Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Dari Guru Besar UI hingga Penjaga Kebijakan Fiskal Negara

14 September 2026 | September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T14:49:33Z

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Dari Guru Besar UI hingga Penjaga Kebijakan Fiskal Negara



D'On, Jakarta -  Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Senin (14/9/2026). Ia dipercaya menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memimpin kementerian yang menjadi salah satu pusat pengelolaan keuangan negara sekaligus memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kebijakan fiskal pemerintah.


Penunjukan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026. Pengangkatan Suahasil bukan sekadar pergantian pejabat di pucuk Kementerian Keuangan. Sosok yang dikenal sebagai teknokrat dan akademisi ekonomi itu membawa pengalaman panjang dari ruang kuliah, lembaga riset, perumusan kebijakan publik, hingga birokrasi fiskal.


Perjalanan tersebut membuat Suahasil memiliki kombinasi pengalaman akademis dan pemerintahan yang relatif lengkap. Sebelum dipercaya sebagai Menteri Keuangan, ia telah lama berada di lingkaran pengambilan kebijakan ekonomi dan fiskal nasional, termasuk sebagai Wakil Menteri Keuangan.


Dari Universitas Indonesia hingga Amerika Serikat


Fondasi intelektual Suahasil Nazara dibangun melalui pendidikan ekonomi yang ditempuh secara bertahap, baik di Indonesia maupun Amerika Serikat.


Ia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia (UI) pada 1994. Setelah itu, Suahasil melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Science (M.Sc.) dari Cornell University pada 1997.


Perjalanan akademisnya belum berhenti. Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di University of Illinois at Urbana-Champaign dan menyelesaikan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada 2003.


Rangkaian pendidikan tersebut menjadi fondasi bagi kiprahnya sebagai akademisi sekaligus ekonom. Dengan latar belakang pendidikan ekonomi yang kuat, Suahasil kemudian memilih jalur yang pada akhirnya mempertemukan dunia akademik dengan kebijakan publik.


Memulai Karier sebagai Dosen


Sebelum memasuki pusat pemerintahan, Suahasil lebih dahulu membangun reputasinya di dunia akademik.


Ia mulai menjadi dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) sejak 1999. Di lingkungan kampus, ia tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pengajar, tetapi juga aktif dalam pengembangan institusi dan kajian ekonomi.


Karier akademiknya berkembang cukup cepat. Pada 2004–2005, Suahasil dipercaya sebagai Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi.


Setahun kemudian, ia memegang posisi Kepala Lembaga Demografi UI untuk periode 2005–2008. Jabatan tersebut memperkuat keterlibatannya dalam kajian yang berkaitan dengan persoalan ekonomi dan kependudukan.


Karier strukturalnya di lingkungan akademik kembali meningkat ketika ia dipercaya sebagai Ketua Departemen Ilmu Ekonomi pada 2009–2013.


Pada tahun yang sama, 2009, Suahasil juga memperoleh gelar akademik tertinggi sebagai Guru Besar atau Profesor di bidang Ilmu Ekonomi.


Dengan demikian, sebelum memasuki birokrasi pemerintahan secara lebih intensif, Suahasil telah memiliki pengalaman panjang sebagai pengajar, peneliti, pengelola institusi akademik, dan profesor.


Akademisi yang Masuk ke Ruang Kebijakan Publik


Jalur karier Suahasil kemudian bergerak semakin dekat dengan pemerintahan.


Keahliannya di bidang ekonomi membuat ia terlibat dalam sejumlah lembaga dan forum yang berkaitan dengan kebijakan fiskal, desentralisasi, otonomi daerah, serta penanggulangan kemiskinan.


Pada periode 2009–2011, ia menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal.


Keterlibatan tersebut penting karena desentralisasi fiskal merupakan salah satu bagian krusial dalam hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Pengelolaan transfer ke daerah, pembagian kewenangan, serta kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pelayanan publik menjadi bagian dari persoalan besar yang membutuhkan perspektif ekonomi sekaligus pemahaman terhadap administrasi pemerintahan.


