Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Validasi Data Perlinsos Jadi Kunci, Dinsos Padang Gembleng 208 Operator dan Kasi Kesos se-Kota Padang

25 September 2026 | September 25, 2026 WIB Last Updated 2026-09-25T14:42:50Z

Validasi Data Perlinsos Jadi Kunci, Dinsos Padang Gembleng 208 Operator dan Kasi Kesos se-Kota Padang



D'On, Padang - Akurasi data menjadi salah satu kunci utama dalam memastikan program perlindungan sosial benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Dinas Sosial Kota Padang memperkuat kapasitas aparatur di tingkat kelurahan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22-24 September 2026, tersebut digelar di Aula Dinas Sosial Kota Padang dan diikuti sebanyak 208 peserta dari seluruh kelurahan di Kota Padang.


Peserta terdiri dari 104 Kasi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kelurahan dan 104 Operator SIKS-NG. Mereka menjadi bagian penting dalam proses pengelolaan, pemutakhiran, serta verifikasi data masyarakat yang berkaitan dengan perlindungan sosial di tingkat kelurahan.


Bimtek ini tidak sekadar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis operator dalam mengoperasikan sistem, tetapi juga memperkuat pemahaman bahwa kualitas data menjadi fondasi dalam menentukan ketepatan sasaran berbagai program bantuan sosial.


Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, dalam arahannya menegaskan bahwa data harus terus diperbarui dan dipadupadankan dengan kondisi faktual masyarakat di lapangan.


Menurutnya, keberadaan data yang akurat sangat menentukan keberhasilan pemerintah dalam memberikan intervensi sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.


"Saya berharap Operator dan Kasi Kesos dapat melakukan padu padan data SIKS-NG dengan data Perlinsos (Perlindungan Sosial) di kelurahan masing-masing. Pastikan data DTSEN dan data lapangan benar-benar sinkron," tegas Eri.


Ia menekankan, proses pemutakhiran data tidak boleh hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi. Lebih dari itu, data yang tercatat dalam sistem harus mampu menggambarkan kondisi masyarakat secara nyata.


Sebab, dinamika sosial di tengah masyarakat terus berubah. Kondisi ekonomi sebuah keluarga dapat berubah, begitu pula status pekerjaan, jumlah anggota keluarga, maupun tingkat kebutuhan terhadap bantuan sosial.


Karena itu, data yang pernah dinyatakan sesuai pada suatu waktu belum tentu menggambarkan kondisi terbaru masyarakat pada waktu berikutnya.


Data Perlinsos Harus Menggambarkan Kondisi Nyata Warga


Eri menyebut data Perlindungan Sosial yang valid di tingkat kelurahan merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan program kesejahteraan sosial.


Data tersebut menjadi salah satu instrumen penting agar berbagai bentuk intervensi pemerintah, termasuk program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun bantuan sosial Pemerintah Kota Padang, dapat diberikan kepada kelompok masyarakat yang memang memenuhi kriteria.


"Perlinsos bukan hanya angka, tapi potret nyata warga kita yang butuh dibantu. Tugas Kasi Kesos dan Operator adalah memastikan tidak ada warga miskin/kurang mampu yang tertinggal dari data," ujar Eri.


Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi strategis Kasi Kesos dan Operator SIKS-NG di tingkat kelurahan. Mereka berada pada lini yang bersentuhan langsung dengan kondisi sosial masyarakat dan memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang masuk ke dalam sistem sesuai dengan fakta di lapangan.


Ketepatan data juga berkaitan erat dengan prinsip keadilan dalam penyaluran bantuan. Data yang tidak diperbarui berpotensi menyebabkan masyarakat yang sudah tidak memenuhi kriteria tetap tercatat, sementara warga yang baru mengalami kondisi rentan justru belum masuk dalam basis data.


Karena itu, proses verifikasi dan pemutakhiran harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan ketelitian dan koordinasi.


208 Peserta Diperkuat, Pengelolaan Data Didorong Lebih Profesional


Melalui Bimtek SIKS-NG ini, Dinas Sosial Kota Padang berupaya menyamakan pemahaman dan meningkatkan kemampuan para pengelola data di seluruh kelurahan.


Keterlibatan 104 Kasi Kesos dan 104 Operator SIKS-NG menunjukkan bahwa pengelolaan data perlindungan sosial membutuhkan kerja bersama antara unsur yang memahami kondisi sosial masyarakat dengan petugas yang menangani aspek teknis sistem informasi.


Kasi Kesos memiliki peran penting dalam memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Sementara operator bertanggung jawab terhadap pengelolaan data melalui sistem yang digunakan.


Kolaborasi keduanya menjadi penting agar proses pengumpulan informasi, pemutakhiran, verifikasi hingga penyajian data dapat berjalan secara lebih tertib dan akurat.


Dengan demikian, data yang tersaji bukan sekadar kumpulan angka dan identitas penerima manfaat, tetapi menjadi gambaran kondisi sosial masyarakat yang dapat digunakan sebagai dasar dalam mengambil kebijakan.


Dorong Data Selalu Ter-update


Dinas Sosial Kota Padang juga mendorong agar proses pemutakhiran tidak berhenti setelah kegiatan Bimtek berakhir.


Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan langsung diterapkan di masing-masing kelurahan. Operator dan Kasi Kesos dituntut lebih aktif melakukan koordinasi, mencermati perubahan kondisi masyarakat, serta memastikan data yang tercatat selalu relevan dengan keadaan terbaru.


Upaya tersebut menjadi semakin penting dalam menghadapi dinamika persoalan sosial di perkotaan. Perubahan kondisi ekonomi keluarga, kehilangan pekerjaan, perubahan jumlah anggota keluarga, hingga munculnya kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial harus dapat teridentifikasi melalui mekanisme pendataan yang baik.


Pada akhirnya, kualitas program perlindungan sosial sangat berkaitan dengan kualitas data yang menjadi dasarnya.


Dinas Sosial Kota Padang berharap pelaksanaan Bimtek SIKS-NG mampu memperkuat tata kelola data Perlindungan Sosial dari tingkat kelurahan hingga menjadi basis informasi yang lebih akurat bagi pemerintah.


Dengan data yang valid, terbarui, dan sesuai kondisi lapangan, intervensi pemerintah diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.


Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan sosial yang lebih responsif, sehingga semangat Padang Melayani tidak hanya menjadi slogan, tetapi hadir melalui pelayanan dan bantuan yang benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.


(Mond)


#Parlinsos #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update