Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal dan Gastronomi, Padang Bidik Peluang Besar Pariwisata Kesehatan

09 October 2026 | October 09, 2026 WIB Last Updated 2026-10-09T06:17:42Z

Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal dan Gastronomi, Padang Bidik Peluang Besar Pariwisata Kesehatan



D'On, Padang - Wali Kota Padang, Fadly Amran, mendorong pengembangan potensi obat herbal, kuliner tradisional, dan digitalisasi informasi kesehatan sebagai bagian dari strategi memperkuat pariwisata kesehatan di Sumatera Barat (Sumbar). Menurutnya, kekayaan alam dan tradisi lokal harus dikembangkan melalui riset ilmiah, inovasi teknologi, serta kolaborasi lintas sektor agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.


Pesan tersebut disampaikan Fadly Amran saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional dan Kongres Tahunan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) di The ZHM Premiere Padang, Jumat (9/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 itu mengangkat tema “Digitalisasi Informasi Obat Herbal Terstandar dalam Mendukung Pariwisata Kesehatan di Sumatera Barat.” Tema tersebut menempatkan pemanfaatan teknologi, pengembangan obat herbal terstandar, dan penguatan sektor pariwisata sebagai isu strategis yang membutuhkan dukungan dunia akademik, pemerintah, serta tenaga profesional.


Seminar dan kongres ini dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Junaidi Khotib; Ketua APTFI, Yandi Syukri; Rektor Universitas Baiturrahmah (Unbrah), Musliar Kasim, bersama para wakil rektor; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Afdalisma; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Aklima; serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan negara sahabat.


Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pertukaran gagasan mengenai masa depan pendidikan farmasi, pemanfaatan hasil penelitian, dan pengembangan potensi lokal agar memiliki nilai tambah di sektor kesehatan maupun pariwisata.


Dorong Rekomendasi Konkret, Bukan Sekadar Forum Akademik


Dalam pemaparannya, Fadly berharap Seminar Nasional dan Kongres Tahunan APTFI tidak berhenti pada diskusi akademik, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan dalam pengembangan produk herbal dan kuliner tradisional Sumatera Barat.


Menurutnya, potensi daerah perlu dikelola secara lebih terarah melalui kerja sama pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan tenaga ahli. Dengan demikian, kekayaan tradisi yang selama ini hidup di tengah masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk lokal yang memiliki kualitas, keamanan, dan daya saing lebih baik.


“Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi berbasis potensi lokal untuk mendukung pariwisata kesehatan dan pembangunan Sumbar,” ujar Fadly.


Ia menilai, Sumatera Barat memiliki kekayaan tradisi pengolahan bahan alami dan ragam kuliner yang berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata. Namun, potensi tersebut memerlukan pendekatan yang lebih sistematis agar tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk bernilai ekonomi.


Pengembangan itu, lanjutnya, harus melibatkan kajian ilmiah, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.


Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian perguruan tinggi diharapkan dapat menjembatani pengetahuan tradisional dengan kebutuhan masyarakat modern, sekaligus membuka peluang inovasi yang relevan bagi pembangunan daerah.


Smart City dan Kota Sehat Harus Dirasakan Masyarakat


Fadly juga menegaskan bahwa pengembangan potensi herbal dan pariwisata kesehatan sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan visi Kota Pintar (Smart City) dan Kota Sehat.


Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan perencanaan dan konsep. Setiap program harus memiliki sasaran yang jelas, dapat diukur, dan memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.


“Kita ingin Padang menjadi Kota Pintar dan Kota Sehat, bukan hanya dari sisi konsep, tetapi juga melalui program nyata yang bisa dinilai dan dirasakan manfaatnya,” tegasnya.


Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik, memperkuat koordinasi antarsektor, dan memudahkan masyarakat memperoleh layanan serta informasi yang dibutuhkan.


Dalam konteks kesehatan, digitalisasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses terhadap informasi obat, termasuk informasi mengenai produk herbal. Meski demikian, informasi tersebut harus disusun secara akurat, transparan, dan berdasarkan standar yang dapat dipertanggungjawabkan.


Bagi Pemerintah Kota Padang, pembangunan berbasis teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan penguatan partisipasi masyarakat. Teknologi tidak boleh berhenti sebagai simbol modernisasi, tetapi harus menjadi sarana untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi warga.


Kota Sehat Tidak Hanya Bergantung pada Rumah Sakit


Lebih jauh, Fadly menekankan bahwa konsep Kota Sehat tidak dapat dibatasi pada keberadaan rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.


Menurutnya, kesehatan masyarakat berkaitan erat dengan berbagai aspek pembangunan, mulai dari kualitas infrastruktur, kebersihan lingkungan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga kemampuan masyarakat menjaga kesehatan secara mandiri.


Karena itu, pembangunan ekosistem kota yang sehat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah harus mampu menghubungkan kebijakan kesehatan dengan pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan pariwisata secara berkelanjutan.


Pendekatan lintas sektor tersebut dinilai penting agar kemajuan kota tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya rasa aman, kenyamanan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat.


Dalam kerangka ini, pengembangan pariwisata kesehatan perlu didukung oleh fasilitas yang memadai, ketersediaan layanan kesehatan yang dapat diandalkan, serta jaminan keamanan produk yang dikonsumsi maupun digunakan oleh masyarakat dan wisatawan.


