Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Respons Cepat CEO tabloidfakta.id, Jovi, Keluhkan Warga Purus Ditindaklanjuti DLH Padang, Dua Pohon Lapuk Berhasil Ditebang

23 October 2026 | October 23, 2026 WIB Last Updated 2026-10-23T07:09:53Z

Respons Cepat CEO tabloidfakta.id, Jovi, Keluhkan Warga Purus Ditindaklanjuti DLH Padang, Dua Pohon Lapuk Berhasil Ditebang


D'On, Padang - Kekhawatiran warga RT 02 RW 03, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, terhadap keberadaan dua pohon besar yang telah lapuk dan berpotensi tumbang akhirnya mendapat respons. Berkat penyampaian aspirasi warga oleh CEO sekaligus Pimpinan Umum tabloidfakta.id, Jovi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut.


Dua pohon berusia puluhan tahun yang berdiri di pinggir parit, tepat di sekitar jembatan kecil di kawasan Purus II itu sebelumnya menjadi sumber keresahan masyarakat. Kondisinya yang sudah sangat lapuk dinilai membahayakan keselamatan warga, terutama karena lokasinya berdekatan dengan rumah penduduk serta jalur yang dilalui pejalan kaki dan pengendara.


Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan permohonan kepada pemerintah setempat agar kedua pohon tersebut segera ditebang. Namun, selama menunggu penanganan, kekhawatiran akan kemungkinan pohon tumbang terus membayangi aktivitas masyarakat sehari-hari.


Situasi tersebut semakin mengundang kecemasan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi. Hujan deras dan angin kencang berpotensi memperbesar risiko tumbangnya pohon yang struktur batangnya sudah rapuh.


Jovi Teruskan Aspirasi Warga kepada DLH Padang


Berangkat dari keluhan masyarakat, Jovi mengambil langkah dengan meneruskan permohonan warga kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, S.T., M.T.


Laporan tersebut mendapat respons cepat dari Kepala DLH Padang. Permintaan warga kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan jajaran terkait, sehingga penanganan terhadap dua pohon yang dinilai membahayakan itu dapat segera dilaksanakan.


Langkah ini menjadi jawaban atas keresahan masyarakat yang selama ini berharap adanya tindakan nyata untuk mengantisipasi potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal mereka.


Bagi warga, persoalan dua pohon tersebut bukan sekadar masalah penataan lingkungan. Keberadaannya menyangkut keselamatan jiwa, perlindungan rumah, serta keamanan orang-orang yang setiap hari melintasi kawasan itu.


Apabila tumbang, batang pohon berukuran besar tersebut berpotensi menimpa rumah warga maupun mengancam pejalan kaki dan pengendara yang melintas di sekitar lokasi.


Penebangan Tidak Mudah, Posisi Pohon Berdekatan dengan Rumah Warga


Kepala Bidang Pertamanan DLH Kota Padang, Alfi Markaroni, menjelaskan bahwa proses penebangan kedua pohon tersebut memiliki tantangan tersendiri.


Posisi pohon yang menyatu atau berdekatan dengan bangunan rumah warga membuat pekerjaan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Penanganan tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena berisiko menimbulkan kerusakan terhadap bangunan maupun membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.


Meski menghadapi kendala teknis, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama. Setelah menerima laporan mengenai kondisi pohon yang dinilai rawan tumbang, Alfi langsung memerintahkan personel lapangan untuk segera melakukan penebangan.


Petugas kemudian melaksanakan pekerjaan dengan mempertimbangkan kondisi lokasi dan potensi risiko yang ada.


Hasilnya, dalam waktu satu hari, kedua pohon besar tersebut berhasil ditebang hingga tuntas.


Penanganan cepat ini sekaligus mengakhiri kekhawatiran warga terhadap ancaman pohon lapuk yang selama ini berada di dekat permukiman mereka.


Ancaman yang Selama Ini Menghantui Warga


Jovi menegaskan bahwa kondisi kedua pohon tersebut memang sudah sangat mengkhawatirkan. Batang yang lapuk dan posisi pohon yang berdekatan dengan rumah serta jalur aktivitas masyarakat menjadi alasan kuat mengapa penanganan perlu segera dilakukan.


