. Seiring berjalannya waktu, Corri kemudian berpindah tugas ke Kota Padang dan melanjutkan pengabdiannya dalam lingkungan pemerintahan daerah.
Perpindahan tempat tugas tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesional yang membawanya mengenal lebih dekat dinamika pemerintahan, mekanisme kerja birokrasi, serta berbagai tantangan dalam menjalankan amanah sebagai ASN.
Selama puluhan tahun berkarier, Corri dipercaya mengemban berbagai tugas di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dengan bidang kerja dan tanggung jawab yang berbeda.
Beberapa instansi yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya antara lain Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Inspektorat, serta dinas yang membidangi urusan pertanian.
Pengalaman lintas perangkat daerah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman Corri terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan.
Mulai dari perencanaan pembangunan, pengelolaan keuangan dan aset daerah, pelayanan perizinan dan investasi, pengawasan internal pemerintahan, hingga urusan sektor pertanian, setiap penugasan memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri.
Ragam pengalaman itu juga menggambarkan bagaimana perjalanan seorang ASN tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas administratif, tetapi juga menuntut kemampuan beradaptasi, membangun koordinasi, menjaga integritas, dan bekerja sama dengan berbagai pihak demi mendukung jalannya pemerintahan.
Kini, setelah melewati perjalanan karier selama lebih dari tiga dekade, Corri bersiap menutup masa tugas formalnya sebagai ASN dengan membawa pengalaman panjang yang telah dilalui selama bertugas di lingkungan pemerintahan.
Momen Perpisahan yang Diwarnai Kerendahan Hati
Menjelang purnatugas, Corri tidak hanya mengenang perjalanan kariernya, tetapi juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, rekan kerja, jajaran ASN, dan masyarakat yang selama ini berinteraksi dengannya.
Baginya, perjalanan pengabdian selama puluhan tahun tentu tidak terlepas dari kekurangan dan kekhilafan, baik dalam perkataan maupun tindakan.
Sikap tersebut menjadi bagian dari pesan yang disampaikannya dalam apel pagi tersebut. Di tengah perjalanan karier yang panjang, Corri menyadari bahwa hubungan kerja dan interaksi dalam pemerintahan tidak selalu berjalan tanpa kekurangan.
Karena itu, menjelang berakhirnya masa tugas, ia memilih menyampaikan permohonan maaf secara terbuka sebagai bentuk penghormatan kepada orang-orang yang pernah bekerja sama dengannya.
Dalam keterangannya, Corri menyampaikan:
"Terhitung tanggal 31 Oktober 2026, saya akan mengakhiri penugasan sebagai ASN, khususnya di Pemerintah Kota Padang. Lebih kurang 34 tahun 9 bulan saya mengabdi, dimulai dari pengangkatan sebagai CPNS di Kota Sawahlunto, kemudian pindah ke Kota Padang."
Pernyataan tersebut menandai berakhirnya perjalanan panjang yang telah dilaluinya dalam dunia birokrasi. Namun, di balik kalimat perpisahan itu, tersimpan pula pengakuan bahwa pengabdian kepada pemerintah dan masyarakat merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Corri kemudian menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
"Dalam perjalanan pengabdian ini, tentu terdapat kekurangan dan kekhilafan, baik dalam perkataan maupun tindakan. Untuk itu, saya memohon maaf dengan tulus kepada Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, jajaran ASN, serta masyarakat yang selama ini berinteraksi dan bekerja sama dengan saya."
Pesan tersebut memperlihatkan sisi reflektif menjelang purnatugas. Setelah bertahun-tahun menjalankan berbagai tanggung jawab, Corri menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan pengabdiannya sekaligus mempererat hubungan baik dengan lingkungan kerja dan masyarakat.
Pesan untuk ASN Pemko Padang: Profesionalisme dan Pelayanan Harus Terus Ditingkatkan
Selain menyampaikan permohonan maaf, Corri juga menitipkan pesan penting kepada seluruh ASN Pemerintah Kota Padang.
Ia berharap para aparatur tetap menjaga semangat pengabdian, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.
Menurut semangat yang disampaikannya, berakhirnya masa tugas seorang ASN tidak boleh menjadi alasan bagi organisasi pemerintahan untuk berhenti berbenah. Sebaliknya, setiap pergantian personel dan berakhirnya masa pengabdian harus menjadi momentum untuk melanjutkan pekerjaan, memperkuat kinerja, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
ASN memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kualitas kerja aparatur turut menentukan bagaimana program pemerintah dijalankan, kebijakan diterapkan, dan kebutuhan masyarakat ditangani.