Dengan demikian, daya tarik wisata tidak hanya bertumpu pada keindahan destinasi, tetapi juga pada kualitas pengalaman, kenyamanan, dan kepercayaan wisatawan terhadap lingkungan yang mereka kunjungi.


Herbal Sumbar Perlu Riset, Standardisasi, dan Jaminan Keamanan


Salah satu perhatian utama Fadly dalam forum tersebut ialah pengembangan produk herbal yang berlandaskan penelitian dan kajian ilmiah.


Ia menilai, kekayaan bahan alami yang dimiliki Sumatera Barat merupakan modal penting untuk melahirkan inovasi produk lokal. Namun, pengembangan obat herbal tidak boleh hanya mengandalkan popularitas bahan atau tradisi pemanfaatannya secara turun-temurun.


Diperlukan keterlibatan perguruan tinggi dan tenaga ahli untuk meneliti berbagai aspek, termasuk pengolahan, standardisasi, mutu, serta keamanan produk. Langkah tersebut penting agar produk yang dikembangkan memiliki dasar ilmiah dan memenuhi ketentuan yang berlaku.


Perguruan tinggi farmasi, dalam hal ini, memiliki ruang strategis untuk berkontribusi melalui penelitian, pengembangan teknologi, penguatan kompetensi sumber daya manusia, dan penyampaian informasi yang benar kepada masyarakat.


Fadly berharap potensi herbal lokal dapat dikembangkan secara bertanggung jawab sehingga mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha daerah.


Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya pengawasan peredaran obat, penggunaan antibiotik secara tepat, dan kepastian bahwa masyarakat memperoleh obat dari sarana yang legal.


Aspek tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap ekosistem kesehatan. Pengembangan produk herbal dan promosi wisata kesehatan, menurut arah pemaparannya, harus tetap menempatkan keamanan masyarakat sebagai perhatian utama.


Gastronomi Jadi Pintu Masuk Memperkuat Daya Tarik Wisata


Selain membahas pengembangan herbal, Fadly menyoroti pentingnya gastronomi atau pengalaman wisata berbasis makanan dan kuliner sebagai salah satu kekuatan pariwisata Sumatera Barat.


Ia menilai, wisatawan yang berkunjung ke Sumbar seharusnya tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal kekayaan kuliner, tradisi pengolahan makanan, dan potensi bahan alami yang menjadi bagian dari identitas daerah.


“Kekayaan herbal Sumbar berpotensi memperkuat sektor pariwisata melalui pengembangan wisata kuliner. Kita berharap masukan para ahli dapat mendorong inovasi produk lokal menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Sumatera Barat,” ungkapnya.


Menurut Fadly, gastronomi dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan karakter dan kebudayaan daerah kepada wisatawan. Kuliner tidak sekadar menjadi kebutuhan selama perjalanan, tetapi juga bagian dari pengalaman yang dapat membentuk kesan dan mendorong ketertarikan wisatawan untuk kembali berkunjung.


Potensi tersebut dapat diperkuat melalui inovasi produk, peningkatan kualitas pengolahan, pengemasan yang lebih baik, serta penyampaian informasi yang akurat mengenai bahan dan karakteristik produk.


Namun, pengembangan wisata kuliner dan herbal juga membutuhkan dukungan keamanan pangan serta ekosistem kesehatan yang memadai. Kepercayaan wisatawan harus dibangun melalui kualitas produk, kebersihan, kepastian informasi, dan pelayanan yang baik.


“Di sektor pariwisata, kita juga terus mendorong penguatan gastronomi sebagai daya tarik wisata agar wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mengenal kuliner dan kekayaan herbal daerah. Upaya ini perlu didukung keamanan pangan, ekosistem kesehatan yang memadai, serta ketersediaan obat yang terjamin tentunya,” kata Fadly.


Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis gastronomi dan herbal perlu dilakukan secara terpadu. Promosi destinasi harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu produk dan perlindungan konsumen.


Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi Jadi Kunci


Seminar Nasional dan Kongres Tahunan APTFI di Padang menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kepentingan pendidikan tinggi, penelitian farmasi, kebijakan kesehatan, dan pengembangan ekonomi daerah.


Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan mampu mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.


Dalam pengembangan obat herbal, kerja sama tersebut dapat diarahkan pada penguatan riset, standardisasi, edukasi penggunaan produk, serta pemanfaatan teknologi digital untuk menyediakan informasi yang lebih mudah diakses dan dipahami.


Sementara itu, dalam sektor pariwisata, inovasi berbasis potensi lokal dapat memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha kuliner dan produk lokal untuk meningkatkan kualitas serta daya saing.


Bagi Kota Padang, sinergi tersebut juga relevan dengan upaya membangun kota yang sehat, cerdas, dan memiliki pelayanan publik yang semakin baik.


Meski demikian, keberhasilan gagasan yang dibahas dalam forum tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh tindak lanjut yang terukur, konsistensi pelaksanaan, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.


Fadly berharap forum APTFI dapat melahirkan pemikiran dan rekomendasi yang memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Sumatera Barat. Melalui dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, dan penguatan potensi lokal, pengembangan herbal serta gastronomi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pariwisata kesehatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Semangat yang dibawa dalam forum tersebut adalah menjadikan kekayaan alam dan tradisi daerah bukan sekadar kebanggaan, melainkan potensi yang dikelola secara ilmiah, aman, berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan Sumatera Barat.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update