"Kondisi batang tersebut memang sudah sangat rawan. Selain sewaktu-waktu bisa roboh dan menghimpit rumah warga sekitar, pohon itu juga berpotensi menimpa pejalan kaki serta pengendara yang sedang melintas. Apalagi, cuaca dan kondisi ekstrem akhir-akhir ini semakin meningkatkan kekhawatiran," ujar Jovi.


Menurutnya, langkah antisipasi seperti ini penting dilakukan sebelum terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Penanganan terhadap pohon yang berpotensi tumbang merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat, terutama di kawasan permukiman padat.


Ia menilai, keluhan warga yang menyangkut ancaman keselamatan harus mendapatkan perhatian serius. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya dapat diantisipasi justru berujung pada kerugian material, cedera, atau bahkan mengancam nyawa.


Karena itu, koordinasi antara masyarakat, pemerintah setempat, dan instansi teknis menjadi penting agar setiap persoalan lingkungan yang berpotensi membahayakan dapat ditangani secara cepat dan tepat.


Media Hadir Bukan Hanya Menyampaikan Informasi


Jovi menegaskan, perannya dalam menindaklanjuti keluhan warga tidak semata-mata sebagai CEO dan Pimpinan Umum tabloidfakta.id. Ia juga memandang dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial untuk menyuarakan persoalan warga dan membantu mendorong penyelesaiannya.


Baginya, aspirasi masyarakat perlu mendapat ruang agar persoalan yang dihadapi warga tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan.


"Sebagai bagian dari masyarakat, kita tentu ingin persoalan yang dihadapi warga bisa mendapatkan perhatian dan solusi. Ketika ada keluhan yang berkaitan dengan keselamatan, sudah sepatutnya kita berupaya menyampaikannya kepada pihak terkait agar bisa segera ditindaklanjuti," demikian semangat yang ditunjukkan Jovi melalui langkah tersebut.


Sikap ini mencerminkan bahwa peran media di tengah masyarakat dapat berjalan beriringan dengan fungsi penyampaian informasi dan kepedulian sosial, tanpa mengesampingkan kewenangan pemerintah dalam menangani persoalan publik.


Dalam kasus di Purus II, penyampaian aspirasi menjadi penghubung antara keresahan warga dan tindakan instansi yang berwenang.


Warga Lega, Keselamatan Menjadi Harapan Bersama


Penebangan kedua pohon lapuk itu mendapat apresiasi dari warga RT 02 RW 03 Kelurahan Purus. Masyarakat yang sebelumnya dihantui rasa waswas kini dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang setelah ancaman dari dua pohon tersebut ditangani.


Selama ini, keberadaan pohon yang sudah lapuk menjadi kekhawatiran tersendiri, khususnya ketika hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Padang.


Warga tentu tidak ingin menunggu sampai pohon benar-benar tumbang untuk menyadari besarnya risiko yang dapat ditimbulkan. Karena itu, penanganan sebelum terjadinya insiden dinilai sebagai langkah penting dalam melindungi keselamatan masyarakat.


Respons DLH Kota Padang yang menuntaskan penebangan dalam waktu sehari juga menunjukkan pentingnya koordinasi yang baik dalam menangani persoalan lingkungan di kawasan permukiman.


Meski demikian, kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap pohon-pohon tua di sekitar rumah warga, jalan, parit, dan fasilitas umum perlu terus dilakukan. Pohon yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau berpotensi tumbang perlu diperiksa oleh petugas berwenang agar langkah penanganan dapat ditentukan sesuai kondisi di lapangan.


Pada akhirnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama. Aspirasi warga perlu didengar, pemerintah perlu merespons sesuai kewenangannya, dan masyarakat juga diharapkan aktif melaporkan potensi bahaya di lingkungan sekitar.


Di Purus II, dua pohon lapuk yang selama ini menimbulkan kecemasan akhirnya berhasil ditebang. Lebih dari sekadar menyingkirkan batang pohon yang berbahaya, langkah tersebut menjadi contoh bagaimana kepedulian, komunikasi, dan respons cepat dapat membantu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.


(*)


#Padang #Daerah


×
Berita Terbaru Update