Pada periode yang hampir bersamaan, Suahasil juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah pada 2009–2015.


Pengalaman tersebut memperluas cakupan keahliannya. Ia tidak lagi hanya berada di lingkungan akademik, tetapi mulai berhadapan langsung dengan kompleksitas kebijakan publik dan implementasinya di lapangan.


Terlibat dalam Penanggulangan Kemiskinan


Kiprah Suahasil dalam kebijakan publik juga terlihat dari keterlibatannya di Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).


Ia menjabat sebagai Koordinator Pokja Kebijakan TNP2K pada 2010–2015.


Posisi tersebut mempertemukan keahlian ekonomi dengan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Kebijakan penanggulangan kemiskinan membutuhkan lebih dari sekadar perhitungan anggaran. Pemerintah harus menentukan sasaran program, merancang kebijakan yang efektif, serta memastikan sumber daya publik digunakan untuk menghasilkan dampak yang nyata.


Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Suahasil sebagai teknokrat yang tidak hanya berkutat pada teori ekonomi, tetapi juga terlibat dalam desain kebijakan pemerintah.


Pada 2013–2014, ia kemudian menjadi anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional.


Rangkaian pengalaman itu menunjukkan bahwa perjalanan Suahasil menuju pemerintahan bukanlah sesuatu yang berlangsung secara tiba-tiba. Sebelumnya, ia telah bertahun-tahun berinteraksi dengan berbagai persoalan kebijakan ekonomi dan pembangunan.


Titik Penting di Kementerian Keuangan


Perjalanan Suahasil di Kementerian Keuangan memasuki fase penting ketika ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada 31 Oktober 2016.


Jabatan tersebut menempatkannya semakin dekat dengan pusat perumusan kebijakan fiskal nasional.


BKF memiliki posisi strategis dalam lingkungan Kementerian Keuangan karena berkaitan dengan analisis dan perumusan kebijakan fiskal. Bagi Suahasil, posisi tersebut menjadi jembatan penting dari dunia akademik dan lembaga kebijakan menuju birokrasi fiskal secara langsung.


Pengalaman sebagai Kepala BKF sekaligus memperkuat reputasinya sebagai teknokrat yang memahami kebijakan ekonomi dari sisi konseptual maupun implementasi pemerintahan.


Naik Menjadi Wakil Menteri Keuangan


Setelah berkarier sebagai Kepala BKF, Suahasil kemudian dipercaya menduduki jabatan yang lebih tinggi.


Pada 25 Oktober 2019, ia dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju.


Jabatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam pengelolaan kebijakan keuangan negara.


Sebagai Wakil Menteri Keuangan, pengalaman panjangnya sebagai ekonom dan teknokrat menjadi modal dalam mendukung kerja kementerian, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi dan fiskal.


Kepercayaan terhadap Suahasil berlanjut ketika ia kembali dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 21 Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih.


Kembalinya ia ke posisi tersebut menunjukkan kesinambungan kepercayaan terhadap pengalaman dan kapasitasnya dalam mengelola persoalan fiskal negara.


Dari Wakil Menteri Menjadi Menteri Keuangan


Kini, perjalanan panjang tersebut mencapai babak baru.


Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.


Perubahan posisi ini sekaligus mengubah tanggung jawab Suahasil secara signifikan. Jika sebelumnya ia berada di posisi wakil yang mendukung dan membantu kerja menteri, kini ia berada langsung di kursi pengambil keputusan tertinggi di Kementerian Keuangan.


Di posisi tersebut, pengalaman akademis, kemampuan teknokratis, serta pengalaman birokrasi fiskalnya akan menjadi bagian penting dalam menjalankan mandat.


Perjalanan dari dosen UI hingga menjadi Menteri Keuangan juga memperlihatkan satu pola yang cukup jelas: karier Suahasil dibangun secara bertahap melalui kombinasi pendidikan, riset, pengalaman akademik, keterlibatan dalam kebijakan publik, dan pengalaman langsung di birokrasi fiskal.


