
Hari Kesaktian Pancasila, Pemko Padang Tekankan Persatuan di Tengah Derasnya Arus Teknologi
D'On, Padang - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Padang tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum yang diperingati setiap 1 Oktober itu kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perubahan zaman dan derasnya perkembangan teknologi.
Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kota Padang yang digelar di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Aie Pacah, Kamis (1/10/2026).
Upacara dipimpin Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir selaku inspektur upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0312 Padang Letkol Inf Faiq Fahmi, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang Nova Raju Minropa, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, serta sejumlah stakeholder terkait.
Dalam amanatnya, Maigus Nasir mengatakan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum penting untuk kembali mengenang peristiwa pengkhianatan terhadap bangsa yang terjadi pada 30 September 1965 sekaligus mengenang jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur.
Menurutnya, sejarah tersebut tidak cukup hanya dikenang sebagai bagian dari perjalanan bangsa. Lebih dari itu, peristiwa tersebut harus menjadi bahan refleksi bersama mengenai betapa pentingnya persatuan dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Peristiwa ini harus menjadi bahan renungan mengenai pentingnya persatuan dalam menjaga keutuhan bangsa. Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Maigus.
Ia menegaskan, persatuan merupakan modal penting bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan. Terlebih saat perkembangan teknologi informasi berlangsung begitu cepat dan membawa perubahan besar terhadap kehidupan masyarakat.
Kemajuan teknologi, kata Maigus, harus diikuti dengan kemampuan masyarakat menjaga rasa kebersamaan, persaudaraan, serta kepedulian terhadap sesama. Jangan sampai perkembangan teknologi justru membuat masyarakat semakin mudah terpecah akibat perbedaan informasi, pandangan, maupun kepentingan.
“Tanpa persatuan, orang akan mudah merongrong negeri kita, memporak-porandakan kita, dan menghancurkan kita. Karena itu, di tengah kemajuan teknologi, bagaimana kita tetap menjaga keutuhan, menjaga rasa persaudaraan dan persatuan sebagai anak bangsa untuk membangun negeri yang kita cintai,” tegasnya.
Pancasila Diterjemahkan dalam Kerja Nyata
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Padang tahun ini juga diwarnai dengan pemberian sejumlah penghargaan kepada masyarakat, lingkungan, lembaga, hingga satuan pendidikan yang dinilai menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan kota.
Salah satunya melalui penghargaan Padang Rancak Award Sesi 2 Tahun 2026.
Untuk kategori Lembaga Pengelola Sampah (LPS) Terbaik Tingkat Kota Padang, penghargaan diraih LPS Taman Asri, Kelurahan Lubuk Buaya. Pemenang mendapatkan trofi serta uang tunai sebesar Rp10 juta.
Sementara itu, kategori Bank Sampah Terbaik Tingkat Kota Padang diraih Bank Sampah Pondok Permai, Kelurahan Limau Manis Selatan, dengan hadiah berupa trofi dan uang tunai Rp8 juta.
Penghargaan juga diberikan kepada lingkungan masyarakat yang dinilai mampu membangun kebersamaan dan tata kelola lingkungan melalui kategori Rukun Warga (RW) Terbaik dan Rukun Tetangga (RT) Terbaik.
RW 7 Kelurahan Lubuk Buaya ditetapkan sebagai RW Terbaik Tingkat Kota Padang dan memperoleh hadiah Rp8 juta. Sedangkan RT 3 Koto Lalang, Kelurahan Koto Lalang, meraih penghargaan sebagai RT Terbaik Tingkat Kota Padang dengan hadiah Rp8 juta.
Bagi Pemerintah Kota Padang, berbagai penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi bentuk apresiasi. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui tindakan konkret di tengah masyarakat.
Semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, kebersamaan dan kemauan untuk saling membantu merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Berbagai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui semangat dan kebersamaan untuk saling membantu. Kami berharap semangat tersebut terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” kata Maigus.
Sekolah Adiwiyata hingga Becak Motor Bank Sampah
Semangat membangun lingkungan yang bersih dan berkelanjutan juga terlihat dari pemberian penghargaan Sekolah Adiwiyata Kota Padang Tahun 2026.
Enam sekolah menerima penghargaan tersebut, yakni SDN 35 Pagambiran, SDN 22 Lubuk Minturun, SD Islam Kreatif Makkah, SDN 01 Ulak Karang, SDN 01 Lubuk Begalung, dan SMP Swasta Angkasa Padang.
Masing-masing sekolah memperoleh uang pembinaan sebesar Rp4 juta.
Penghargaan ini menjadi bagian dari upaya mendorong satuan pendidikan agar tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga membangun kesadaran peserta didik terhadap kebersihan, kelestarian lingkungan dan perilaku hidup yang bertanggung jawab.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Padang juga menyerahkan enam unit becak motor berwarna pink kepada bank sampah di Kota Padang sebagai bagian dari hasil penilaian Padang Rancak Award Sesi 2.
Penyerahan tersebut diwakili oleh Bank Sampah Villaku Indah.
Bantuan sarana tersebut diharapkan semakin memperkuat aktivitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dengan dukungan sarana yang memadai, kegiatan pengumpulan dan pengangkutan sampah dapat dilakukan secara lebih efektif sekaligus mendorong masyarakat untuk melihat sampah bukan hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular di tingkat komunitas.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat SMP.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap para pelajar yang telah menunjukkan prestasi di bidang olahraga sekaligus memperkuat semangat pembinaan generasi muda Kota Padang.
Menjaga Persatuan di Tengah Perubahan Zaman
Rangkaian penghargaan yang diberikan dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila memperlihatkan bahwa semangat Pancasila dapat hadir dalam berbagai ruang kehidupan mulai dari menjaga persatuan, membangun lingkungan, mengelola sampah, memperkuat komunitas, hingga membina prestasi generasi muda.
Maigus menekankan bahwa tantangan menjaga persatuan pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan masa lalu. Perkembangan teknologi membuat informasi bergerak sangat cepat dan masyarakat harus memiliki kemampuan untuk menyikapi setiap informasi secara bijak.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, menjadikan Pancasila sebagai pijakan dalam berinteraksi dan membangun kehidupan bersama.
Persatuan, menurutnya, bukan sekadar slogan yang diucapkan dalam momentum peringatan nasional. Persatuan harus hadir dalam tindakan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga kehidupan bermasyarakat.
“Bagaimana kita tetap menjaga keutuhan, menjaga rasa persaudaraan dan persatuan sebagai anak bangsa untuk membangun negeri yang kita cintai,” pungkasnya.
Di tengah berbagai tantangan zaman, pesan tersebut menjadi relevan: bahwa pembangunan kota tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang mampu menjaga kebersamaan.
Hari Kesaktian Pancasila pun tidak berhenti sebagai peringatan sejarah. Di Kota Padang, momentum tersebut diterjemahkan melalui penghormatan terhadap sejarah sekaligus apresiasi terhadap mereka yang bekerja dan berprestasi untuk lingkungan serta masyarakat.
Dari lapangan upacara Balai Kota Padang, pesan itu kembali ditegaskan: persatuan adalah kekuatan yang harus terus dirawat untuk menjaga keutuhan bangsa dan membangun Kota Padang yang lebih baik.
(Mond)
#Padang #Daerah