Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Smart Surau Padang: Ketika Masjid Disulap Menjadi Ruang Belajar Digital Anak

01 October 2026 | October 01, 2026 WIB Last Updated 2026-10-01T12:27:22Z

Smart Surau Padang: Ketika Masjid Disulap Menjadi Ruang Belajar Digital Anak



D'On, Padang - Masjid tak lagi hanya dipandang sebagai tempat menunaikan ibadah. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan semakin lekatnya gadget dengan kehidupan anak-anak, Pemerintah Kota Padang mencoba menghadirkan wajah baru masjid sebagai ruang belajar, bermain sekaligus pembentukan karakter generasi muda.


Gagasan itu diwujudkan melalui Program Unggulan (Progul) Smart Surau, salah satunya melalui pembangunan Ruang Pembelajaran Digital di lingkungan masjid dan musala.


Wali Kota Padang Fadly Amran melihat langsung keberadaan Ruang Pembelajaran Digital tersebut saat meninjau Masjid Nur Hikmah, Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Rabu (30/9/2026).


Kunjungan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang, Inspektur Sonny Budaya Putra, Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Tommy TRD, Kabag Kesra Zul Asfi Lubis, Camat Nanggalo David Ferdinand, sejumlah pimpinan OPD, tokoh masyarakat serta jamaah Masjid Nur Hikmah.


Di masjid itu, pemerintah kota ingin memperlihatkan bahwa teknologi tidak selalu harus dijauhkan dari anak-anak. Sebaliknya, teknologi dapat diarahkan menjadi bagian dari proses pendidikan yang positif apabila ditempatkan dalam ruang dan pengawasan yang tepat.


Fadly Amran menegaskan, perkembangan teknologi merupakan kenyataan yang tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan generasi saat ini, termasuk anak-anak.


“Saya rasa kita tidak bisa lagi memisahkan anak-anak dari gadget. Kita harus mengarahkan gadget tersebut menjadi sarana belajar sambil bermain. Itulah gunanya ruang pembelajaran digital. Anak-anak bisa belajar melalui gadget dengan konten-konten yang positif dan edukatif,” ujar Fadly.


Karena itu, Ruang Pembelajaran Digital dirancang bukan sekadar sebagai ruangan yang dipenuhi perangkat teknologi. Lebih jauh, ruang tersebut diharapkan menjadi magnet baru bagi anak-anak untuk tetap berada di lingkungan masjid setelah mengikuti kegiatan pendidikan keagamaan.


Konsep tersebut menjadi bagian penting dari Smart Surau. Anak-anak yang telah selesai mengikuti pendidikan di masjid dan musala diharapkan tidak serta-merta meninggalkan lingkungan masjid untuk kemudian menghabiskan waktu dengan gadget tanpa pendampingan.


Sebaliknya, mereka diberikan ruang untuk belajar, berinteraksi dan bermain secara positif dengan memanfaatkan perangkat digital yang tersedia.


“Kita ingin anak-anak setelah mengikuti pendidikan di masjid dan musala tidak langsung pulang ke rumah, tetapi tetap berada di lingkungan masjid untuk mengikuti kegiatan positif lainnya, sehingga ketika waktu shalat masuk mereka bisa langsung shalat,” kata Fadly.


Dengan konsep itu, masjid diharapkan kembali menjadi bagian dari keseharian anak. Bukan hanya ketika azan berkumandang, tetapi juga sebagai ruang tumbuh yang mempertemukan pendidikan agama, teknologi, interaksi sosial dan pembentukan karakter.


Mengubah Gadget Menjadi Sarana Pendidikan


Smart Surau sendiri merupakan salah satu program Pemerintah Kota Padang dalam menyemarakkan masjid dan musala melalui pendekatan teknologi.


Program tersebut mencakup sejumlah kegiatan, mulai dari Subuh Mubarakah, revisi kurikulum MDTW/TQA melalui program 3T (Tahsin, Tafsir dan Tahfidz), Ruang Pembelajaran Digital dan Wifi Gratis, hingga Remaja Masjid Reborn.


Rangkaian program itu menunjukkan bahwa Smart Surau tidak hanya berbicara mengenai penyediaan perangkat digital. Ada upaya membangun ekosistem pendidikan di masjid yang menggabungkan penguatan nilai keagamaan dengan kebutuhan generasi yang tumbuh di era teknologi.


Di Ruang Pembelajaran Digital Masjid Nur Hikmah, sejumlah fasilitas disiapkan untuk mendukung konsep tersebut.


Kabag Kesra Kota Padang Zul Asfi Lubis mengatakan, ruang digital tersebut akan dilengkapi tablet, televisi, kulkas, dispenser, sofa, karpet hingga aplikasi Ruang Guru.


Fasilitas tersebut diharapkan membuat ruang belajar terasa lebih nyaman dan tidak kaku, sehingga anak-anak memiliki alasan untuk datang dan menghabiskan waktu di lingkungan masjid.


“Pembangunan ruang digital masjid ini telah kita mulai di 12 masjid pada 2025. Insyaallah, dalam waktu dekat kita akan memberikan bantuan sebanyak tablet kepada masing-masing masjid tersebut,” ujar Zul Asfi.


Pemko Padang juga menargetkan pembangunan 26 Ruang Pembelajaran Digital di masjid pada tahun 2026.


Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan Smart Surau sekaligus memastikan konsep masjid ramah anak dan berbasis teknologi tidak berhenti sebagai proyek percontohan.


Masjid sebagai Ruang Tumbuh Generasi Muda


Fadly Amran menilai keberhasilan Smart Surau tidak hanya ditentukan oleh pemerintah. Program tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak, terutama pengurus masjid, perangkat daerah dan orang tua.


Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan dukungan program berjalan. Namun, keberadaan pengurus masjid dan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga agar fasilitas yang telah dibangun benar-benar dimanfaatkan secara optimal.


Ruang digital yang nyaman, perangkat yang tersedia dan akses internet gratis pada akhirnya hanyalah sarana. Yang lebih penting adalah bagaimana fasilitas tersebut digunakan untuk menghadirkan kegiatan yang edukatif, membangun kebiasaan positif serta mendekatkan anak-anak dengan lingkungan masjid.


Karena itu, Fadly meminta perangkat daerah terkait, pengurus masjid dan para orang tua bersama-sama mengawal pelaksanaan Smart Surau.


Harapannya, masjid tidak kehilangan relevansinya di tengah perubahan zaman.


Di satu sisi, anak-anak tetap mendapatkan pendidikan agama melalui kegiatan MDTW/TQA dan program 3T. Di sisi lain, mereka juga memperoleh ruang untuk mengenal teknologi secara lebih sehat melalui konten pembelajaran yang positif.


Konsep tersebut sekaligus menjadi jawaban atas tantangan baru yang dihadapi keluarga di era digital: bagaimana memastikan gadget yang sudah menjadi bagian dari kehidupan anak tidak hanya menjadi alat hiburan, tetapi juga instrumen pembelajaran.


Melalui Smart Surau, Pemerintah Kota Padang mencoba membawa jawaban itu ke tempat yang dekat dengan kehidupan masyarakat: masjid.


Bukan menjauhkan anak dari teknologi, melainkan mengajarkan mereka bagaimana memanfaatkan teknologi dengan cara yang lebih positif.


Dan lebih dari sekadar membangun ruang digital, program ini diarahkan untuk menghidupkan kembali masjid sebagai ruang pendidikan, interaksi dan pembentukan karakter generasi masa depan Kota Padang.


(Mond)


#Padang #Daerah #SmartSurau

×
Berita Terbaru Update