Rekam Jejak yang Menjadi Modal


Jika dirunut, perjalanan Suahasil Nazara dapat digambarkan sebagai sebuah lintasan panjang dari ruang akademik menuju pusat pengelolaan keuangan negara.


Ia memulai dengan pendidikan ekonomi di UI, kemudian memperdalam pengetahuannya di Cornell University dan University of Illinois at Urbana-Champaign.


Setelah itu, ia kembali ke Indonesia dan mengabdikan diri sebagai akademisi di UI. Dari sana, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan kampus hingga mencapai jabatan profesor.


Keterlibatannya dalam berbagai lembaga dan tim pemerintah kemudian menjadi pintu masuk menuju kebijakan publik. Isu desentralisasi fiskal, otonomi daerah, penanggulangan kemiskinan, dan kebijakan ekonomi menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya.


Karier tersebut akhirnya membawanya masuk lebih jauh ke Kementerian Keuangan, mulai dari Kepala BKF hingga Wakil Menteri Keuangan.


Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia dipercaya memimpin langsung kementerian yang memegang peranan sentral dalam pengelolaan keuangan negara.


Tantangan Besar di Kursi Menteri Keuangan


Sebagai Menteri Keuangan, Suahasil akan berhadapan dengan tanggung jawab yang jauh lebih luas dibandingkan jabatan-jabatan sebelumnya.


Kementerian Keuangan tidak hanya berkaitan dengan penyusunan dan pelaksanaan anggaran negara. Institusi ini juga berada di jantung kebijakan fiskal pemerintah, pengelolaan penerimaan negara, belanja negara, pembiayaan, hubungan keuangan pusat dan daerah, serta berbagai instrumen keuangan negara lainnya.


Karena itu, latar belakang Suahasil sebagai ekonom dan teknokrat akan diuji dalam ruang yang lebih besar.


Pengalaman akademik memberinya fondasi teoritis. Pengalaman di lembaga kebijakan memberinya pemahaman mengenai proses perumusan kebijakan. Sementara pengalaman di Kementerian Keuangan memberinya pemahaman mengenai bagaimana kebijakan fiskal dijalankan di dalam pemerintahan.


Perpaduan ketiganya menjadi modal utama yang kini dibawa Suahasil ke kursi Menteri Keuangan.


Sosok Tekokrat di Tengah Dinamika Ekonomi


Penunjukan Suahasil juga menempatkan sosok teknokrat dengan perjalanan panjang di bidang ekonomi pada posisi strategis pemerintahan.


Dari seorang mahasiswa ekonomi UI pada awal 1990-an, kemudian melanjutkan studi ke Amerika Serikat, kembali menjadi dosen, mencapai profesor, terlibat dalam berbagai agenda kebijakan nasional, hingga menduduki jabatan Wakil Menteri Keuangan perjalanan itu berlangsung lebih dari tiga dekade.


Kini, pada 14 September 2026, Suahasil Nazara memasuki fase baru dalam perjalanan tersebut.


Ia tidak lagi hanya berada di balik meja akademik atau membantu merumuskan kebijakan sebagai teknokrat. Ia kini menjadi orang yang berada di garis depan dalam mengarahkan Kementerian Keuangan.


Perjalanan Suahasil Nazara dari profesor ekonomi menjadi Menteri Keuangan pada akhirnya menjadi kisah tentang bagaimana pengalaman akademik dan teknokrasi bertemu di pusat kekuasaan kebijakan fiskal Indonesia.


Dengan rekam jejak yang panjang tersebut, publik kini akan menantikan bagaimana Suahasil menggunakan pengalaman dan keahliannya untuk menerjemahkan berbagai tantangan ekonomi menjadi kebijakan fiskal yang konkret selama memimpin Kementerian Keuangan.


(L6)


#Nasional #MenteriKeuangan #SuahasilNazara

×
Berita Terbaru Update