Oleh karena itu, profesionalisme bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga menyangkut kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, kemampuan bekerja sama, serta kesediaan memberikan pelayanan secara adil dan optimal.
Harapan tersebut menjadi salah satu pesan penting yang ditinggalkan Corri menjelang purnatugasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kolektif dalam membangun Kota Padang. Pemerintahan yang baik membutuhkan kerja sama seluruh unsur, mulai dari pimpinan daerah, pejabat struktural, pelaksana teknis, hingga aparatur yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Dengan demikian, kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh satu orang atau satu jabatan, melainkan oleh komitmen bersama seluruh jajaran pemerintahan.
Doakan Kota Padang Semakin Maju dan Sejahtera
Menjelang berakhirnya masa pengabdian, Corri turut menyampaikan harapan bagi masa depan Kota Padang.
Ia mendoakan agar Pemerintah Kota Padang semakin maju dan sejahtera serta mampu mewujudkan visi pembangunan daerah. Harapan tersebut berjalan seiring dengan pesannya agar ASN terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Saya mendoakan semoga Pemerintah Kota Padang ke depan semakin maju dan sejahtera sesuai dengan visinya. Semoga ASN Pemko Padang dapat memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat," ungkapnya.
Pesan tersebut menempatkan masyarakat sebagai salah satu tujuan utama dari penyelenggaraan pemerintahan. Sebab, keberhasilan pemerintah daerah tidak semata-mata diukur dari terlaksananya program kerja atau terserapnya anggaran, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Pelayanan yang mudah diakses, birokrasi yang profesional, tata kelola pemerintahan yang baik, serta pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan daerah yang maju dan sejahtera.
Dalam konteks itu, harapan Corri menjadi pengingat bahwa tanggung jawab membangun daerah merupakan pekerjaan berkelanjutan yang harus diteruskan oleh generasi ASN berikutnya.
Purnatugas seorang pejabat memang mengakhiri tanggung jawab formal pada jabatan yang diembannya. Namun, berbagai pengalaman, pengetahuan, dan pelajaran yang diperoleh selama menjalankan tugas dapat menjadi bagian dari perjalanan organisasi untuk terus berkembang.
Purnatugas Bukan Sekadar Akhir Jabatan
Apel pagi di Balai Kota Padang pada Senin (19/10/2026) menjadi momentum refleksi bagi Corri Saidan menjelang tanggal 31 Oktober 2026, saat ia resmi mengakhiri masa penugasannya sebagai ASN.
Selama kurang lebih 34 tahun 9 bulan, ia telah melewati berbagai tahapan perjalanan karier, berpindah dari satu lingkungan kerja ke lingkungan kerja lainnya, serta mengemban tanggung jawab dalam berbagai bidang pemerintahan.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari dinamika birokrasi yang menuntut konsistensi, kemampuan beradaptasi, dan kesediaan menjalankan amanah sesuai tanggung jawab yang diberikan.
Kini, ketika masa purnatugas semakin dekat, Corri memilih meninggalkan pesan yang sederhana tetapi bermakna: permohonan maaf atas kekurangan selama bertugas, harapan agar ASN tetap profesional, dan doa agar Kota Padang semakin maju serta sejahtera.
Pesan itu sekaligus mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang memiliki batas waktu, sedangkan tanggung jawab moral untuk menjaga hubungan baik, menghargai sesama, dan mendukung kemajuan masyarakat tetap memiliki arti.
Bagi jajaran ASN Pemerintah Kota Padang, momentum tersebut dapat menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan karier akan sampai pada akhirnya. Yang kemudian menjadi penting adalah bagaimana amanah dijalankan, tanggung jawab ditunaikan, dan manfaat pekerjaan dapat dirasakan oleh masyarakat.
Menjelang purnatugas, Corri Saidan menutup perjalanan panjangnya sebagai ASN dengan menyampaikan rasa terima kasih, kerendahan hati, dan harapan bagi keberlanjutan pembangunan Kota Padang.
Sebab, pada akhirnya, pengabdian bukan hanya tentang berapa lama seseorang menduduki jabatan, melainkan juga tentang tanggung jawab yang dijalankan, hubungan baik yang dijaga, dan komitmen untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
(Mond)
#Padang #Daerah